Nasional
Wapres Gibran Rakabuming Raka Dorong UMKM Naik Kelas

Mengakhiri agenda di hari pertama kunjungan kerja di Wamena, Provinsi Papua Pegunungan, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming bertemu dengan para pegiat kopi dan pelaku ekonomi kreatif, di Café Dik’s, Wamena, Selasa malam (13/01/2026).
Pertemuan dalam suasana santai dan akran ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penyerapan aspirasi pelaku UMKM yang selama ini berperan aktif mendorong ekonomi kerakyatan di wilayah Papua Pegunungan. Kegiatan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penguatan ekonomi rakyat berbasis potensi lokal, peningkatan nilai tambah komoditas unggulan daerah, serta pemberdayaan UMKM sebagai pilar utama pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres berdiskusi dengan Asosiasi Petani dan Penggiat Kopi Papua Pegunungan (PPKPP) yang dipimpin oleh Lemeus Franky Gombo. Asosiasi yang dibentuk pada 2022 ini bertujuan merangkul anak muda Jayawijaya dan saat ini menaungi petani serta pegiat kopi dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan. Produk kopi dari para petani yang tergabung dalam asosiasi tersebut telah menorehkan prestasi internasional, termasuk meraih penghargaan dalam kompetisi kopi di Australia, serta diekspor secara rutin ke berbagai negara seperti Belanda, Italia, Australia, dan Kanada dengan volume sekitar dua ton per negara setiap dua bulan.
Usai pertemuan, Ketua Asosiasi PPKPP Franky Gombo menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Presiden.
“Kami dari asosiasi petani dan penggiat kopi Provinsi Papua Pegunungan merupakan representasi dari seluruh petani kopi di delapan kabupaten. Kunjungan Bapak Wakil Presiden ini membawa harapan besar, sukacita, dan semangat bagi masyarakat Papua, khususnya dalam penguatan UMKM,” ujarnya.
Menurut Franky, UMKM yang kuat akan berdampak langsung pada ketahanan ekonomi nasional. Ia menjelaskan bahwa asosiasi telah mengikuti berbagai ajang internasional dalam beberapa tahun terakhir dan memperoleh pengakuan sebagai kopi grade 1 terbaik dunia.
“Permintaan bisa mencapai 50 hingga 200 ton per minggu. Ini menjadi tantangan karena kami tidak bisa berjalan sendiri. Karena itu kami menyampaikan kepada Bapak Wakil Presiden pentingnya kerja sama dari hulu ke hilir agar visi Presiden dan Wakil Presiden dapat diterjemahkan hingga ke daerah,” katanya.
Franky menambahkan, dukungan yang dibutuhkan tidak hanya berupa bantuan alat produksi, tetapi juga penguatan manajerial, pelatihan, serta pendampingan berkelanjutan.
“Kami berharap ada pusat pelatihan dan pendampingan yang terus dimonitor, sehingga pengembangan UMKM dan kopi unggulan Papua Pegunungan benar-benar berkelanjutan,” harapnya.
Dalam pertemuan tersebut, hadir juga pengusaha dan pegiat kopi Papua Pegunungan, Denny Jigibalom, pionir pengembangan Kopi Tiom dari Kabupaten Lanny Jaya. Denny dikenal konsisten mengembangkan kopi Arabika dataran tinggi Papua Pegunungan sejak 1995 dan menjadi inspirasi bagi generasi muda melalui penguatan ekonomi kerakyatan berbasis perkebunan kopi.
Turut hadir dalam pertemuan ini para pemuda lainnya yang tergabung dalam Asosiasi PPKPP, yaitu Kelion Jikwa, Adam Wandikbo, Yones Kilungga, Yanto Gombo, Ripa Tabuni, Piter Marian, Piter Wesapla, Yafet Bahabol, Yones Gombo, dan Piter Lodewik Sibur.
Pemerintahan2 minggu agoParade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan
Pemerintahan2 minggu agoPemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen
Sport2 minggu agoJadwal Dewata Challenge Series 2026: Bali United, Persib Bandung, dan Sabah FC
Pemerintahan2 minggu agoHUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel
Serba-Serbi2 minggu agoApa Itu DESIL?
Pemerintahan2 minggu agoJelang HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Terus Matangkan Persiapan Upacara Kemerdekaan
Pemerintahan2 minggu agoKemarau Panjang, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Salurkan 339.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan







































