Nasional
Tinjau Pasar Ikan Fandoi Biak, Wapres Gibran Rakabuming Tekankan Mutu Hasil Nelayan untuk Perluasan Pasar Ekspor

Usai meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas 41 Biak Numfor untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan dengan baik, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau Pasar Ikan Fandoi di Kabupaten Biak Numfor, Papua, untuk melihat langsung aktivitas jual beli ikan, rantai distribusi hasil perikanan, serta fasilitas pendukung yang digunakan pedagang dan nelayan, Selasa (13/01/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Wapres memastikan penguatan ekonomi nelayan dilakukan secara terintegrasi, sejalan dengan penugasan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun Kampung Nelayan sebagai pusat produksi, pengolahan, dan pemasaran perikanan rakyat.
Kampung Nelayan yang tengah dibangun pemerintah pusat di Biak diharapkan terhubung langsung dengan pasar rakyat seperti Pasar Ikan Fandoi, sehingga perbaikan fasilitas, kelancaran distribusi, dan peningkatan daya saing produk perikanan lokal dapat berjalan beriringan, menjadikan pasar tidak hanya sebagai ruang transaksi, tetapi juga motor kesejahteraan masyarakat pesisir.
Dalam peninjauan ini, Wapres didampingi Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim, Direktur PT Biak Ocean Seafood Yunus Saflembolo, Wakil Bupati Biak Numfor Jimmy Carter Rumbarar Kapissa, serta Kepala Dinas (Kadis) Perikanan Kabupaten Biak Numfor Effendi Igirisa.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga meninjau langsung operasional cool storage yang berada di kawasan Pasar Ikan Fandoi. Ia menekankan pentingnya menjaga mutu hasil perikanan sebagai kunci untuk memperluas akses pasar ekspor.
“Mutu harus dijaga agar hasil perikanan nelayan dapat menembus pasar ekspor,” tegas Wapres.
Dalam kesempatan terpisah, Kadis Perikanan Biak Numfor Effendi Igirisa menjelaskan bahwa fasilitas tersebut memiliki kapasitas penyimpanan hingga 200 ton dengan kemampuan pembekuan mencapai 10 ton melalui air blast freezer (ABF).
“Cool storage ini dibangun pada 2018 melalui program Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan dukungan dana dari JICA. Saat ini asetnya sudah diserahkan kepada Pemerintah Daerah Biak Numfor dan dikerjasamakan dengan PT Biak Ocean Seafood,” ujar Effendi.
Menurutnya, PT Biak Ocean Seafood membeli ikan dari nelayan di berbagai wilayah, mulai dari Biak Timur, Biak Utara, Biak Barat, dan Biak Kota hingga wilayah kepulauan di sekitarnya. Dalam waktu sekitar tiga bulan beroperasi, pengelola telah mengirimkan enam kontainer ikan ke Semarang untuk kemudian disortir dan diekspor ke Tiongkok.
Effendi menambahkan, untuk menjaga kontinuitas pasokan, pengelola juga menambah armada tangkap sendiri berupa kapal berukuran sekitar 54 GT. Langkah ini dilakukan agar stabilitas usaha tetap terjaga, terutama saat cuaca kurang mendukung dan hasil tangkapan nelayan berkurang.
Lebih lanjut, ia menyebut keberadaan cool storage berdampak positif terhadap pendapatan nelayan. Dengan fasilitas penyimpanan yang memadai, hasil tangkapan nelayan dapat diserap dalam jumlah besar tanpa menyebabkan penurunan harga di pasar.
“Harga menjadi lebih stabil, sehingga pendapatan nelayan meningkat,” katanya.
Selain ikan, Pasar Fandoi juga menyediakan berbagai kebutuhan pangan lainnya, termasuk sayuran. Di sela-sela peninjauan, Wakil Presiden menyempatkan diri menyapa para pedagang, tidak hanya pedagang ikan, tetapi juga pedagang sayur yang beraktivitas di pasar tersebut.
Salah satunya, Dolfina Pondayar (66), pedagang pinang yang telah berjualan di Pasar Fandoi sejak 2002. Ia menyampaikan rasa senangnya atas kehadiran Wapres sekaligus berharap adanya dukungan permodalan bagi pedagang kecil, khususnya perempuan Papua.
“Kami perempuan Papua ini jualan, tapi kekurangan kami hanya modal. Jadi kami jual sedikit-sedikit,” ujarnya.
Sebagai informasi, Pasar Ikan Fandoi memiliki pasar kering seluas 1.250 meter persegi dan pasar basah seluas 750 meter persegi, dengan tiga los yang dilengkapi 60 meja beton. Saat ini tercatat sekitar 60 pedagang sayur dan 110 pedagang ikan aktif berjualan setiap hari, mulai pukul 06.00 hingga 23.00 WIT. Peninjauan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pasar rakyat sebagai fondasi ekonomi daerah, sekaligus memperluas akses kesejahteraan bagi nelayan dan pedagang kecil di Tanah Papua.
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 5 September: Persik Kediri vs Dewa United, PSIM Yogyakarta vs Persita, Bhayangkara FC vs Persebaya, dan Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta
Sport2 minggu agoPSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Punya Rekor Apik di Bantul
Banten1 minggu ago40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang
Sport2 hari agoJadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2
Sport2 hari agoJadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Nasional5 hari agoPurbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan
Sport2 hari agoDaftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026
Nasional4 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya


































