Lifestyle
Mencegah Anak Sakit, Tak Perlu Melarangnya Main. Begini Caranya

Orangtua mana yang mau anaknya sakit. Tentu, sebagai orangtua Anda akan melakukan berbagai hal untuk mencegah anak sakit. Sebenarnya, tak perlu melarang si kecil main di luar karena takut kena bakteri. Anda hanya butuh melakukan berbagai hal sederhana yang memang bisa mencegah serangan penyakit pada si kecil. Lantas, apa saja?
Bagaimana cara mencegah anak sakit akibat kuman penyakit?
Faktanya, ada banyak bakteri, virus, dan mikroba lain yang mengintai kesehatan si kecil. Tentu saja, jika tak diperhatikan, anak akan mudah sekali terkena penyakit infeksi. Tak mau, kan, si kecil lemah dan lesu karena kena penyakit infeksi? Nah, sebenarnya ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah anak sakit. Apa saja?
1. Jangan lewatkan jadwal imunisasinya
Banyak orangtua yang masih menyepelekan imunisasi. Padahal, cara ini sudah terbukti bisa mencegah anak sakit akibat berbagai penyakit infeksi. Ya, bahkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa imunisasi telah menyelamatkan nyawa 2-3 miliar anak di dunia setiap tahunnya dari kematian akibat penyakit infeksi.
Ada banyak jenis imunisasi yang harus si kecil lakukan, dari balita hingga usia sekolah. Masing-masing imunisasi punya jadwalnya sendiri dan tak boleh dilewatkan jika Anda ingin si kecil terbebas dari penyakit. Jadi, pastikan kalau Anda selalu membawa si kecil ke fasilitas kesehatan untuk diimunisasi, sesuai dengan jadwalnya.
2. Membiasakan si kecil untuk cuci tangan
Apakah Anda membiasakan anak untuk mencuci tangan? Meski terlihat sepele, tapi hal ini ternyata sangat penting untuk mencegah anak sakit. Kenyataannya, cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, bisa mencegah penularan bakteri penyakit. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Center for Disease Control and Prevention menemukan bahwa kebiasaan cuci tangan mampu melindungi 1 dari 3 anak dari diare dan 1 dari 5 anak dari risiko penyakit infeksi saluran napas.
Cuci tangan adalah hal dasar untuk mencegah anak sakit, jadi jangan lupa untuk membiasakan dirinya melakukan hal ini, apalagi sebelum makan, setelah bermain dan dari kamar mandi.
3. Jangan makan makanan yang sudah jatuh ke lantai meski baru hitungan detik
Banyak orang yang sayang membuang makanan yang baru jatuh. Meski ada sebagian yang bilang kalau makanan jatuh itu penuh dengan bakteri, tapi tetap banyak orang yang memakannya. Padahal, tahukah Anda seberapa banyak bakteri dan kuman penyakit yang telah menempel pada permukaan makanan saat itu?
Sebuah studi menemukan bahwa makanan akan langsung ditutupi dengan bakteri meski jatuhnya hanya beberapa detik saja. Nah, hal ini yang harus Anda beri tahu pada si kecil. Biasanya, anak-anak tak peduli dengan hal ini dan cenderung tidak terima jika makanan kesukaannya jatuh. Jadi, ia akan tetap mengambilnya dan kemudian dimakan.
4. Hentikan kebiasaan menggigit kuku
Kuku adalah sarang penyakit jika tidak dirawat kebersihannya, apalagi jika kukunya panjang. Anak Anda sangat mudah kena penyakit infeksi karena kebiasaannya mengggigit-gigit kuku. Faktanya, ada banyak bakteri yang menempel pada kuku dan akan sangat mudah berpindah ketika si kecil menggigit kukunya.
Bakteri yang menempel pada kuku bisa menyebabkan si kecil mengalami berbagai penyakit infeksi seperti diare atau gangguan pencernaan lainnya. Jadi, untuk mencegah anak sakit, Anda harus memperingatkannya agar tidak menggigit kuku, memotong kuku jika sudah panjang, dan selalu mencuci tangan.
5. Sediakan makanan yang diolah dengan bersih dan higienis
Kebersihan makanan dan minuman yang akan si kecil konsumsi juga tak kalah penting. Pastikan jika semua makanan dan minuman yang Anda berikan diolah dengan bersih. Pasalnya, kontaminasi makanan akibat bakteri sangat mungkin membuat si kecil terserang penyakit infeksi.
Jadi, pastikan kalau semua makanan yang ia konsumsi bersih dan jauh dari kontaminasi bakteri. Usahakan untuk memasak dan mengolah makanan sendiri ketimbang membeli makanan dari luar, sehingga Anda bisa mengukur kebersihannya.
Kabartangsel.com
Nasional4 minggu agoOTT Senyap Kasus Imigrasi, KPK Beri Kado Hari Lahir Pancasila untuk Rakyat
Jabodetabek4 minggu agoProf Dede Rosyada Tegaskan Pengelolaan Yayasan Triguna dan Syarif Hidayatullah Telah Diserahkan ke Pemerintah Melalui UIN Jakarta
Jabodetabek4 minggu agoPenjelasan UIN Jakarta soal Insiden Kericuhan di Lingkungan Madrasah Pembangunan Pamulang Tangsel
Kabupaten Tangerang4 minggu agoIntan Nurul Hikmah Ajak Masyarakat Kabupaten Tangerang Ciptakan Lingkungan Ramah Lansia
Sport3 minggu agoFIFA World Cup 2026 Schedule: Complete Fixtures, Groups, Format, and Tournament Dates
Tangerang4 minggu agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Raih Penghargaan Terbaik III Regional Jawa-Bali untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Pemerintahan4 minggu agoPRA SPMB 2026 Dibuka, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota SMP Negeri





























