Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, sebagai salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (31/5) siang.
Acara pelantikan Yahya C. Staquf, mantan juru bicara Presiden K.H. Abdurrahman Wahid itu, diawali dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan pembacaan surat Keputusan Presiden RI Nomor 84P Tahun 2018 tanggal 3 Mei 2018, tentang pengangkatan anggota Dewan Pertimbangan Presiden oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) Cecep Sutiawan.
Acara dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan oleh Presiden dan penandatanganan berita acara pelatikan.
Tampak hadir dalam acara pelantikan anggota Wantimpres itu antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri, Menko Polhukam Wiranto, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Menaker Hanif Dhakiri, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, dan anggota Wantimpres.
Usai dilantik sebagai anggota Wantimpres, Yahya Staquf mengatakan, menjadi kewajiban dirinya untuk menerima permintaan dariPresiden bergabung dalam Dewan Pertimbangan Presiden.
“Tentu saya akan berusaha memenuhi harapan maupun tugas-tugas yang dibebankan dengan mengikuti tata cara maupun etika yang semestinya,” kata Yahya.
Sebagai anggota Wantimpres, Yahya mengemukakan, dirinya kini harus lebih berhati-hati untuk bicara tentang negara dan pemerintahan.
“Aapabila ada gagasan-gagasan yang sungguh-sungguh strategis untuk negara tentu harus secara langsung dengan mengikuti tatanan tertentu disampaikan kepada presiden,” ujar Yahya.
Yahya yang baru saja mengunggah pertemuannya dengan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence ini mengaku tidak alasannya kenapa dirinya diajak bertemu orang nomor dua di AS itu. Demikian juga, Yahya mengaku tidak tahu alasan dipilihnya dirinyamenjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
“Saya, waktu saya masih di Amerika saya dihubungi untuk pelatikan tanggal 25, tapi waktu itu saya belum pulang. Saya baru pulang tanggal 28, sehingga baru diatur hari ini,” ungkap Yahya. (rls)
Hukum2 hari agoPresiden Prabowo dan Seskab Teddy Disebut Jadi Target Penyadapan, Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Ditangkap
Nasional6 hari agoMA Kabulkan Kasasi Nomor 742 K/TUN/2026, Suket Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka Dinyatakan Tidak Sah
Sport4 hari agoHasil Dewa United vs Persija 2-1, Shin Tae-yong Sebut Kekalahan Jadi Alarm untuk Macan Kemayoran
Sport4 hari agoJadwal BRI Super League 2026/2027 Hari Ini, Minggu 1 November: PSIM vs Borneo FC, Persib vs Isenmulang FC, dan Garudayaksa FC vs PSS Sleman
Sport5 hari agoHasil Persik Kediri vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Bantai Tuan Rumah 1-5, Pablo Ganet Hattrick
Sport4 hari agoPersita Pesta Lima Gol di Kediri, Carlos Pena Puji Karakter Dan Mental Pemain
Banten5 hari agoPelatihan Hidroponik PD Wanita Islam Kota Serang, Manfaatkan Pekarangan Rumah Jadi Kebun Produktif
Nasional5 hari agoFISIP UIN Jakarta dan LW MUI Perkuat Kolaborasi Pengembangan Wakaf Produktif













