Pemerintahan
Tukar Informasi, Dinkes Tangsel Kunjungi Banyuwangi

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan kunjungan kerja ke Dinkes Banyuwangi, Kamis (10/10/2013). Kunjungan ini untuk menjajaki kerjasama, tukar ilmu dan program. Sekaligus mempelajari program kesehatan milik Dinkes Banyuwangi, untuk diterapkan di Kota Tangerang Selatan.
(Plt) Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono mengatakan, kedatangan Dinkes Kota Tangsel merupakan kelanjutan dari bentuk implementasi kerjasama antara Pemkab Banyuwangi dan Kota Tangsel. Saat Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas study mission di Kanada bersama Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, beberapa bulan yang lalu.
“Ini dilakukan untuk mencari dan saling memberi informasi, terkait pembangunan kesehatan di masing-masing daerah. Kita meneruskan program pimpinan kita yang sudah ada kerjasama saat di Kanada lalu,” ujar pria yang biasa disapa Rio ini saat dikonfirmasi sunriseofjava.com.
Dia menambahkan, kunjungan kerja Dinkes Kota Tangsel lebih difokuskan pada kerjasama atau koordinasi, antara Dinkes dengan Puskesmas di Banyuwangi. Sebab itu rombongan Dinkes Tangerang Selatan diajak untuk mendatangi beberapa Puskesmas, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan dan Pusat Kesehatan Jiwa Masyarakat serta Klinik Ketergantungan Obat (PKJM-KKO) di Kecamatan Licin Banyuwangi.
“Untuk puskesmas yang di kunjungi adalah puskesmas rawat inap di Kecamatan Sempu dan puskesmas rawat jalan di Puskesmas Kertosari,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinkes Kota Tangsel drg. Ida Lidya mengatakan, kedatangan rombongan Dinas Kesehatan Tangerang Selatan ke Banyuwangi bukan hanya kunjungan kerja antar dinas dan antar Kabupaten/Kota saja. Namun untuk menjajaki kerjasama lebih lanjut, terkait pembangunan kesehatan antara kedua Kabupaten tersebut.
“Banyak program yang bisa ditiru Kota Tangerang Selatan. Salah satunya adalah program kerja dan koordinasi antara Dinas Kesehatan Banyuwangi bersama dengan Puskesmas. Sebab usia Kota Tangerang Selatan baru 5 tahun. Sehingga masih banyak yang harus di perbaiki lagi,” ujarnya ditemui terpisah.
Pihaknya, lanjutnya, juga ingin mendapatkan ilmu terkait dengan program rawat inap dan Unit Gawat Darurat (UGD) yang ada di Puskesmas. Selain itu, adanya puskesmas berhati MP3 (Bersemangat kerja dengan hati menuju peningkatan pelayanan publik) sebagai bentuk peningkatan pelayanan terhadap pasien yang dilakukan semua Puskesmas di Banyuwangi patut dicontoh Kota Tangerang Selatan.
“Saat ini beberapa Puskesmas di Tangerang Selatan sudah menerapkan rawat inap, tapi masih belum menerapkan adanya pelayanan UGD di masing-masing puskesmas,” tandas wanita berjilbab ini. (SOJ/kt)
Bisnis3 hari ago75 Persen Kelas Menengah Indonesia Tertekan secara Finansial
Bisnis3 hari agoIndofood Sponsori Film Animasi Garuda di Dadaku
Banten3 hari agoKomisi V DPRD Banten Siap Awasi Ketat Pelaksanaan SPMB 2026
Bisnis3 hari agoFujifilm Indonesia Bawa Kebahagiaan ke Panti Asuhan Lewat Program ‘First Family Photo’
Nasional3 hari agoJelang Hari Kartini, Selvi Gibran Rakabuming Dorong Penguatan Peran Perempuan dan Kesetaraan Gender dengan Kolaborasi Lintas Sektoral
Bisnis3 hari agoIsoplus Run Series 2026 Targetkan 17.000 Pelari
Bisnis3 hari agoPINTU Perkuat Edukasi dan Literasi Crypto bagi Generasi Muda
Nasional3 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Ajak Industri Kreatif Perkuat Kolaborasi Strategis

















