Connect with us

Lifestyle

5 Cara Mengatasi Susah Tidur Selama Pandemi COVID-19

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Menjalani karantina di rumah saat wabah COVID-19 memang tidak semudah kedengarannya. Tidak sedikit orang yang melaporkan stres yang menyebabkan susah tidur selama pandemi berlangsung. Mengapa kondisi ini bisa terjadi dan bagaimana mengatasinya?

Fenomena susah tidur selama pandemi COVID-19

insomnia

Tidur larut malam memang merupakan gangguan tidur yang paling sering manusia alami. Entah itu karena pekerjaan, terlalu asyik menonton film, atau memang memiliki masalah terhadap jam tidur.

Advertisement

khir-akhir ini, isu susah tidur ternyata dialami oleh kebanyakan orang yang menjalani karantina di rumah selama pandemi COVID-19. 

Wabah COVID-19 kini telah menyebabkan lebih dari dua juta kasus dan ratusan orang meninggal dunia. Berita-berita tentang coronavirus pun tidak sedikit berisi konten negatif yang mengkhawatirkan sejumlah pihak, terutama kelompok berisiko. 

Demi menekan angka penyebaran kasus, pemerintah hampir setiap negara membatasi pergerakan warganya dan mengimbau untuk menerapkan physical distancing.

Bahkan, tidak hanya kesehatan tubuh, efek COVID-19 juga berpengaruh besar pada sektor ekonomi yang membuat banyak orang kehilangan pekerjaannya.

Advertisement

Wajar bila hal ini membuat masyarakat semakin stres dan khawatir hingga mengakibatkan susah tidur selama pandemi COVID-19. Dilansir dari UC Chicago Medicine, kondisi ini juga disebabkan oleh penerimaan informasi yang berlebihan hingga membuat pikiran stres. Akibatnya, respon sistem rangsangan tubuh meningkat hingga memicu insomnia. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19

Negara: Indonesia

Terlebih lagi, kebanyakan orang menghabiskan waktu selama karantina dengan melihat layar ponsel mereka. Entah itu untuk bekerja, belajar, atau mendapatkan berita terbaru.

Advertisement

Cahaya dari layar ponsel ternyata bisa membuat otak berhenti untuk memproduksi hormon melatonin, sehingga Anda pun kesulitan tidur.

Bagi beberapa orang mungkin terbiasa bekerja di rumah. Namun, hal ini tidak berlaku bagi mereka yang menjalani rutinitas harian dengan pergi ke kantor. Hilangnya rutinitas tersebut membuat waktu bangun dan tidur menjadi tidak konsisten. 

Akibatnya, mood menjadi jelek, motivasi, dan energi pun menurun yang ternyata bisa menyebabkan seseorang tidur siang terlalu lama. Tentu saja tidur siang terlalu lama bisa mengganggu jadwal tidur malam Anda, bukan?

Pentingnya tidur cukup selama pandemi

mendinginkan ruangan yang panas agar mudah tidur

mendinginkan ruangan yang panas agar mudah tidur

Sudah bukan rahasia umum lagi akibat dari susah tidur dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, terutama selama pandemi COVID-19. Padahal mendapat tidur yang cukup sama pentingnya dengan rutin berolahraga dan mendapatkan nutrisi yang cukup untuk menghadapi COVID-19.

Advertisement

Akibat dari kurang tidur dapat membuat pikiran menjadi mudah stres dan mungkin memutuskan hal-hal yang tidak masuk akal. Anda mungkin menjadi lebih mudah marah hingga memberikan dampak pada hubungan dengan orang lain, termasuk keluarga, teman, dan pasangan. 

Kondisi ini juga berpengaruh terhadap kesehatan fisik Anda, terutama sistem kekebalan tubuh yang penting dalam melawan penyakit pernapasan ini. Hal ini dikarenakan tidur membantu tubuh melawan infeksi. Apabila tidak mendapatkan kualitas yang baik, respons kekebalan tubuh akan terganggu.

nutrisi cegah COVID-19nutrisi cegah COVID-19

Oleh karena itu, susah tidur harus segera diatasi, terutama ketika menjalani karantina di rumah selama pandemi COVID-19. 

Tips mengatasi susah tidur selama pandemi

Upaya mencegah COVID-19 tidak hanya sebatas menggunakan masker dan mencuci tangan menggunakan sabun serta air yang mengalir. Anda perlu membuat tubuh tetap sehat agar sistem kekebalan mampu menangkal penyakit. 

Advertisement

Susah tidur selama pandemi memang bisa menjadi salah satu faktor yang membuat tubuh tidak fit dan mungkin meningkatkan risiko terkena penyakit. Agar hal ini tidak terjadi pada Anda, ada beberapa cara untuk mendapatkan tidur yang cukup meskipun sedang menjalani karantina di rumah. 

1. Membuat jadwal tidur

tips menjaga pola tidur saat puasa

tips menjaga pola tidur saat puasa

Salah satu cara mengatasi susah tidur selama pandemi adalah dengan membuat jadwal tidur. Kebanyakan orang mungkin merasakan hal-hal yang sangat berbeda ketika menjalani karantina dan mengharuskan mereka bekerja di rumah.

Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang diberhentikan dari pekerjaan yang tentu memengaruhi kesehatan mental. 

Sebenarnya, satu hal yang perlu Anda ingat dan perhatian adalah menjaga kehidupan Anda sedekat mungkin dengan rutinitas yang biasa dijalani. Mulai dari mandi sebelum bekerja hingga waktu tidur saat kehidupan normal. 

Advertisement

Cobalah untuk mencari tahu kebutuhan tidur Anda dengan bereksperimen dalam jumlah yang berbeda. Lalu, usahakan untuk memprioritaskan jam tidur yang menurut Anda paling baik, entah itu 6 atau 9 jam, semuanya sesuai dengan kebutuhan masing-masing. 

Bekerja dan menjalani karantina di rumah selama pandemi seharusnya tidak mengharuskan Anda untuk beraktivitas hingga larut malam dan membuat susah tidur. Maka itu, cobalah untuk memanfaatkan hal ini sebaik-baiknya untuk memperbaiki kualitas tidur Anda. 

2. Mengatur asupan berita harian

FOMO adalah

FOMO adalah

Salah satu penyebab mengapa Anda stres hingga membuat susah tidur selama pandemi adalah mengisi waktu dengan terlalu banyak membaca berita. 

Tidak membaca berita akan membuat Anda ketinggalan informasi, terutama soal pandemi yang telah mewabah di seluruh dunia ini. Namun, tidak ada salahnya untuk membatasi paparan berita, terutama hal-hal yang berisi konten negatif dan dapat merusak suasana hati. 

Advertisement

Berikut ini ada beberapa tips yang bisa membantu Anda dalam mengatur asupan berita harian. 

  • membandingkan berapa kali sehari memeriksa ponsel dengan durasi baca berita
  • mulai mencari berita positif dan membatasi berita berisi konten negatif
  • mengurangi baca berita sebelum tidur
  • membaca berita berisi fakta, bukan gosip atau konten yang belum tentu benar

Berita Tentang Coronavirus Bisa Bikin Kesehatan Mental Memburuk, Lho

3. Mengurangi penggunaan ponsel sebelum tidur

Susah tidur selama pandemi COVID-19 juga bisa disebabkan oleh terlalu seringnya memainkan ponsel tepat sebelum tidur, terutama dalam penerangan yang kurang.

Dengan membatasi baca berita ternyata juga berpengaruh terhadap penggunaan ponsel sebelum tidur.

Terlebih lagi Anda mungkin merasa bosan ketika menjalani karantina, sehingga satu-satunya penyelamat adalah komunikasi bersama teman dan permainan di ponsel. Padahal menatap layar ponsel sepanjang hari hanya akan membuat kualitas tidur Anda lebih jelek. 

Advertisement

Cobalah untuk mengganti kebiasaan tersebut dengan membaca buku atau mendengarkan lagu yang membantu Anda tertidur lebih nyenyak. 

4. Membatasi durasi tidur siang

siang tidur malam begadang

siang tidur malam begadang

Tidak terlalu banyak kegiatan saat bekerja dari rumah membuat kebanyakan orang tergoda untuk menghabiskan waktu mereka dengan tidur siang. Akibatnya, susah tidur selama pandemi COVID-19 pun tidak terelakkan. 

Oleh karena itu, Anda mungkin bisa mulai membatasi durasi tidur siang. Normalnya, tidur siang yang baik dapat berlangsung sekitar 30 menit sampai satu jam dan dilakukan sebelum jam 2 siang. 

Apabila Anda termasuk orang yang mengalami masalah tidur sebelum pandemi ini terjadi, usahakan untuk tidak tidur siang agar pada malam hari bisa beristirahat. 

Advertisement

Sebenarnya, mengatasi susah tidur selama pandemi tidak jauh berbeda dengan cara mendapatkan tidur yang berkualitas. Keempat cara di atas pun perlu diimbangi dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti berolahraga dan konsumsi makanan sehat agar tidak stres.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Nasional19 jam ago

Wapres Gibran Rakabuming Terima 3 Tim Mahasiswa UB Termasuk Pembuat Rompi Anti Tantrum

Sport20 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4–6 September 2026

Sport20 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan 1 Lengkap

Pemerintahan1 hari ago

Pilar Saga Ichsan Tinjau Pembangunan Turap di Vila Pamulang, Grand Serpong dan Bukit Nusa Indah

Pemerintahan1 hari ago

Komisi Informasi Banten Nilai Inovasi Pemkot Tangsel Semakin Meningkat

Jabodetabek2 hari ago

IPW Desak Polri Bongkar Aktor Intelektual di Balik Kerusuhan Demo DPR

Kabupaten Tangerang2 hari ago

Persita Tangerang Datangkan Dion Wilhelmus Eddy Markx dari Persib Bandung untuk BRI Super League 2026/27

Sport2 hari ago

BRI Super League 2026/27 Siap Bergulir, I.League Tegaskan Target Tembus 10 Besar Asia

Sport2 hari ago

Ferry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?

Pemerintahan2 hari ago

DLH Kota Tangsel Gelar Uji Emisi Selama 3 Hari, Targetkan 1.500 Kendaraan

Pemerintahan3 hari ago

Benyamin Davnie: Hingga Akhir Agustus 2026, Cek Kesehatan Gratis di Tangsel Capai 53 Persen

Tangerang Selatan3 hari ago

Gilang Muhammad Iqbal Juara Sayembara Desain Batik Khas Tangsel 2026, Bawa Karya “Ming Galih Gaya”

Pemerintahan3 hari ago

Pilar Saga Ichsan Dorong Desainer Lokal Tembus Tingkat Global

Sport4 hari ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia U-20: Jadwal, Jam Kick Off, dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Sport4 hari ago

Jadwal Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 AFC 2027

Sport4 hari ago

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Banten4 hari ago

Dewa United Datangkan Bek Muda Alfharezzi Buffon dari Garudayaksa

Nasional4 hari ago

Hasil Muktamar ke-35 NU: KH Miftachul Akhyar Rais Aam, Gus Kikin Ketua Umum PBNU 2026-2031

Hukum4 hari ago

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Mutasi 424 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda Berganti

Sport4 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026

Pemerintahan3 minggu ago

Parade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan

Pemerintahan3 minggu ago

Pemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu

Pemerintahan3 minggu ago

Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen

Pemerintahan3 minggu ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel

Banten1 minggu ago

Hasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT

Pemerintahan2 minggu ago

Benyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi

Pemerintahan2 minggu ago

Tb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel

Nasional4 hari ago

Profil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Pemerintahan2 minggu ago

Tingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangsel Belajar Content Creator dan Coding di Masjid

Nasional4 hari ago

5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Sport4 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026

Nasional4 hari ago

Rais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU

Pemerintahan3 minggu ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Perkuat Persatuan dan Kontribusi untuk Pembangunan

Pemerintahan2 minggu ago

Tasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Masyarakat Tangsel Perkuat Kebersamaan

Nasional2 minggu ago

Kunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf

Pemerintahan2 minggu ago

TARA C-MORE, Daycare Ramah Anak di Pemkot Tangsel

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Langsung Kondisi Warga Kampung Waso dengan Sepeda Motor

Techno2 minggu ago

3 Cara Kerja eSIM XL untuk Koneksi Tanpa Kartu Fisik

Pemerintahan3 minggu ago

Penurunan Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Generasi Muda Harapan Bangsa

Populer