Kota Serang – Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Banten melalui Bidang Aplikasi Informatika dan Komunikasi Publik tepatnya Seksi Kelembagaan dan Kemitraan Media, menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pengelolaan Media Sosial, di Ruang Rapat Lt. 2 Gedung Dinas Perhubungan, KP3B Curug – Kota Serang, Selasa (11/02/2020). Rakor tersebut dihadiri oleh peserta dari 42 OPD dilingkungan Pemprov Banten.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Banten Komari S.Pd., MM membuka acara tersebut dan menyampaikan beberapa hal salah satunya kinerja saat ini by system, dan sekarang ini bukan hanya ada media mainstreem tapi juga ada media sosial.
Dalam rakor tersebut, hadir sebagai narasumber Kabid Aplikasi Informatika dan Komunikasi Publik Diskominfo Amal Herawan Budhi dan konsultan media yaitu Evi dan Faiq. Dalam materinya Faiq menyampaikan adanya media sosial mengubah dari tradisional menjadi digital, dari individual menjadi sosial, dari eksklusif menjadi inklusif atau dari hati ke hati. Adapun manfaat penting dari media sosial (medsos) yaitu konten dibagikan kepada banyak orang, isi pesan muncul tanpa penghambat, konten dapat diterima secara online dalam waktu yang lebih cepat maupun terjadwalkan, pengguna media sosial adalah kreator dan aktor yang memungkinkan dirinya untuk beraktualisasi diri, dalam konten medsos terdapat sejumlah aspek fungsional seperti identitas percakapan berbagi eksistensi relasi reputasi dan grup. Selain itu, disampaikan pula oleh narasumber terkait konten medsos, ada dua tipe konten yaitu pertama tipe frekuensi atau disebarkan secara terus menerus, kedua tipe reach atau mencapai menjangkau secara global.
Selain manfaat, medsos juga memiliki keunggulan dibandingkan dengan media konvensional, keunggulan medsos yaitu cepat ringkas simple user friendly padat, menciptakan hubungan lebih intens dan memberikan kesempatan yang lebih luas kepada user untuk berinteraksi dengan stakeholder, jangkauan luas dan global, kendali dan terukur dalam medsos dengan sistem tracking yang tersedia pengguna dapat mengendalikan dan mengukur efektivitas informasi yang diberikan melalui respons balik serta reaksi yang muncul.
Adapun pola kerja alur komunikasi publik yaitu seluruh elemen berpotensi menjadi actor aktif dalam memproduksi informasi dan membentk opini. Selain itu penjangkauan data sosial, kebijakan, program kerja, kegiatan.
Sebelum acara berakhir, seperti biasanya sesi tanya jawab dari peserta kepada narasumber. (rls)
Banten2 minggu agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Sport1 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026
Nasional1 minggu ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional1 minggu agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional1 minggu agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional1 minggu agoProfil KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Cicit Pendiri NU Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari
Sport1 minggu agoFerry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?
Sport2 minggu agoJersey Home & Away Musim 2026/27 Persita Tangerang, Angkat Filosofi “Zirah Pendekar Cisadane”













