Lifestyle
Daging untuk Anak, Harus Seberapa Banyak Dalam Sehari yang Aman?

Selain telur dan ikan, daging termasuk salah satu sumber protein yang baik untuk mendukung tumbuh kembang anak. Meskipun padat vitamin dan mineral, para ortu juga harus ingat bahwa daging mengandung tinggi lemak yang tidak baik dikonsumsi dalam jumlah yang banyak, terlebih bagi anak-anak. Lantas, seberapa banyak porsi daging untuk anak yang boleh dikonsumsi dalam sehari?
Kenali dulu kandungan gizi pada daging
Daging adalah makanan paling kaya protein, zat besi, dan vitamin B12 yang baik untuk kesehatan anak. Dikutip dari Healthline, setiap 100 gram daging merah mengandung:
- Energi: 170 kalori
- Lemak: 10 gram
- Zinc: 32 persen dari kebutuhan harian
- Vitamin B12: 37 persen dari kebutuhan harian
- Vitamin B3: 25 persen dari kebutuhan harian
- Selenium: 24 persen dari kebutuhan harian
- Vitamin B6: 18 persen dari kebutuhan harian
- Zat besi: 12 persen dari kebutuhan harian dan lebih mudah diserap dalam tubuh
Dilihat dari kandungan nutrisinya, daging mengandung tinggi kalori dan lemak. Semakin banyak asupan kalori dan lemak dalam tubuh anak, maka semakin besar pula risiko penyakit jantung dan obesitas pada anak di masa perkembangannya.
Namun, ini bukan berarti anak tidak boleh makan daging sama sekali, ya. Ingat, masih ada kandungan vitamin dan mineral pada daging yang bermanfaat untuk dapat menambah energi dan menjaga daya tahan tubuh anak.
Lantas, berapa banyak daging untuk anak yang aman dikonsumsi?

Mulai usia dua tahun, anak sudah boleh makan daging sapi untuk menambah asupan proteinnya. Namun, porsinya tentu tidak sebanyak orang dewasa, ya.
Berdasarkan Angka Kebutuhan Gizi dari Kementerian Kesehatan RI, anak usia 1-3 tahun membutuhkan 1600 kalori, 26 gram protein, dan 44 gram lemak. Bagaimanapun caranya, angka ini harus dipenuhi dengan kombinasi menu makanan yang mengandung gizi seimbang, baik dari makanan pokok, sayur, buah, makanan berprotein, sampai produk susu.
Elisa Zied, seorang ahli gizi bersertifikat sekaligus juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, mengungkapkan bahwa angka kebutuhan tersebut dapat diperoleh dengan mengonsumsi 56 gram daging untuk anak setiap harinya. Artinya dalam seminggu, porsi daging untuk anak masih dapat dibilang aman jika tidak lebih dari 283 gram daging.
Anak tidak mau makan daging, apa yang harus dilakukan?

Anak Anda mungkin tidak doyan makan daging sapi karena berbagai alasan, mulai dari tekstur yang keras, susah dikunyah, atau rasanya yang tidak enak. Alhasil, anak akan lebih memilih makan telur atau ayam yang rasanya lebih enak dan mudah dicerna.
Sebagai orangtua, jangan dulu berkecil hati saat melihat anak menolak makan daging. Ada beberapa trik yang bisa Anda lakukan saat memberikan daging untuk anak, di antaranya:
1. Masak daging sampai empuk
Tekstur daging yang keras sering kali menjadi penyebab anak tidak mau makan daging. Karena itulah, pastikan Anda sudah benar-benar memasak daging untuk anak hingga empuk dan mudah dikunyah.
Anda bisa menyajikan daging untuk anak dengan mengolahnya menjadi sosis, bakso, atau burger yang lebih disukai anak-anak. Pilihlah daging yang rendah lemak karena biasanya teksturnya lebih lunak dan mudah diolah.
2. Suapi daging untuk anak sesering mungkin
Anak sejatinya adalah peniru ulung orangtuanya. Artinya, anak biasanya akan mencontoh semua yang dilakukan oleh orangtuanya.
Maka itu, ajak si kecil untuk makan daging bersama sambil menyuapinya sedikit demi sedikit. Meskipun si kecil terus menolak makan daging, tetap tawarkan pelan-pelan. Lama-lama, anak akan belajar menyukai rasa daging dan terbiasa untuk mengunyahnya.
3. Berikan alternatif sumber protein lain
Kalau Anda sudah melakukan banyak cara tapi si kecil tetap saja tidak doyan makan daging, maka biarkan si kecil memilih makanan yang ia sukai. Hindari memaksa anak makan daging, karena takutnya anak malah jadi susah makan.
Yang terpenting, pastikan kebutuhan protein anak tetap tercukupi setiap harinya. Ganti menu daging dengan alternatif sumber protein lainnya seperti ikan, telur, tempe, dan tahu yang lebih disukai anak-anak. Tenang, makanan tersebut umumnya mengandung nutrisi yang sama seperti daging, hanya saja kandungan zat besinya lebih rendah.
Untuk memudahkan penyerapan zat besi dari makanan, berikan si kecil makanan sumber vitamin C seperti jeruk atau stroberi sebagai camilan. Anda bisa juga menambahkan kentang dan tomat dalam menu makanan anak untuk memperkaya asupan vitamin C.
Kabartangsel.com
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 5 September: Persik Kediri vs Dewa United, PSIM Yogyakarta vs Persita, Bhayangkara FC vs Persebaya, dan Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta
Sport2 minggu agoPSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Punya Rekor Apik di Bantul
Banten1 minggu ago40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang
Sport2 hari agoJadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2
Sport2 hari agoJadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Nasional6 hari agoPurbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan
Sport2 hari agoDaftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026
Nasional4 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya








































