Connect with us

Lifestyle

5 Pengobatan Kontraktur Dupuytren Plus Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Kontraktur dupuytren mungkin asing di telinga Anda. Kondisi ini memengaruhi lapisan jaringan di bawah kulit telapak tangan yang mengakibatkan posisi jari tangan menjadi tertekuk. Untungnya kondisi ini dapat diobati. Apa saja pengobatan untuk kontraktur dupuytren? Lantas, adakah komplikasi yang mungkin terjadi dari pengobatan tersebut?

Berbagai pengobatan untuk kontraktur dupuytren

Kontraktur dupuytren menyebabkan adanya penebalan jaringan di telapak tangan yang menarik jari. Akibatnya, posisi jari yang awalnya bisa ditekuk dan diluruskan, menjadi kaku dan terus tertekuk.

Biasanya, kondisi ini terjadi pada jari manis dan kelingking. Meskipun tidak membahayakan jiwa, kondisi ini cukup mengganggu. Seiring berjalannya waktu, kondisi jari akan bertambah parah dan sulit digunakan.

Sumber: Hub Pages

Supaya tidak menimbulkan kecacatan, orang dengan kontraktur dupuytren harus menjalani pengobatan. Berikut beberapa pengobatan yang bisa dijalani pasien.

1. Peregangan dan suntik kortison

Gerakan peregangan disertai pemasangan belat (bidai, atau papan kecil untuk membalut tulang) merupakan pengobatan yang paling umum untuk jari tertekuk. Tujuannya untuk meningkatkan mobilitas sendi di tangan supaya tidak kaku.

Advertisement

Selain peregangan, dokter juga akan menyuntikan kortison untuk meminimalisir penebalan kulit pada area telapak tangan yang terkena. Sayangnya, pengobatan ini tidak efektif untuk dijadikan perawatan utama atau bila dilakukan secara terpisah, contohnya hanya peregangan saja tanpa suntikan kortison atau sebaliknya. Pengobatan ini biasanya lebih efektif dilakukan pascaoperasi.

2. Jarum aponeurotomi

Pengobatan ini dilakukan dengan menusukkan jarum pada jaringan dupuytren yang menarik jari tangan. Dengan begitu, jaringan akan semakin longgar dan memungkinkan jari tangan untuk berkontraksi dan bergerak. Dokter akan menusukkan jarum pada beberapa lokasi di sekitar jaringan tersebut tanpa membuat sayatan.

Pengobatan jarum aponeurotomi sangat aman. Sayangnya, tidak semua kondisi dupuytren dapat disembuhkan dengan cara ini. Pada beberapa kasus, dupuytren dapat kembali kambuh dengan cepat.

3. Suntik collagenase

vaksin suntik

vaksin suntik

Collagenase adalah enzim khusus yang disuntikkan pada area yang telapak tangan yang terkena. Tujuannya untuk memecah jaringan yang mengencang supaya jari dapat berkontraksi dan tidak lagi kaku.

Advertisement

Pengobatan kontraktur dupuytren ini tidak bisa hanya dilakukan sekali suntik. Pasien akan diminta melakukan penyuntikkan lagi dalam rentan waktu 2 hingga 3 hari, agar jaringan yang menarik jari pecah.

4. Operasi

Operasi adalah pengobatan paling umum untuk kontraktur dupuytren. Ketika operasi dilakukan, dokter akan membuat sayatan langsung di area jaringan dupuytren, mengangkatnya, dan menutup sayatan kembali. Setelah pengangkatan jaringan, bagian tangan akan diperban selama berminggu-minggu dan dipasang belat selama beberapa bulan.

Perawatan akan dilanjutkan dengan latihan peregangan jari, penyuntikan collagenase, dan jarum aponeurotomi agar kontraktur dupuytren tidak kembali kambuh. Pada beberapa kasus, operasi lanjutan dibutuhkan. Namun, lebih sulit ketimbang operasi pertama karena adanya jaringan parut di telapak tangan.

5. Perawatan salvage

Perawatan salvage diperuntukkan bagi orang dengan kontraksi dupuytren yang tidak bisa berhasil menjalani pengobatan sebelumnya. Ini adalah perawatan terakhir dan bertujuan untuk mencegah kondisi semakin parah. Beberapa prosedur yang akan dilakukan meliputi:

Advertisement
  • Fusi sendi. Operasi untuk mengatur sendi di sekitar jari yang menekuk sehingga jari tidak lagi bengkok.
  • Fiksasi eksternal. Memasangkan perangkat di tulang jari yang dapat meregangkan jaringan sehingga jari dapat berkontraksi.
  • Amputasi. Prosedur amputasi jarang dilakukan hanya pada beberapa kasus parah dengan tujuan untuk mempermudah pasien menggunakan tangannya.

Komplikasi dari pengobatan kontraktur dupuytren

pantangan rematik

pantangan rematik

Meskipun kontraktur dupuytren dapat diobati, risiko kembali kambuh tetap ada. Hampir 50% orang yang menjalani perawatan dalam waktu 3 hingga 5 tahun setelah perawatan, mengalami kondisi ini kembali.

Selain dapat kambuh, beberapa perawatan juga menimbulkan masalah baru, seperti kerusakan saraf, nyeri, dan jaringan parut. Kerusakan saraf terjadi hampir di semua perawatan, terutama melalui proses operasi. Rusaknya saraf dapat menyebabkan tangan mati rasa atau menimbulkan sensasi kesemutan pada telapak tangan yang terkena.

Kemudian, area tangan juga menimbulkan rasa sakit yang bisa muncul kapan saja. Jaringan parut juga bisa terbentuk setelah operasi dilakukan.

Apakah komplikasi pengobatan kontraktur dupuytren bisa dicegah?

Tidak ada cara khusus untuk menurunkan risiko komplikasi dari perawatan jari yang menekuk. Namun, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan. Mulailah dengan konsultasi pada dokter perihal jenis perawatan mana yang paling cocok untuk kondisi Anda.

Advertisement

Anda bisa mengunjungi dokter yang ahli di bidangnya, seperti dokter ortopedi. Selain perawatan, usahakan untuk menjaga aktivitas apa pun yang melibatkan tangan Anda. Lakukan pemeriksaan secara berkala supaya Anda tahu efektivitas pengobatan sekaligus kondisi tubuh Anda.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Sport3 hari ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport3 hari ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport3 hari ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport3 hari ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional4 hari ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan5 hari ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport5 hari ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport5 hari ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport5 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport5 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport5 hari ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan6 hari ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan6 hari ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan6 hari ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan1 minggu ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan1 minggu ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional1 minggu ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional1 minggu ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional1 minggu ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional1 minggu ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Nasional1 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Banten3 minggu ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport1 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport1 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis2 minggu ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Nasional1 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Nasional1 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Sport2 minggu ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Populer