Connect with us

Kabartangsel.com, GIANYAR – Bali United akan menjamu tim yang sedang onfire, Persebaya Surabaya, Minggu (18/11) malam di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Persebaya datang ke Gianyar membawa misi tunggal: mengamankan status mereka di Liga 1 musim depan.

Tuan rumah Serdadu Tridatu-julukan Bali United tidak akan tampil dengan kekuatan penuh lawan Persebaya. Mereka kehilangan sang top skor Stefano Lilipaly dan bek Ricky Fajrin. Keduanya masih memperkuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia di Piala AFF 2018.

Bukan hanya itu, tim kebanggaan Semeton Dewata tersebut juga tidak bisa menurunkan Brwa Nouri karena harus bergabung dengan Tim Nasional Irak. Nouri akan memperkuat negaranya mulai 12 November hingga 20 November.

Selain ketiga pemain yang absen karena agenda Timnas, Bali United terancam tidak diperkuat tiga pemain lain yang masih dalam proses penyembuhan cedera. Mereka adalah Yabes Roni, Ahmad Agung, dan Nyoman Sukarja.

Advertisement

Dalam konfrensi pers Sabtu (17/11) siang, pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro mengaku sudah mempersiapkan para pengganti para pemain yang absen. Widodo menegaskan bahwa Bali United sudah sangat siap untuk meladeni Persebaya.

“Dari segi teknis, mental, dan psikologis, pemain kami sudah siap untuk pertandingan melawan Persebaya. Tentu motivasi kami adalah memenangkan pertandingan ini. Sebab kami bermain di kandang sendiri,” tegas pelatih asal Gresik itu.

Performa Bali United dalam tiga pertandingan terakhir memang mengecewakan. Fadil Sausu dan kolega hanya memperoleh satu kemenangan, dua kali seri, dan dua kali kalah. Walaupun demikian, mereka belum terkalahkan dalam enam laga kandang terakhir.

Sementara Persebaya menjadi salah satu tim yang tampil bagus dalam beberapa pekan terakhir di Liga 1 2018. Green Force-julukan Persebaya memenangkan empat dari lima pertandingan terakhirnya. Saat ini mereka berusaha masuk ke jajaran atas.

Advertisement

Persebaya juga berhasil menundukkan tim-tim kandidat juara seperti PSM Makassar, Persija Jakarta, dan Persib Bandung. Bagi Widodo, kebangkitan Persebaya tak lepas dari peran Djadjang Nurdjaman. Pelatih yang akrab disapa Djanur ini gabung ke Persebaya pada awal September 2018.

“Coach Djanur pelatih berpengalaman. Dia bisa angkat tim terpuruk. Jadi bukan pemainnya saja, pelatihnya juga patut diwaspadai. Racikannya cukup bagus. Prinsipnya itu attacking football. Karena tipikal pemainnya seperti itu,” sanjung Widodo.

Sementara itu, Persebaya datang ke Bali dengan penuh percaya diri. Selain faktor kondisi tim yang sedang bagus-bagusnya, kepercayaan diri Persebaya juga dilatarbelakangi kondisi para penggawa andalannya yang siap tempur.

Persebaya, menurut Djanur, datang ke Pulau Dewata dengan kekuatan terbaik. Mereka membawa pemain-pemain andalan. Seperti Fandry Imbiri, Fandi Eko Utomo, Rendi Irwan Saputra, Osvaldo Haay dan pemain paling haus gol di Liga 1 2018, David da Silva.

Advertisement

“Pertandingan melawan Bali United sangat penting bagi kami. Kami akan mengejar tiga poin di sini. Kalau tidak tiga poin, satu poin pun akan kami kejar,” tegas Djanur dalam konferensi pers Sabtu siang.

Persebaya sendiri memiliki kenangan manis di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Mereka pernah mengalahkan Persib dengan skor telak 4-1, Oktober lalu. Kemenangan inilah yang menandai kebangkitan Persebaya di tangan Djanur.

“Semoga kami memperoleh keberuntungan di stadion ini. Sebab saat melawan Persib kemarin kami diberikan kemenangan di stadion ini. Semoga itu terulang kembali lawan Bali United,” harap kapten tim Persebaya Rendi Irwan Saputra.

(saf/JPC)

Advertisement

Source

Populer