Bandung – Wamenhan RI M Herindra mewakili Menhan RI menjadi pembicara kunci dalam Seminar Internasional Air Power secara virtual, Rabu (31/3). Dalam seminar yang berlangsung di Sesko AU Bandung Jawa Barat, Wamenhan menyampaikan tentang Kebijakan dan Strategi Pembangunan Air Power.
Dalam paparannya Wamenhan mengatakan ada satu hal yang tidak boleh ditinggalkan dalam konteks perumusan kebijakan dan strategi pembangunan kekuatan udara atau air power yaitu Doktrin Sishankamrata. Doktrin ini merupakan suatu ajaran yang lahir dan tumbuh bersamaan dengan berdirinya NKRI atau dapat dikatakan aspek nilai historis yang menjadi landasan doktrin Sishankamrata. Rancangan doktrin pertahanan negara memberikan esensi terhadap pengertian Sishankamrata.
Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta atau Sishankamrata adalah sistem pertahanan dan keamanan yang bersifat semesta, melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya.
Sishankamrata dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, dan berlanjut untuk mewujudkan ruang alat kondisi juang yang tangguh, untuk menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman yang bercirikan kerakyatan, kesemestaan dan kewilayahan.
Sishankamrata, lanjut Wamen, dijadikan pedoman dalam pembangunan postur pertahanan militer termasuk didalamnya pembangunan kekuatan udara.
Oleh karenanya, konsep kebijakan dan strategi pembangunan Air Power seyogyanya diseimbangkan dengan memperhatikan keempat aspek bidang pembangunan, yaitu Pembangunan postur matra udara yang disinergikan dengan pembangunan matra lainnya, baik matra darat maupun matra laut, pembangunan industri pertahanan, pembangunan kerjasama dan pembangunan sumber daya nasional serta wilayah pertahanan.
Seminar Internasional Air Power diselenggarakan secara virtual dan juga tatap muka dengan mengikuti protokol kesehatan. Selain Wamenhan, hadir sebagai pembicara kunci yaitu Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P, dan Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P. Sedangkan nara sumber dalam seminar sehari tersebut yaitu Sekjen Kemhan Marsdya TNI Donny Ernawan Taufanto, M.D.S., Kepala Departemen Hukum Internasional Fakultas hukum UNPAD Prof. Atif Latipulhayat, S.H., LL.M, PhD., dan Pembicara dari Australia Director of Air Force Strategy Air Force Head Quarter DR. Peter Hunters. (rls/fid)
Banten7 hari agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Nasional2 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 minggu agoTb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Nasional3 hari agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional3 hari agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional3 hari ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional2 minggu agoKunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf











