Bisnis
MAXY Academy Menjawab Kebutuhan Talenta Digital: Potensi Profesi AI dan Cybersecurity di Indonesia
Jakarta, 7 April 2025 – Seiring pesatnya perkembangan teknologi dan adopsi kecerdasan buatan (AI) secara global, kebutuhan akan talenta digital terus meningkat secara signifikan. Tiga profesi yang kini paling banyak dibutuhkan dalam ekosistem teknologi adalah AI Engineer, Applied AI Specialist, dan Cybersecurity Analyst.
Menurut laporan Future of Jobs Report 2023 dari World Economic Forum, profesi terkait AI dan keamanan siber diproyeksikan menjadi 10 besar pekerjaan yang paling tumbuh cepat hingga tahun 2027. Bahkan, permintaan untuk tenaga kerja dengan keterampilan AI meningkat hingga 40% lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Tiga Profesi Teknologi Paling Dicari di Era Digital
Di balik kemajuan teknologi yang kita rasakan—dari chatbot cerdas, sistem rekomendasi video, hingga transaksi digital yang aman—ada peran penting para profesional di bidang teknologi. Tiga di antaranya kini jadi sorotan global: AI Engineer, Applied AI Specialist, dan Cybersecurity Analyst.
AI Engineer adalah otak di balik sistem cerdas. Mereka membangun teknologi seperti machine learning dan deep learning yang bisa “berpikir” dari data. Permintaan global terhadap profesi ini naik lebih dari 70% sejak 2020, dan terus tumbuh seiring makin banyaknya perusahaan yang mengadopsi AI.
Sementara itu, Applied AI Specialist berperan menerjemahkan teknologi menjadi solusi nyata di lapangan. Dari membantu dokter mendiagnosis penyakit dengan AI, hingga merancang sistem deteksi penipuan di sektor keuangan—profesi ini jadi jembatan antara inovasi dan kebutuhan industri. Menurut McKinsey, integrasi AI yang tepat bisa meningkatkan profit bisnis hingga 20%.
Di sisi lain, ancaman dunia digital juga terus meningkat. Di sinilah Cybersecurity Analyst berperan menjaga data dan sistem dari serangan siber. Tugas mereka: mendeteksi celah, memantau potensi serangan, dan merespons dengan cepat. IBM mencatat kerugian rata-rata akibat kebocoran data mencapai USD 4,45 juta—dan angka ini makin naik setiap tahun.
Ketiganya bukan hanya profesi masa depan—mereka adalah fondasi dunia digital yang sedang kita bangun sekarang.
Indonesia Butuh Talenta Digital Sekarang
Transformasi digital di Indonesia sudah tidak bisa ditunda. Namun, laju pertumbuhan teknologi belum diimbangi dengan ketersediaan talenta yang memadai. Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat, Indonesia memerlukan setidaknya 600.000 talenta digital baru setiap tahunnya hingga 2030 untuk mengimbangi kebutuhan industri.
Di sisi lain, laporan Google, Temasek, dan Bain & Company menunjukkan bahwa nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai USD 360 miliar pada 2030—terbesar di Asia Tenggara. Tanpa talenta yang kompeten di bidang strategis seperti AI dan keamanan siber, potensi tersebut terancam stagnasi atau bahkan gagal terwujud.
Kesenjangan ini bukan sekadar masalah kapasitas, tapi juga soal ketahanan. Ketika kebutuhan industri tidak terpenuhi oleh talenta lokal, risiko ketergantungan terhadap tenaga kerja asing semakin besar. Maka dari itu, akselerasi penciptaan SDM digital menjadi prioritas utama.
AACTAP: Program Akselerator Talenta AI dan Cybersecurity Tingkat Asia
Menjawab kebutuhan ini, Maxy Academy bersama mitra regional menghadirkan Asia AI Cyber Talent Accelerator Program (AACTAP)—sebuah program intensif yang dirancang untuk mencetak generasi baru talenta teknologi yang siap kerja di bidang AI dan keamanan siber.
AACTAP menggabungkan pendekatan berbasis proyek nyata (real-world problems), kolaborasi lintas negara, dan mentoring langsung dari pelaku industri. Program ini terbuka bagi mahasiswa, fresh graduate, hingga profesional muda yang ingin bertransformasi atau career shift ke sektor teknologi masa depan.
“Kami percaya bahwa masa depan AI dan keamanan siber bukan hanya soal teknologinya, tapi soal siapa yang siap menguasainya. Lewat AACTAP, kami ingin melahirkan talenta yang bukan hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu memimpin transformasi digital di kawasan Asia,” ujar Andy Febrico Bintoro, CTO & Co-Founder MAXY Academy.
Dengan dukungan komunitas teknologi Asia dan ekosistem pembelajaran berbasis AI, AACTAP siap membawa Indonesia menjadi salah satu hub pengembangan talenta digital di kawasan regional.
Sport7 hari agoVeda Ega Pratama Kena Hukuman Long Lap Penalty, Misi Berat Menanti di Moto3 Hungaria 2026
Nasional7 hari agoKementerian UMKM Terus Dorong Penguatan Kemitraan Global bagi Pelaku UMKM Indonesia
Nasional7 hari agoWamen UMKM Helvi Moraza Dorong Bali Jadi Pusat Wellness Dunia
Bisnis6 hari agoIKPP Tangerang 50 Tahun Berkarya, Perkuat Kontribusi Lingkungan dan Sosial melalui Rekam Jejak Penghargaan Berkelanjutan
Komunitas6 hari agoKONGRES 2026 Tandai Era Baru Kebangkitan Musik Reggae Lokal di Tangsel
Nasional6 hari agoPresiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, serta Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden
Sport6 hari agoShin Tae-yong Resmi Jadi Pelatih Kepala Persija Jakarta untuk Musim 2026/2027
Pendidikan5 hari agoCreative Portfolio Showcase 2026, Terobosan SMK Budi Luhur dalam Penilaian Kompetensi Siswa





















