Connect with us

Lifestyle

Bagaimana Cara Mendorong Anak Menjadi Atlet?

Olahraga bagi anak sangat bermanfaat dalam mendukung tumbuh kembangnya baik dari segi fisik, kognitif, maupun psikologis. Namun memotivasi anak agar jago olahraga dan menjadi atlet adalah lain hal. 

Bagaimana cara memotivasi anak agar gemar berolahraga? Sejauh mana peran orang tua? Seperti apa porsi latihan yang tepat untuk anak? 

Berikut hasil perbincangan Hello Sehat bersama Direktur Lembaga Psikologi Daya Insani, Sani Budiantini Hermawan, dan spesialis kedokteran olahraga di RS Mitra Keluarga, dr. Michael Triangto Sp.KO. 

Apa saja manfaat olahraga terhadap tumbuh kembang anak?

Michael: Olahraga merupakan kegiatan yang akan memaksimalkan atau mengoptimalkan pertumbuhan seorang anak. Artinya jika anak itu lebih banyak diperhatikan kemampuan akademiknya, kemampuan motoriknya tidak terlalu berkembang. Dengan olahraga, bukan hanya kemampuan akademik namun juga kemampuan motoriknya seimbang. 

Advertisement

Sani: Jadi pertama, olahraga itu bentuk kegiatan fisik yang menyehatkan, menyegarkan, dan melancarkan peredaran darah. Kedua, olahraga bisa membuat anak mengasah competition spirit dalam pertandingan atau bisa juga bisa mengasah team work. Selain itu, bisa juga mengasah kemampuan yang menjadi hobi sehingga dia bisa maju ke dalam pertandingan-pertandingan.

Anak yang senang olahraga itu anak yang aktif, tidak pasif, keterampilan motoriknya lancar. Diharapkan, olahraga bisa menyeimbangkan kemampuan akademis dan non akademisnya, sehingga balance. Dengan olahraga juga anak akan merasa lebih bahagia, lebih relaks. 

Jadi manfaat olahraga untuk anak itu juga bisa mengasah kognitif, daya nalar kecekatan, kemudian team work, sosialisasi, membangun kekompakan tim, termasuk juga kemampuan berbahasa, bagaimana komunikasi terhadap tim.

Bagaimana cara mengenalkan olahraga kepada anak?

Michael: Kita mulai dari balita. Kemampuan bergeraknya itu kan belum bagus, karena itu pada waktu awal tujuan olahraga itu untuk meningkatkan kemampuan lari, lempar, dan lompat. Itu dapat dimulai dengan olahraga. 

Advertisement

Nah kalau semakin besar, usia SD, tentunya kita makin bisa mengarahkan, olahraga yang cocok untuk dia, dia senang, dan juga dapat mengembangkan kemampuannya itu menjadi optimal.

Sani: Bayi aja juga udah bisa ada baby gym, jadi anak biasa bergerak. Gerakan itu memperlancar peredaran darah, otomatis akan membuat anak lebih fresh, daya tangkapnya lebih tinggi, lebih mudah terstimulasi. 

Dari kecil mungkin, dari usia 2 tahun bisa diperkenalkan olahraga. Yang jelas olahraga itu jangan kita anggap sebagai olahraga yang susah. Jadi jangan dulu mengatur anak dengan aturan-aturan baku sehingga anak akhirnya menghindari olahraga karena merasa menyulitkan. Bukan membuat dia happy. 

Orang tua harus membuat olahraga ini menjadi fun. Jadi hasilnya pun akan dirasakan anak. Dia bahagia, mengasah daya tangkap, daya nalar.

Advertisement

Usia berapa anak bisa langsung diajak latihan untuk menjadi atlet?

Michael: Pada beberapa cabang olahraga, memang anak-anak itu sangat penting untuk memulainya semuda mungkin, sekecil mungkin. Karena kalau terlalu tua usianya, sudah melampaui usia emasnya.

Oleh karena itu penting bagi si anak untuk diperkenalkan dulu olahraganya, baru pilih mana yang paling cocok. Kalau dari sisi kesehatan,kita ingin semua bisa berkembang, kemudian pada saat yang tepat baru anak itu memilih. Namun pada cabang olahrga tertentu, mau tidak mau memang mengharuskan kita sebagai orang tua memutuskan lebih awal. 

Di sini dibutuhkan kebijaksanaan dalam melihat kemampuan anak, tujuannya kan mengembangkan kemampuan anak secara optimal.

Sani: Kalau kita bilang usia SD ya, usia SD tuh anak-anak lagi eksplorasi sama masa kegiatan.  Jadi kalau dia mau eksplore ke tempat kegiatan latihan-latihan, ya boleh-boleh saja. Tapi mungkin si anak observasi dulu. 

Advertisement

Kalau dia nggak minat, ya nggak usah dilakukan. Yang penting sih mengajak anak berdiskusi, kemudian dikondisikan sampai anaknya mau. Jadi jangan dijebak, tiba-tiba datang terus latihan, anak jadi merasa dibohongi atau merasa tidak dianggap keinginannya.

Bagaimana jika orang tua berambisi menjadikan anaknya sebagai atlet? 

Michael: Ada perbedaan cara pandang antara porsi olahraga untuk kesehatan dan olahraga untuk prestasi.

Kalau olahraga untuk kesehatan, tentu ada batasan tertentu. Kalau berlebihan kita akan memaksakan otot-otot yang kecil ini bekerja terlalu keras. 

Tapi kalau dari sisi olahraga demi prestasi, itu harus dijalankan. Justru harus melampaui batasan kemampuan. Kalau tujuannya untuk prestasi, sebenarnya gak ada batasan yang jelas. Anak harus selalu melampaui batasan kemampuan dia, harus sampai capek, pegal, berkeringat, kalau tidak dia tidak akan berprestasi.

Advertisement

Batasannya yang pertama, apakah  anaknya happy atau nggak. Kalau latihannya nggak berat, happy dong. Apakah tepat atau tidak sampai batasan kemampuan tadi. Kalau sehabis latihan, dia berhari-hari tidak bisa melakukan seperti sebelumnya, berarti sudah berlebihan.

Pola latihan tidak boleh sama. Latihan itu harus personal, harus determine, sesuai dengan tingkat kemampuan. 

Sani: Ambisi orang tua bisa jadi alasan, tapi dia harus berhasil membuat anaknya juga berambisi. Yang susah itu kalau orang tuanya berambisi, tapi nggak berhasil membuat anaknya berambisi. Jadinya timpang, anak akan merasa tertekan.

Sekarang memang banyak jalur-jalur olahraga yang berprestasi dan diapresiasi oleh pemerintah. Salah satunya bisa masuk SMP atau SMA unggulan, atau kuliah di PTN melalui jalur prestasi. Ini bisa dimanfaatkan agar anak itu juga willing, karena dia merasa ini ada manfaat di kemudian hari. 

Advertisement

Jadi orang tua juga bisa berhasil membangun ambisi anak sehingga itu menjadi motivasi anak bukan hanya motivasi orang tua. Terutama kasih tahu manfaatnya apa, nanti sekolahnya lebih dimudahkannya seperti apa. Pandai-pandai orang tua untuk membangkitkan ambisi itu ke anaknya.

Bagaimana tips bagi orang tua untuk dapat mengenalkan dan memotivasi anaknya menjadi atlet? 

Michael: Saya sering melihat orang tua yang mendampingi anaknya dan akhirnya kecewa dengan hasilnya. Konsensus pertama, anak harus menyukai olahraga itu bukan dipaksakan. 

Setelah itu, orang tua harus secara jujur melihat bahwa anak saya batas kemampuannya sampai sini. Jadi kalau saya bicara pada orang tua yang mau anaknya jadi atlet, itu saya berikan rencana a, b, c. 

Orang tua harus jujur kalau anak memang tidak mampu, ya tidak usah, cari yang lain, kecuali ini menjadi ego orang tua. 

Advertisement

Sani: Pertama, anak dari kecil diperkenalkan beberapa jenis olahraga. Jadi kita bisa melihat talenta dan skill-nya bisa terlihat dari awal. 

Kemudian mengarahkan anak dengan cara melibatkan anak dalam kegiatan itu, melalui les-les, perbanyak latihan tapi dengan cara yang fun. 

Ketika nanti anak SD, barulah lebih diperkuat lagi, misal dengan ikut lomba. Kalau memang anak itu terbangun semangatnya untuk menjadi atlet, hobinya ke sana, talentanya ada, kenapa nggak masuk ke klub olahraga yang lebih formal. 

Tapi semua itu melalui proses. Jadi orang tua tidak boleh memaksa, harus melihat kapasitas anak, memahami anak, dan ada komunikasi dua arah.

Advertisement

Source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan2 jam ago

Gantikan Mukroni, H Ika Resmi Jadi Plt Kepala Dispora Tangsel

Pemerintahan2 jam ago

Alasan Mukroni Mundur dari Jabatan Kadispora Tangsel

Pemerintahan2 jam ago

Kadispora Tangsel Mengundurkan Diri, Pemkot Tangsel Pastikan Pelayanan Dispora dan Persiapan Porprov Banten 2026 Tetap Berjalan

Pemerintahan3 jam ago

Ular Sanca Masuk Permukiman Warga di Rempoa, Damkar Tangsel Lakukan Evakuasi

Pemberitahuan4 jam ago

Perizinan Tangsel Makin Mudah, SIMPONIE V3 Hadir dengan Fitur Ramah Difabel dan Real-Time

Tangsel ONE: Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel
Pemerintahan4 jam ago

Tangsel One Tambah Fitur Baru, Warga Tangsel Bisa Cari Loker hingga Cek Harga Pasar

Sport5 jam ago

FAM Tuntut Penjelasan FIFA soal Perubahan Waktu Tambahan Indonesia vs Bangladesh

Sport6 jam ago

Tamatlah Sudah Alkisah Kami: Malaysia Cetak 6 Gol ke Gawang Singapura, tapi Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Sport6 jam ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Sport6 jam ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Otomotif6 jam ago

iCAR V27, SUV Listrik Bergaya Offroad untuk Perjalanan Kota dan Luar Kota

Opini21 jam ago

Anak Remaja Makin Jarang Bercerita? Jangan-Jangan yang Dibutuhkan Bukan Nasihat, tetapi Kehadiran

Nasional1 hari ago

Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo

Otomotif1 hari ago

Motor Suzuki Access 125, Matic Klasik dengan Gaya Elegan dan Nyaman

Suzuki XL7, Mobil SUV Keluarga dengan Interior Nyaman, Fitur Lengkap, dan Desain Gagah
Otomotif1 hari ago

Suzuki XL7, Mobil SUV Keluarga dengan Desain Gagah dan Fitur Lengkap

Nasional1 hari ago

Listyo Sigit Prabowo Bakal Dilantik jadi KSP?

Nasional1 hari ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Nasional1 hari ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Nasional1 hari ago

Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Hari Ini Gantikan Listyo Sigit Prabowo

Nasional1 hari ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport2 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional3 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Politik3 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Tangerang Selatan3 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Banten2 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Nasional3 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Nasional3 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Sport2 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Populer