Connect with us

Citizen Journalism

Yuk Menikmati Hijau di Hutan Kota 2 BSD

“Sesuatu itu terasa berarti ketika sulit ditemukan. Tak ada kata terlambat. Mari hijaukan bumi, lindungi air, birukan langit …”

Citizen Journalism – Mencari tempat yang teduh dan lapang di mana anak-anak bisa berlair-lari dan bermain sepuasnya. ini salah satu agenda weekend favorit kami, sebutlah Kebun Raya Bogor (waaah yang ini kok malah belum pernah buat reportasenya yaa, padahal sering banget ke sana, meski cuma pasang tenda bocah-bocah, gelar tiker, buka bekel dan membiarkan para kruclis berlarian sepuasnya), Taman Mini atau  Hutan/Taman Kota 1 BSD. Untuk yang di Taman Kota 1 BSD sudah pernah dibuat tulisannya, di sini yaa.  Penasaran deh karena sudah beberapa kali cuma sekedar melewati tempat ini tapi belum pernah masuk dan melihat sendiri bagaimana sih Hutan Kota yang katanya tiga kali lebih luas dari Hutan Kota yang sebelumnya. Sebagian orang mengenalnya sebagai Taman Tekno, karena letaknya memang di Jl. Tekno Widya, Taman Tekno.

Sabtu kemarin kami ke sana tidak di pagi hari. Selepas Zhuhur kami bersiap-siap. Saya yang agak kurang fit sudah menyiapkan bekal sandwich burger untuk para bocah, saya mah maem nasi ajah *ndesso, apalagi lauknya favorit tuh ada urab daun paya plus terong balado. Dari rumah kami di Ciputat, kami mengambil arah ke Pamulang – Muncul, lalu belok kanan ke arah BSD. Kami masuk dari arah belakang, tempat para pedagang tanaman hias berjajar dengan rapihnya. Suasana sesungguhnya agak panas meski matahari agak bersembunyi di balik awan. Saya dan dua kakak cantik jalan duluan karena jagoan kecil masih tertidur di kursi depan, ayah menyusul kemudian saat akhirnya dia terbangun Kami bertiga segera menyusuri jogging track yang sudah tidak baru lagi dan pada beberapa bagian sudah rusak dan retak dengan kawat-kawat besi yang menonjol kesana kemari.  Iya memang jauh lebih luas dari Taman/Hutan Kota 1 nya.

Sayangnya terlihat tidak terawat, sampah berserakan di beberapa tempat membuat saya mengelus dada. Hmm memang jumlah tempat sampah tidak terlalu banyak. Saya melihat beberapa tong sampah. Walaupun tidak seharusnya hal ini menjadi alasan untuk membuang sampah sembarangan. Selain itu banyaknya tangan jahil yang mencorat-coret tembok-tembok di Hutan Kota tersebut. Hal lain yang membuat saya lebih miris, saya melihat beberapa gerombolan anak abg (belasan tahun) termasuk didalamnya remaja putri yang bercengkrama sambil asyik merokok. Sayang sekali, Hutan Kota yang diperuntukkan bagi paru-paru kota jutsru dicemari oleh asap rokok yang merusak paru-paru. Remaja belasan tahun, remaja puteri pula dan mereka tidak menunjukkan rasa risih sama sekali. Saya bahkan harus menjelaskan pada anak-anak (yang terlihat heran dan bingung) bahwa hal seperti itu tidak sepatutnya dilakukan.
Menurut data, Hutan  ini dibangun pada tahun 2006, diresmikan pada 18 Juni 2006.  Hutan ini luasnya sekitar 7,4 sampai 9 hektar, dengan beragam jenis pepohonan. Suasana masih terasa sejuk di balik rerimbunan pohon. Selain jogging track yang bisa menjadi jalur sepeda, disediakan banyak bangku di sepanjang track tersebut. Selain itu terdapat beberapa arena terbuka yang dimanfaatkan untuk bermain skateboard, bermain bulu tangkis atau bermain bola. Di ujung akhir Hutan Kota yang tampaknya lazim menjadi pintu utama, terdapat lapangan yang rasanya paling luas diantara yang lainnya yang dilengkapi dengan tangga yang setengah lingkaran menuju sebuah jembatan (jembatan goyang) yang membelah sebuah sungai yang kabarnya bermuara ke suangai Cisadane. Beruntung sore itu saya dan dek Paksi menyaksikan serombongan kerbau yang tampaknya hendak pulang melewati jalan di sempadan sungai. Paksi girang luar biasa melihat rombongan kerbau yang sering diceritakan Ibunya saat sedang bernostalgia mengenang masa kecil di kampung. Rupanya jembatan goyang dengan cat merah inipun menjadi salah satu tempat favorit bagi yang ingin mengambil gambar, mulai dari prewedding sampai sekumpulan pecinta photography. Saya tak ketinggalan mengabadikan ketiga bocah untuk berpoto di sini.

Suasana cukup ramai, banyak pasangan muda-mudi yang sedang “bercengkrama” di sini. Jujur, saya pribadi agak terganggu karena ini menjadi perhatian dua krucils cantik saya. “Ibu, kok banyak banget sik yang lagi pacaran ya bu…” Hmm menjelang pulang si Kaka sulung bahkan membisiki saya “Ibu aku sudah hitung semuanya, ada 49 yang lagi pacaran” *halaaah tepok jidat sendiri. “Iseng banget Kaka ngitungin, bener tuuh ngitungnya?… “Kayaknya sih Bu, aku lupa-lupa inget tapi kayaknya 49 deh bu…mungkin ada yang kaka hitung ulang, tapi kayaknya sih segitu bu” *dengan mimik serius Kakak menjelaskan. “Hmm aku sih suka bu main di sini, tapi aku lebih suka di Hutan Kota yang satunya” . “Memang kenapa ka?”. “Iya, disini gak ada ayunan, perosotan dan mainannya bu, kalo di sana kan ada.” “Aku bosan kalau cuma naik pohon dan lari-larian”. Memang tidak ada fasilitas bermain anak di sana, tempat sampah juga terbatas, selain itu tidak ada fasilitas kamar kecil dan mushalla.
Berbeda dengan di Hutan Kota 1, dimana untuk pedagang disediakan kios khusus dan tertata rapih. Selain pedagang kaki lima di tempat parkiran, di dalam kawasan hutan kota terdapat beberapa pedagang asongan seperti pedagang minuman dan tukang rujak bebek. Hmm keliatanya laku keras, karena kami harus mengantri saat ingin menikmati segarnya rujak bebek. Naah, kesadaran membuang sampah pada tempatnya memang sangat rendah. Beberapa pembeli membuang bekas rujak bebek tersebut di sembarang tempat.
Sayang seribu kali sayang, Ruang Terbuka Hijau yang jumlahnya sangat sedikit di sekitar kita tidak terpelihara sebagaimana mestinya. Sebagian pengunjungnya justru melakukan tindakan tidak terpuji dengan hal yang justru merusak dan bertentangan dengan tujuan awal pembangunannya. Saya ingin mengutip kembali tulisan pada batu prasasti saat peresmian hutan kota tersebut:

 “Sesuatu itu terasa berarti ketika sulit ditemukan. Tak ada kata terlambat. Mari hijaukan bumi, lindungi air, birukan langit …”

Sekali lagi tak ada kata terlambat, semoga kita semua menyadari arti penting sebatang pohon bagi lingkungan dan masa depan anak cucu kita. Jika kita tidak mampu menumbuhkan yang baru, mengapa tak turut kita jaga yang sudah ada… Dengan beberapa permasalahan yang saya sebutkan tadi sekalipun, saya masih menikmati suasana hijau dan teduh di Hutan Kota ini. Untuk sesama pengunjung, mari kita jaga, kalau bukan kita lalu siapa???
Ophi ZiadahPenulis: Ophi Ziadah
Twitter: @ophiziadah
Legislative Drafter
Nasional11 jam ago

Syahganda Nainggolan Tegaskan Arah Baru Komunikasi Bakom RI yang Lebih Terbuka, Dialogis dan Kolaboratif

Sport13 jam ago

BRI Super League 2026/2027, Hasil Persib vs Persik Kediri Skor 1-0

Sport14 jam ago

Hasil Persib Bandung vs Persik Kediri Skor 0-0 di Babak Pertama

Sport20 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport1 hari ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport1 hari ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Sport2 hari ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Sport2 hari ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Sport2 hari ago

Persita Tangerang vs Persija Jakarta: Jadwal, Prediksi Skor, dan Head to Head di BRI Super League 2026/27

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Nasional3 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Nasional3 hari ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Nasional4 hari ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport5 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport5 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport5 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport5 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport5 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport2 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport2 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Nasional3 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport3 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional3 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis3 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis3 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis3 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Sport3 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis3 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis3 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis3 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional3 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis3 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Nasional3 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional3 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Sport2 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Populer