Connect with us

Lifestyle

Berbagai Jenis Pneumonia yang Perlu Anda Tahu

Pneumonia menjadi salah satu penyakit pernapasan yang cukup umum terjadi di Indonesia. Kondisi yang juga dikenal dengan radang paru-paru ini memiliki berbagai jenis yang dibedakan berdasarkan kuman penyebab, di mana Anda mendapatkan infeksi, serta bagian paru yang terkena. Mengetahui jenis pneumonia dapat membantu Anda mendapatkan pengobatan pneumonia yang tepat. 

Jenis pneumonia berdasarkan tempat mendapatkan infeksi

Berdasarkan lokasi terjadinya infeksi, pneumonia dibedakan menjadi empat. Dikutip dari Mayo Clinic, berikut adalah penjelasannya:

Community-acquired pneumonia (CAP)

Community-acquired pneumonia (CAP) atau pneumonia yang didapat dari masyarakat adalah infeksi paru-paru yang terjadi di luar rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya. Jenis ini adalah salah satu infeksi akut yang paling umum dan memerlukan perawatan di rumah sakit.

Advertisement

Pneumonia yang didapat dari masyarakat terjadi pada pasien yang tidak dirawat di rumah sakit. Radang paru jenis ini juga bisa didapatkan dari pasien rawat jalan yang sebelumnya—dalam waktu 48 jam sebelumnya—telah masuk rumah sakit.

Pneumonia jenis ini dibagi lagi menjadi dua, yaitu tipikal dan atipikal. Pneumonia “tipikal” dapat dikultur pada media standar atau terlihat pada pewarna, tetapi kuman “atipikal” tidak memiliki sifat seperti itu.

Hospital-acquired pneumonia (HAP)

Beberapa orang terkena pneumonia ketika dirawat di rumah sakit karena penyakit lain. Beberapa bakteri khusus tumbuh dengan mudah di lingkungan rumah sakit, beberapa bakteri-bakteri ini dapat menyebabkan pneumonia. HAP dapat berkembang setelah 48 jam atau lebih dirawat di rumah sakit.

Pneumonia jenis ini bisa menjadi kondisi serius karena bakteri yang menyebabkannya mungkin lebih kebal terhadap antibiotik. Pneumonia jenis ini juga mungkin lebih berbahaya karena orang yang terkena sudah mengidap sakit sebelumnya.

Advertisement

Ventilator-associated pneumonia (VAP)

Orang yang menggunakan mesin pernapasan (ventilator), yang sering digunakan di ICU, lebih berisiko terkena pneumonia jenis ini.

Pasien yang menggunakan ventilator selama lebih dari 48 jam memiliki risiko tinggi mengidap pneumonia.

Alat bantu napas yang masuk ke rongga napas dalam waktu lama adalah tempat yang baik untuk tumbuhnya kuman, terutama bakteri penyebab pneumonia.

Itu sebabnya, kondisi ini disebut dengan ventilator-associated pneumonia (VAP).

Advertisement

Health care-acquired pneumonia (HCAP)

Health care-acquired pneumonia (HCAP) atau pneumonia yang didapat dari perawatan kesehatan adalah infeksi bakteri yang terjadi pada orang yang tinggal atau mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan dalam jangka waktu yang panjang.

Berbeda dengan HAP yang didapat dari rumah sakit, pneumonia jenis ini juga bisa terjadi pada mereka yang menerima perawatan di klinik rawat jalan. Salah satu contohnya adalah pusat dialisis ginjal.

HCAP dapat terjadi pada pasien yang telah melakukan kontak perawatan kesehatan dalam tiga bulan terakhir.

Pneumonia aspirasi

Pneumonia aspirasi terjadi ketika Anda menghirup makanan, minuman, muntah, atau air liur ke paru-paru Anda. Kondisi ini lebih berisiko terjadi jika Anda mengalami cedera otak atau masalah menelan, atau penggunaan alkohol atau obat-obatan terlarang secara berlebihan.

Advertisement

Jenis pneumonia berdasarkan penyebabnya

Berdasarkan kuman penyebab, pneumonia dibagi menjadi empat, yaitu:

Pneumonia bakteri

Penyebab paling umum pneumonia ini adalah Streptococcus pneumoniae. Jenis ini dapat terjadi dengan sendirinya setelah Anda terserang pilek atau flu.

Pneumonia organisme mirip bakteri

Kuman atau organisme bernama Mycoplasma pneumoniae juga dapat menyebabkan pneumonia. Kuman penyebab pneumonia yang satu ini biasanya menghasilkan gejala yang lebih ringan dibandingkan jenis lainnya.

Kondisi ini juga disebut dengan walking pneumonia atau pneumonia berjalan. Biasanya, pneumonia jenis ini tidak parah dan hanya memerlukan istirahat di rumah.

Advertisement

Pneumonia virus

Beberapa virus penyebab pilek dan flu dapat menyebabkan pneumonia. Virus adalah penyebab paling umum pneumonia pada anak di bawah 5 tahun.

Pneumonia virus biasanya bersifat ringan. Namun, dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa menjadi sangat serius.

Jamur

Jenis pneumonia ini biasanya terjadi pada orang dengan masalah kesehatan kronis atau sistem kekebalan tubuh yang lemah. Pneumonia jenis ini juga bisa terjadi pada orang yang menghirup kuman dalam dosis yang besar.

Jenis pneumonia berdasarkan lokasi paru yang terkena

Jenis pneumonia juga dibedakan berdasarkan lokasi atau bagian paru yang terinfeksi. Selain bronkus (saluran udara), bronkiolus, dan alveolus, bagian paru-paru juga dibagi ke dalam lobus-lobus. Organ paru sebelah kanan memiliki 3 lobus (atas, tengah, bawah), sedangkan paru sebelah kiri memiliki 2 lobus, yaitu atas dan bawah.

Advertisement

Bronkopneumonia

Pada bronkopneumonia, infeksi terjadi di bronkus (saluran udara) dan alveolus. Pada kondisi ini, infeksi bisa mengenai lobus bawah.

Pneumonia lobar

Peradangan pada pneumonia ini bisa terjadi di lobus mana pun. Penyebabnya yang paling umum adalah Streptococcus pneumoniae.

Dikutip dari artikel yang dipublikasikan US National Library of Medicine, pneumonia juga bisa dibedakan menjadi pneumonia alveolar, yaitu ketika peradangan terjadi di kantung air dan interstitial, yaitu ketika peradangan terjadi di antara kantung.

Double pneumonia

Double pneumonia adalah ketika infeksi menyerang kedua paru-paru sekaligus. Artinya, seluruh lobus paru terinfeksi. Meski area yang terinfeksi lebih luas, hal ini tidak berarti kondisi yang dialami lebih parah dibandingkan dengan pneumonia biasa.

Advertisement

Belum ada penelitian yang menjelaskan mengapa infeksi dapat menyerang kedua paru-paru sekaligus. Namun, umumnya penyebab double pneumonia sama dengan pneumonia pada satu paru-paru, yaitu bakteri, virus, atau jamur.

Jenis pneumonia berdasarkan tingkat keparahan

Dokter biasanya membedakan pneumonia berdasarkan tingkat keparahannya untuk memberikan perawatan yang tepat. Dengan begitu, dokter juga bisa memperhitungkan risiko komplikasi yang mungkin Anda alami.

Dalam hal ini, pneumonia dibedakan menjadi ringan, sedang, atau berat.

Ringan

Pneumonia termasuk dalam kategori ringan dan tidak berisiko jika pasien termasuk:

Advertisement
  • Berusia lebih muda dari 65 tahun
  • Sadar
  • Memiliki tekanan darah dan nadi normal
  • Tidak bernapas terlalu cepat (kurang dari 30 napas per menit)
  • Memiliki cukup oksigen dalam darah
  • Belum diberikan antibiotik dalam tiga bulan terakhir
  • Belum melakukan kontak dengan rumah sakit dalam tiga bulan terakhir
  • Tidak memiliki kondisi medis parah lainnya

Penderita pneumonia ringan dapat dirawat di rumah dan diberikan antibiotik dalam bentuk tablet.

Sedang

Tanda-tanda pneumonia kategori sedang adalah:

  • Mengantuk dan kebingungan
  • Tekanan darah rendah
  • Napas pendek yang memburuk
  • Memiliki faktor risiko lain, seperti usia dan penyakit yang mendasarinya

Orang dengan gejala yang telah disebutkan di atas perlu menjalani perawatan di rumah sakit. Beberapa di antara mereka mungkin akan diberikan kombinasi dua antibiotik berbeda, setidaknya pada awal pengobatan.

Parah

Pneumonia dikategorikan sebagai parah ketika jantung, ginjal, atau sistem peredaran darah beirisko gagal, atau jika paru-paru tidak lagi dapat mengambil cukup oksigen.

Ketiga jenis pneumonia berdasarkan tingkat keparahan di atas hanya berlaku untuk membedakan pneumonia pada orang dewasa. Untuk anak, tingkat keparahannya hanya dibagi menjadi dua, yaitu parah dan tidak parah.

Source

Advertisement
Sport39 menit ago

Jadwal BRI Super League 2026/2027 Hari Ini, Minggu 1 November: PSIM vs Borneo FC, Persib vs Isenmulang FC, dan Garudayaksa FC vs PSS Sleman

Sport50 menit ago

Persita Pesta Lima Gol di Kediri, Carlos Pena Puji Karakter Dan Mental Pemain

Sport59 menit ago

Hasil Dewa United vs Persija 2-1, Shin Tae-yong Sebut Kekalahan Jadi Alarm untuk Macan Kemayoran

Sport20 jam ago

Hasil Persik Kediri vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Bantai Tuan Rumah 1-5, Pablo Ganet Hattrick

Nasional22 jam ago

FISIP UIN Jakarta dan LW MUI Perkuat Kolaborasi Pengembangan Wakaf Produktif

Opini24 jam ago

Mengapa Aset PDAM Kabupaten Tangerang di Kota Tangerang Selatan Belum Juga Diserahkan?

Banten24 jam ago

Pelatihan Hidroponik PD Wanita Islam Kota Serang, Manfaatkan Pekarangan Rumah Jadi Kebun Produktif

Nasional2 hari ago

MA Kabulkan Kasasi Nomor 742 K/TUN/2026, Suket Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka Dinyatakan Tidak Sah

Hukum2 hari ago

Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita Desak Pembersihan Internal Polri dan Penegakan Sistem Merit

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 30 Oktober 2026: Java United FC vs Bhayangkara FC dan Persebaya vs Persijap

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan ke-8, 30 Oktober–1 November

Nasional3 hari ago

Konser Andrea Bocelli Digelar 31 Oktober di Borobudur dan 3 November 2026 di JIExpo Kemayoran

Banten3 hari ago

Untirta Dorong Pengembangan Produk Lokal Banten untuk Ketahanan Pangan Nasional

Pemerintahan4 hari ago

Hari Sumpah Pemuda ke-98, Wali Kota Benyamin Davnie Ajak Pemuda Tanamkan Semangat Patriotik, Gigih, dan Berempati

Pemerintahan4 hari ago

Pilar Saga Ichsan: Progres Venue Sepatu Roda Ciater Permai Capai 80 Persen, Siap untuk Porprov Banten 2026

Sport4 hari ago

Hasil Persib Bandung vs Melbourne Victory 2-0 di ACL Two, Balsa Sekulic Cetak Brace

Nasional4 hari ago

LSAK: Pengunduran Diri Anak Menteri Haji Tak Cukup, APH Harus Usut Tuntas

azerbaijan_stockers, Fresh milk in a mug and jug on wooden table (Magnific)
Lifestyle4 hari ago

Kandungan dan Manfaat Susu Sapi untuk Keluarga

Banten4 hari ago

Amal Jayabaya Siapkan 10 Program untuk Memajukan Pengusaha Banten

Pemerintahan4 hari ago

porprov2026.tangerangselatankota.go.id, Website Resmi PORPROV VII Banten 2026

Sport3 minggu ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport3 minggu ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Nasional2 minggu ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Sport3 minggu ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport3 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Jabodetabek1 minggu ago

Wakil Ketua Umum ISNU Fadli Yasir Sambut Baik Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Sport2 minggu ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Nasional2 minggu ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport2 minggu ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport2 minggu ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Serba-Serbi5 hari ago

Link Download Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026

Sport2 minggu ago

BRI Super League 2026/2027, Hasil Persib vs Persik Kediri Skor 1-0

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport6 hari ago

Hasil Persija vs Persik 2-1, Macan Kemayoran Tetap di Puncak Klasemen BRI Super League 2026/2027

Sport2 minggu ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Sport2 minggu ago

Persita Tangerang vs Persija Jakarta: Jadwal, Prediksi Skor, dan Head to Head di BRI Super League 2026/27

Banten2 minggu ago

80 Santri Mathla’ul Huda Kunjungi Perpusda Banten

Populer