Bisnis
Link Group Rilis Film Horor “Aku Harus Mati”

Sukses mengoperasikan tujuh unit bisnis khusus yang menyediakan layanan terpadu seperti creative advertising, integrasi produk, strategi media, pengembangan IP dan komunitas, hingga komunikasi merek lintas platform, Link Group International memutuskan untuk melakukan ekspansi dengan memproduksi film layar lebar “Aku Harus Mati”. Di bawah salah satu unit usahanya, rumah produksi Rollink Action, film horor “Aku Harus Mati” akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 2 April 2026.
Dalam konferensi pers yang digelar hari ini (26/3), di Jakarta, Eksekutif Produser Irsan Yapto mengatakan bahwa keputusan untuk menghadirkan genre horor sebagai debut produksi layar lebar lantaran dalam tiga tahun terkahir, genre horor mampu menyunbang penonton hingga 60%.
Merujuk catatan Kementerian Kebudayaan, genre horor mendominasi industri film Indonesia dengan lebih dari 101 juta penonton dalam tiga tahun terakhir (2023-2026). Hal itu menjadikan film horor sebagai tulang punggung bioskop. Sementara itu, berdasarkan data LSF (Lembaga Sensor Film), 34% penonton menyukai film horor, mengungguli genre komedi (28%) dan drama (24%).
Film “Aku Harus Mati” mengangkat isu sosial yang sangat dekat dengan realita masyarakat urban saat ini, fenomena Jual Jiwa Demi Harta. Diproduseri oleh Eksekutif Produser Irsan Yapto dan Nadya Yapto, serta diarahkan oleh sutradara bertangan dingin Hestu Saputra, “Aku Harus Mati” menawarkan kengerian yang bukan sekadar teror kasat mata, melainkan gelapnya ambisi manusia demi validasi sosial.
“Aku Harus Mati adalah film Horor yang ceritanya paling dekat dengan kehidupan manusia modern jaman sekarang fenomena Jual Jiwa Demi Harta, banyak masyarakat modern sekarang rela mengorbankan diri dan jiwa demi validasi dan harta sampai terlilit hutang pinjol, paylater, dan lain-lain,” papar Irsan Yapto, Eksekutif Produser.
Cerita yang ditulis oleh Aroe Ama ini mengikuti perjalanan Mala, yang diperankan Hana Saraswati, seorang yatim piatu yang terjebak dalam gaya hidup hedonistik. Demi mengejar kemewahan semu, Mala terjerumus dalam lingkaran setan hutang pinjaman online (pinjol) dan paylater yang melilit hidupnya.
Dalam keputusasaan untuk menemukan kembali jati dirinya, Mala memutuskan pulang ke panti asuhan tempat ia dibesarkan. Di sana, ia kembali bertemu dengan sahabat masa kecilnya, Tiwi (yang diperankan Amara Sophie) dan Nugra (yang diperankan Prasetya Agni), serta Ki Jago (yang diperankan Bambang Paningron), pemilik panti yang sudah dianggapnya sebagai ayah sendiri.
Namun, ketenangan yang dicari Mala justru menjadi awal dari petaka. Setelah mata batinnya terbuka secara misterius, Mala terlempar ke dalam serangkaian pengalaman mistis yang mengerikan. Ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit tentang asal-usulnya dan rahasia kelam keluarganya: sebuah perjanjian iblis yang menjadikan nyawa orang-orang terdekat sebagai tumbal kesuksesan.
“Aku Harus Mati” membawa penonton pada klimaks yang menyesakkan dada. Mala harus menghadapi pilihan mustahil yang tidak bisa ia tolak, karena ada nyawa yang harus dibayar.
“Film ini adalah refleksi dari fenomena ‘jual jiwa demi harta’ yang marak di sekitar kita. Kami ingin memperlihatkan bahwa teror sesungguhnya dimulai ketika manusia kehilangan kendali atas dirinya sendiri demi memuaskan gaya hidup dan validasi diri oleh lingkungan sekitar,” kata Hestu Saputra, Sutradara.
Irsan optimis film “Aku Harus Mati” akan sambut positif oleh masyarakat Indonesia. Ia pun berencana membawa film perdananya itu ke pasar Asia Tenggara melalui kekuatan jejaring yang dimiliki Link Group International, termasuk menayangkannya di platform OTT (over the top).
Bisnis4 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Tangsel3 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Terima Reses DPRD Provinsi Banten, Bahas SPMB, Usulan Penambahan SMA Negeri hingga Pengendalian Banjir
Pemerintahan3 minggu agoDiskominfo Tangsel Bawa Semangat Kolaborasi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
Pemerintahan3 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Pemerintahan3 minggu agoPilar Saga Ichsan Tinjau Booth Paviliun Tangsel di APEKSI 2026
Tangerang Selatan3 minggu agoDara Swandana dan Aiman Rasyapradipta Rangkuti Wakili Tangsel di Youth City Changers APEKSI 2026






















