Ciputat
UIN Syarif Hidayatullah Bangun Klinik di Setu dan Reni Jaya
Dua Klinik Pelayanan Kesehatan Masyarakat kampus UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat Kota Tangsel diresmikan. Pembangunan dua klinik tersebut memakan anggaran sebesar Rp22 miliar.
Kepala Bidang Tata Usaha Fakultas Kedokteran UIN Ciputat, Ahmad Zaidi mengatakan, pembangunan klinik tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Jepang dibidang pelayanan kesehatan.
“Untuk pembangunan gedung di luas 4.000 meter di wilayah Buaran Setu dan 3.825 meter di wilayah Reni Jaya menghabiskan anggaran Rp 22 juta diluar dari peralatan kedokterannya,”ungkap Kepala Bidang Tata Usaha Fakultas Kedokteran UIN, Ahmad Zaidi, disela-sela peresmian.
Lanjut Ahmad, untuk alat-alat kedokteran angaran yang digunakan di dua klinik sebesar Rp 8 miliar. Sedangkan untuk pembebasan lahannya, bukan merupakan bantuan dari Jepang, melainkan angaran murni dari UIN menggunakan angaran pendapatan negara bukan pajak sebesar Rp1,8 miliar.
Ahmad mengatakan, bantuan jepang ini sepaket dengan bantuan pembangunan Fakultas Kedokteran UIN lalu. Namun, untuk klinik ini merupakan pelayanan bidang kesehatan berbasis masyarakat yang diinginkan pemerintah Jepang.
“Pemerintah Jepang menginginkan pembangunan di tengah masyarakat yang jauh dari akses rumah sakit atau pelayanan kesehatan lainnya,”katanya.
Dia menjelaskan, konsep klinik ini sama dengan puskesmas, “Mudah-mudahan bisa disubsidi agar bisa gratis untuk masyarakat,”katanya.
Lanjutnya, untuk saat ini, konsepnya dijam-jam tertentu akan gratis untuk masyarakat yang ingin berobat di dua klinik UIN itu.
Sementara, Penangung jawab klinik UIN Reni Jaya, Siti Nur mengatakan, hingga akhir Desember pelayanan kesehatan ini diberikan gratis untuk masyarakat. “Ada lima pelayanan atau poli yang berada di dua klinik ini diantaranya Poli Umum, Gigi, UGD, dan kedepannya akan ada rawat inap dan persalinan,”ungkap pakar DNA lulusan Jepang itu.
Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, Dadang mengatakan, UIN sudah mengaplikasikan pelayanan langsung ditengah-tengah masyarakat.
Untuk membantu pelayanan klinik ini, Pemkot Tangsel memberikan bantuan Jampersal, setiap persalinan gratis dan dibayar Dinkes Kota Tangsel.
Tidak hanya itu untuk pelayanan rongent, dinas kesehatan akan memsubsidi kaca film untuk rongent.dan operasionalnya tanggung jawab klinik UIN.
“Jika klinik ini membutuhkan obat-obatan,maka akan dibantu, dengan catatan tidak membebankan kemasyarakat,”ungkapnya. (tangerangnews)
Banten4 hari agoKomisi V DPRD Banten Siap Awasi Ketat Pelaksanaan SPMB 2026
Bisnis4 hari ago75 Persen Kelas Menengah Indonesia Tertekan secara Finansial
Bisnis4 hari agoIndofood Sponsori Film Animasi Garuda di Dadaku
Nasional4 hari agoJelang Hari Kartini, Selvi Gibran Rakabuming Dorong Penguatan Peran Perempuan dan Kesetaraan Gender dengan Kolaborasi Lintas Sektoral
Bisnis4 hari agoFujifilm Indonesia Bawa Kebahagiaan ke Panti Asuhan Lewat Program ‘First Family Photo’
Bisnis4 hari agoIsoplus Run Series 2026 Targetkan 17.000 Pelari
Bisnis4 hari agoPINTU Perkuat Edukasi dan Literasi Crypto bagi Generasi Muda
Nasional4 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Ajak Industri Kreatif Perkuat Kolaborasi Strategis
















