Connect with us

Nasional

1 Orang WNI Meninggal Dunia Jadi Korban Teroris di Selandia Baru

Teroris supremasi kulit putih yang membunuh 49 orang termasuk Lilik asal Indonesia (Heavy)

Kabartangsel.com, JAKARTA – Seorang WNI korban aksi teror di Christchurc, Muhammad Abdul Hamid alias Lilik Abdul Hamid dipastikan meninggal dunia. Kepastian tersebut diperoleh sore ini, Sabtu (16/3) dari pengurus Masjid Al Noor, Christchurch.

Segera setelah memperoleh kepastian tersebut, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berbicara langsung dengan Ibu Nina, istri Almarhum. Dalam pembicaraan per telepon tersebut, Menlu Retno menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam Pemerintah Indonesia atas meninggalnya almarhum.

Advertisement

Dia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia melalui Duta Besar RI akan memberikan pendampingan dan bantuan yang diperlukan.

Sejauh ini dilaporkan terdapat sekitar 7 WNI yang berada di kedua masjid saat terjadi aksi terorisme tersebut. Sebanyak 4 orang telah dinyatakan selamat, 2 orang luka dan saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit, dan 1 orang meninggal dunia.

KBRI Wellington baru menerima kabar pada pukul 22.10 kalau Lilik Abdul Hamid yang sebelumnya dilaporkan hilang menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam peristiwa penembakan di Christchurch.

Duta Besar RI malam hari ini bersama segenap masyarakat Indonesia di Christchurch mengunjungi kediaman keluarga Lilik Abdul Hamid di Christchurch dalam rangka memberikan dukungan terhadap keluarganya dalam menghadapi musibah ini.

Advertisement

Pada sore hari, Duta Besar RI Tantowi Yahya melakukan peninjauan ke lokasi Masjid Al Noor serta melakukan doa bersama masyarakat di Taman Hagley Park yang ditujukan bagi para korban serta keluarganya.

Sebelumnya, Duta Besar RI Tantowi Yahya dan tim konsuler KBRI Wellington juga telah menjenguk WNI yang menjadi korban penembakan yakni Zulfirman Syah di RS Christchurch Public Hospital. Dia telah menjalani operasi dan saat ini masih terus mendapatkan perawatan medis dari pihak RS. Kondisi anak dari Zulfirman Syah yang juga tertembak, saat ini diketahui sudah stabil.

KBRI Wellington mengapresiasi upaya bersama para WNI di Christchurch dalam membantu istri Zulfirman Syah selama masa perawatan Zulfirman Syah di RS Christchurch Public Hospital.

KBRI Wellington terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI, khususnya Direktorat Perlindungan WNI dan BHI, untuk memfasilitasi rencana kedatangan anggota keluarga dari Indonesia yang ingin mengunjungi WNI yang terkena dampak peristiwa penembakan di Christchurch.

Advertisement

KBRI Wellington telah membentuk Posko Sementara Paska Peristiwa Penembakan yang bekerja selama 24 jam sejak hari Jumat, 15 Maret 2019. Posko bertugas untuk memantau perkembangan situasi dan membantu WNI yang membutuhkan bantuan sehubungan dengan peristiwa penembakan di Christchurch.

KBRI Wellington juga membuka hotline dan menunjuk contact persons untuk dapat dihubungi selama 24 jam, yaitu Sdr. Rendy Ramanda (+6421 1950 980) dan Sdr. Luth Anugranya (+6422 3812 065)

Untuk menghindari berita hoax, KBRI Wellington secara berkala memberikan update apabila ada perkembangan terbaru.

(JPC)

Advertisement

Source

Populer