Connect with us

Lifestyle

Adakah Obat Usus Buntu yang Ampuh, Tanpa Perlu Operasi?

Usus buntu adalah kantong kecil yang menyambung dengan usus besar, posisinya ada di sisi kanan bawah perut Anda. Kadang usus buntu bisa meradang ketika tersumbat dan terinfeksi bakteri. Kondisi ini disebut dengan radang usus buntu alias appendisitis. Jika tidak segera diobati, usus buntu yang terinfeksi bisa pecah sewaktu-waktu. Saat pecah, usus buntu bisa menyebarkan bakteri ke seluruh perut dan bisa fatal akibatnya. Nah katanya, ada obat dan antibiotik tertentu yang bisa menyembuhkan radang usus buntu. Obat yang seperti apa?

Pilihan obat untuk meredakan gejala usus buntu

Peradangan infeksi pada usus buntu akan menimbulkan rasa nyeri di bagian tengah atau di sisi kanan perut. Keluhan sakit perut di kanan bawah dilaporkan oleh sekitar 80 persen orang yang didiagnosis radang usus buntu. Rasa sakitnya umumnya jadi lebih buruk saat bersin, batuk, dan menarik napas dalam. 

Tanda dan gejala lain dari usus buntu adalah demam, mual, muntah, diare, kurang nafsu makan, dan tidak bisa buang gas (kentut). 

Advertisement

Untuk mengatasi berbagai gejala usus buntu yang masih ringan, dokter biasanya akan lebih dulu meresepkan obat:

1. Obat antinyeri

Dokter dapat menyarankan obat analgesik atau obat antinyeri NSAID seperti paracetamol untuk menyembuhkan rasa sakit akibat peradangan.

Dua jenis obat ini bekerja mengurangi produksi prostaglandin di otak. Prostaglandin merupakan hormon yang menyebabkan rasa sakit. 

Selain meredakan nyeri perut akibat usus buntu, obat ini juga dapat meredakan demam yang mungkin muncul saat tubuh melawan infeksi. Obat antinyeri umumnya bisa Anda dapatkan di apotek atau toko obat tanpa menebus resep dokter.

Advertisement

2. Obat antimual

Sering kali gejala usus buntu disertai dengan mual dan muntah. Mual dan muntah adalah respon alami tubuh selama melawan infeksi yang menyerang sistem pencernaan. 

Salah satu jenis obat antimual yang biasa diresepkan untuk meredakan gejala usus buntu sebelum operasi adalah ondansetron.

Obat ini bekerja menghambat reseptor neurotransmitter yang menyebabkan muntah. Neurotransmitter adalah kumpulan sel saraf di otak yang menerima sinyal dari berbagai lokasi tubuh untuk kemudian memunculkan reaksi yang sesuai.

Ketika neurotransmitter di otak menerima sinyal dari perut yang memberi tahu adanya infeksi, saraf-saraf tersebut kemudian akan memerintahkan tubuh untuk muntah. 

Advertisement

3. Oralit

Peradangan usus buntu juga kerap menyebabkan dehidrasi pada beberapa orang.

Dehidrasi muncul karena infeksi yang menyerang usus buntu secara tidak langsung akan menurunkan nafsu makan. Hal ini dapat memicu gejala dehidrasi karena tubuh tidak cukup mendapatkan asupan cairan, baik dari makanan atau minuman, saat nafsu makan menurun.  

Selain itu, radang usus buntu juga dapat menyebabkan gejala mual dan muntah yang menghilangkan sebagian besar cairan tubuh. Inilah yang juga menyebabkan dehidrasi.

Pada kebanyakan kasus, dehidrasi bisa diatasi dengan banyak minum air putih, jus buah segar tanpa gula, atau kuah sup hangat. Namun jika sudah parah, dokter dapat menyarankan Anda minum oralit. Larutan oralit bisa Anda dapatkan di apotek tanpa harus menebus resep dokter.

Advertisement

Apakah antibiotik bisa mengobati usus buntu?

Menurut penelitian dari Inggris terbitan British Medical Journal (BMJ), obat antibiotik efektif mengobati sekitar 63% kasus radang usus buntu akut taraf ringan yang disebabkan oleh infeksi bakteri. 

Namun, penelitian yang diterbitkan di Journal of the American Medical Association (JAMA) melaporkan tidak semua penyakit usus buntu bisa diobati dan langsung sembuh hanya dengan obat antibiotik.

Penelitian dari JAMA itu ingin melihat perbedaan perbaikan kondisi dari pasien usus buntu yang dioperasi dan yang hanya diberikan obat antibiotik. Dari total 59 ribu pasien usus buntu yang diteliti, sebanyak 4,5%-nya yang cuma minum antibiotik cenderung kembali merasakan gejala sehingga harus kembali diopname di rumah sakit. 

Penelitian ini juga menemukan bahwa risiko pembentukan abses (benjolan nanah) pada pasien usus buntu yang hanya minum obat antibiotik lebih tinggi ketimbang yang dioperasi.

Advertisement

Berangkat dari hasil tersebut, rata-rata dokter dan pakar kesehatan di dunia sepakat bahwa operasi masih menjadi pilihan pengobatan utama dan terbaik untuk usus buntu.

Penggunaan antibiotik saja untuk mengobati radang usus buntu tanpa operasi sejauh ini sebetulnya masih menjadi kontroversi. Namun…

Antibiotik diresepkan untuk mencegah infeksi sebelum operasi usus buntu

Pengobatan utama tetap harus lewat operasi untuk membuang usus buntu yang terinfeksi. Operasi appendektomi sudah menjadi standar pengobatan usus buntu sejak dari tahun 1889. 

Meski begitu, umumnya Anda akan diresepkan obat antibiotik beberapa hari menjelang operasi usus buntu. Kenapa?

Advertisement

Menurut sebuah penelitian dalam Scandinavian Journal of Surgery tahun 2013, obat antibiotik berfungsi untuk mengurangi risiko komplikasi infeksi sebelum operasi usus buntu.

Obat antibiotik yang diberikan sebelum operasi usus buntu umumnya berasal dari golongan sefalosporin seperti cefotaxime dan turunan obat imidazol seperti metronidazole. 

Penelitian di atas juga membandingkan keampuhan metronidazole dan gentamicin untuk mencegah risiko infeksi sebelum operasi. Namun ternyata, kombinasi cefotaxime dan metronidazole tetap masih lebih ampuh.

Kombinasi obat metronidazole dan cefotaxime biasanya diberikan pada pasien yang usus buntunya belum mengalami perforasi (perlubangan atau kebocoran).

Advertisement

Namun, obat antibiotik juga akan diberikan apabila kondisi usus buntu sebelum operasi sudah telanjur luka, bolong, pecah, atau jaringannya sudah mati. 

Kedua obat ini bertujuan untuk mencegah kemunculan dan penyebaran infeksi bakteri sebelum operasi usus buntu dilakukan.

Antibiotik akan diberikan lagi setelah operasi usus buntu selesai

Operasi adalah satu-satunya cara paling efektif untuk mengatasi radang usus buntu. Operasi usus buntu bisa dilakukan lewat operasi terbuka (open appendectomy) dengan sayatan besar di perut, atau operasi laparoskopi (appendectomy laparoscopic) yang ukuran sayatannya lebih kecil.

Pemulihan operasi usus buntu relatif cepat dan minim komplikasi risiko. Sesudah dioperasi, kemungkinan Anda akan diopname 1-2 hari. Nah di waktu inilah, dokter juga tetap masih terus meresepkan Anda antibiotik untuk menghindari risiko infeksi pada area usus buntu. Meski begitu, jenis antibiotik yang diberikan mungkin berbeda.

Advertisement

Obat antibiotik yang biasanya diberikan sehabis operasi usus buntu yang pecah berupa obat sefalosporin golongan dua seperti cefotetan. Obat ini berfungsi mengobati atau mencegah infeksi pascaoperasi yang rentan disebabkan oleh bakteri.

Dokter akan memasukkan obat antibiotik lewat infus intravena (IV) untuk mencegah infeksi serius pada rongga perut setelah mengeluarkan usus buntu Anda. Masih dalam penelitian yang sama, obat antibiotik yang diberikan lewat infus selama 3-5 hari saja sudah cukup untuk membantu mencegah kemunculan infeksi. 

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Pemerintahan6 jam ago

Benyamin Davnie: Hingga Akhir Agustus 2026, Cek Kesehatan Gratis di Tangsel Capai 53 Persen

Tangerang Selatan8 jam ago

Gilang Muhammad Iqbal Juara Sayembara Desain Batik Khas Tangsel 2026, Bawa Karya “Ming Galih Gaya”

Pemerintahan8 jam ago

Pilar Saga Ichsan Dorong Desainer Lokal Tembus Tingkat Global

Sport1 hari ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia U-20: Jadwal, Jam Kick Off, dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Sport1 hari ago

Jadwal Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 AFC 2027

Sport1 hari ago

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Banten1 hari ago

Dewa United Datangkan Bek Muda Alfharezzi Buffon dari Garudayaksa

Nasional1 hari ago

Hasil Muktamar ke-35 NU: KH Miftachul Akhyar Rais Aam, Gus Kikin Ketua Umum PBNU 2026-2031

Hukum1 hari ago

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Mutasi 424 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda Berganti

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026

Nasional2 hari ago

KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PBNU Periode 2026-2031

Nasional2 hari ago

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Cicit Pendiri NU Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari

Nasional2 hari ago

Rais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU

Nasional2 hari ago

Profil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Pemerintahan2 hari ago

Dari Masjid untuk Masa Depan Digital, Diskominfo Tangsel Luncurkan GPS Digital Academy Innovation Center

Nasional2 hari ago

5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Nasional2 hari ago

KH Miftachul Akhyar Rais Aam PBNU Periode 2026-2031

Sport3 hari ago

Persija Jakarta vs Brisbane Roar 4-0: Macan Kemayoran Tampil Menggila

Sport3 hari ago

Hasil Persija Jakarta vs Brisbane Roar 4-0

Pemerintahan4 hari ago

Berkolaborasi dengan Gerakan Pejuang Subuh, Tangsel Digital Academy Lanjut di Masjid At-Taubah Pamulang

Serba-Serbi3 minggu ago

Cara Cek Desil DTSEN BPS dengan NIK

Pemerintahan2 minggu ago

Parade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan

Pemerintahan2 minggu ago

Pemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu

Sport3 minggu ago

Jadwal Dewata Challenge Series 2026: Bali United, Persib Bandung, dan Sabah FC

Pemerintahan2 minggu ago

Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen

Pemerintahan2 minggu ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel

Banten5 hari ago

Hasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub

Pemerintahan3 minggu ago

Jelang HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Terus Matangkan Persiapan Upacara Kemerdekaan

Serba-Serbi3 minggu ago

Apa Itu DESIL?

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT

Pemerintahan2 minggu ago

Tb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel

Pemerintahan3 minggu ago

Jelang Porprov VII Banten 2026, Tangsel Percepat Finalisasi Venue dan Akomodasi

Pemerintahan3 minggu ago

Kemarau Panjang, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Salurkan 339.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Pemerintahan2 minggu ago

Benyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi

Pemerintahan2 minggu ago

Tingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangsel Belajar Content Creator dan Coding di Masjid

Nasional2 hari ago

Rais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU

Pemerintahan2 minggu ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Perkuat Persatuan dan Kontribusi untuk Pembangunan

Nasional2 hari ago

Profil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Nasional2 minggu ago

Kunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf

Pemerintahan2 minggu ago

Tasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Masyarakat Tangsel Perkuat Kebersamaan

Populer