Yusuf Al Qaradhawi bukan merupakan pentolan/pendiri ISIS, bahkan beberapa pernyataannya mengkritisi sepak terjang ISIS. Ulama asal Mesir yang berkewarganegaraan Qatar ini adalah salah satu tokoh Ikhwanul Muslimin.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI
Kategori : Konten yang Menyesatkan
Akun Hasan Haikal (fb.com/100034737065932) mengunggah sebuah gambar ke grup BERANDA JOKOWI MA’RUF (fb.com/groups/271192910333802) dengan narasi :
“Boikot Yahudi jahiliyah Bani monaslimin
#bubarkanPKS”
Di gambar tersebut tampak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama politikus Partai Keadilan Sejahtera(PKS), Hidayat Nur Wahid, serta ulama asal Mesir yang berkewarganegaraan Qatar, Yusuf al-Qaradawi. Juga narasi sebagai berikut:
“Ini foto Anies dan Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi, pimpinan ISIS.
INI BUKTI ANIS BAS EDAN ANGGOTA ISIS
Bersama Syekh Yusuf Al-Qaradhawi di kediamaannya di Doha, 15 Feb 2009″
Sumber : https://perma.cc/L3WT-46TB (Arsip) – Sudah dibagikan 53 kali saat tangkapan layar diambil.
=============================================
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, foto Anies Baswedan bersama Hidayat Nur Wahid dan Yusuf al-Qaradawi di atas telah beredar sejak 2017. Dengan menggunakan reverse image tools Yandex, dapat ditemukan jejak digital bahwa foto tersebut ramai dibagikan di Twitter dan forum Kaskus pada Februari-Maret 2017.
Namun, sejauh ini, belum ada bukti yang mendukung pernyataan bahwa Yusuf al-Qaradawi berafiliasi dengan ISIS. Dikutip dari laman Kumparan.com, Qaradawi adalah ahli ijtihad (tafsir) yang lahir di Kairo, Mesir, pada September 1926.
Pada 1949, saat berusia 23 tahun, Qaradawi pernah dipenjara karena terlibat gerakan Ikhwanul Muslimin. Setahun sebelumnya, Ikhwanul Muslimin dibekukan oleh Perdana Menteri Mesir Muhammad Fahmi Naqrasyi karena dicurigai terlibat upaya pengeboman dan pembunuhan.
Keterlibatan Qaradawi dengan Ikhwanul Muslimin bermula dari pertemuannya dengan Hassan al-Banna, pendiri organisasi tersebut. Sembari aktif di Ikhwanul Muslimin, Qaradawi menempuh studi di berbagai kampus, salah satunya Universitas Al-Azhar, Kairo.
Pada 1961, Qaradawi sempat pindah ke Qatar. Setelah merampungkan studi PhD-nya di Universitas Al-Azhar pada 1973, ia mendirikan Fakultas Syariah dan Studi Islam di Universitas Qatar pada 1977. Ia juga membentuk Pusat Penelitian Sirah dan Sunah.
Kiprah Qaradawi di Qatar membuatnya memperoleh kewarganegaraan Qatar dan tinggal di ibu kota negara itu, Doha. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Fatwa Mesir, Ketua Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional, serta Ketua Dewan Pengawas Islamic American University.
Dikutip dari situs media Inggris, Telegraph, Yusuf al-Qaradawi pernah mengecam deklarasi khilafah yang digaungkan pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi, pada 2014. Saat itu, Baghdadi menyebut dirinya khalifah yang bernama Ibrahim.
Menurut Qaradawi, deklasari itu melanggar hukum syariah dan memiliki konsekuensi yang berbahaya bagi kaum Sunni di Irak dan pemberontakan di Suriah. “Khalifah pun hanya dapat diberikan oleh seluruh kaum muslim, bukan oleh satu kelompok,” kata Qaradawi.
Dikutip dari situs Turnbackhoax.id yang pernah memeriksa fakta foto itu pada 2017, Yusuf al-Qaradawi bukan pentolan atau pendiri ISIS. Bahkan, beberapa pernyataannya mengkritisi sepak terjang ISIS. Qaradawi merupakan aktivis Ikhwanul Muslimin di Mesir.
Berdasarkan arsip pemberitaan Tempo, pada Juni 2017, Arab Saudi bersama Bahrain, Mesir, dan Uni Emirat Arab memang memasukkan Yusuf al-Qaradawi dalam daftar teroris bersama 58 orang dan 12 organisasi yang berbasis di Qatar.
Pengumuman ini diterbitkan oleh keempat negara itu secara bersamaan setelah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Namun, dimasukkannya Qaradawi dalam daftar itu terkait dengan sokongan Qatar terhadap organisasi terlarang di Mesir, Ikhwanul Muslimun.
Tudingan lain yang dialamatkan ke Qataradalah mendukung kelompok teroris yang beroperasi di Timur Tengah. Namun, tudingan itu berkali-kali dibantah oleh Qatar. Keempat negara tersebut masih memberikan kesempatan kepada Qatar untuk memperbaiki hubungan, tapi dengan syarat.
Syarat itu adalah harus menutup stasiun televisi Al-Jazeera, menghentikan operasional pangkalan militer Turki, dan memutuskan hubungan politik dengan Iran. Seluruh persyaratan tersebut ditolak karena dianggap mencampuri kedaulatan negaranya. Sikap Qatar ini mendapatkan dukungan dari Turki dan Iran.
Dilansir dari laman Liputan6.com, pada Januari 2007, Yusuf al-Qaradawi pernah berkunjung ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta pimpinan MPR, yakni Hidayat Nur Wahid dan Aksa Mahmud. Qaradawi datang ke Indonesia atas undangan Presiden SBY. Sebelumnya, pada April 2006, SBY menemui Qaradawi di Qatar dalam kunjungan kenegaraan di Timur Tengah.
Dalam kesempatan ini, Qaradawi memuji keberhasilan Indonesia sebagai negara muslim terbesar dalam menerapkan demokrasi. Selain itu, ia mengungkapkan keprihatinannya atas musibah yang menimpa Indonesia. Ia mengatakan muslim adalah satu. Jika tubuh muslim Indonesia sakit, seluruh muslim di dunia juga merasakan kepedihannya.
Pada Januari 2009, dikutip dari situs Kompas.com, Hidayat Nur Wahid juga sempat bertemu dengan Yusuf al-Qaradawi. Saat itu, Hidayat menjadi salah satu anggota delegasi yang dipimpin Qaradawi dalam pertemuan dengan Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz.
Politikus lain yang pernah bertemu dengan Yusuf al-Qaradawi adalah Fadli Zon, politikus Partai Gerindra. Fadli bertemu dengan Qaradawi di Doha, Qatar. Pertemuan itu diabadikan oleh Fadli dalam foto yang diunggahnya di Twitter pada 21 Januari 2018.
REFERENSI
https://cekfakta.tempo.co/fakta/513/fakta-atau-hoaks-benarkah-anies-baswedan-pernah-berfoto-dengan-pimpinan-isis
https://turnbackhoax.id/2017/02/19/disinformasi-foto-bareng-anies-baswedan-dengan-ulama-petinggi-isis-yusuf-al-qaradhawi/
https://twitter.com/spardaxyz/status/832873297536643072
https://kumparan.com/kumparannews/siapa-yusuf-al-qaradawi-yang-disebut-saudi-pendukung-teroris
https://dunia.tempo.co/read/882896/krisis-qatar-yusuf-qardhawi-masuk-daftar-teroris-arab-saudi-cs
https://www.telegraph.co.uk/news/worldnews/middleeast/iraq/10948480/Islamic-State-leader-Abu-Bakr-al-Baghdadi-addresses-Muslims-in-Mosul.html
https://dunia.tempo.co/read/894354/saudi-masukkan-ikhwanul-muslimun-dalam-daftar-teroris
https://www.liputan6.com/news/read/135553/syekh-yusuf-qardhawi-bertemu-sby
https://tekno.kompas.com/read/2009/01/05/18541266/~Nasional
https://twitter.com/fadlizon/status/955060255490109440
Sport7 hari agoVeda Ega Pratama Kena Hukuman Long Lap Penalty, Misi Berat Menanti di Moto3 Hungaria 2026
Nasional6 hari agoKementerian UMKM Terus Dorong Penguatan Kemitraan Global bagi Pelaku UMKM Indonesia
Nasional6 hari agoWamen UMKM Helvi Moraza Dorong Bali Jadi Pusat Wellness Dunia
Bisnis6 hari agoIKPP Tangerang 50 Tahun Berkarya, Perkuat Kontribusi Lingkungan dan Sosial melalui Rekam Jejak Penghargaan Berkelanjutan
Komunitas6 hari agoKONGRES 2026 Tandai Era Baru Kebangkitan Musik Reggae Lokal di Tangsel
Nasional5 hari agoPresiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, serta Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden
Sport5 hari agoShin Tae-yong Resmi Jadi Pelatih Kepala Persija Jakarta untuk Musim 2026/2027
Pendidikan5 hari agoCreative Portfolio Showcase 2026, Terobosan SMK Budi Luhur dalam Penilaian Kompetensi Siswa












