Pamulang
Ahli Pengobatan Alternatif di Pamulang Ini Tega Cabuli Pasiennya

Seorang ahli pengobatan alternatif bernama Ikrar Jaya (29), diduga telah mencabuli pasiennya berinisial MK (14), yang menderita Leukimia atau kanker darah. Kepada pihak kepolisian korban mengaku sudah dicabuli hingga sepuluh kali.
Kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (12/11/2013), Ikrar mengaku khilaf sampai ia bisa mencabuli gadis yang tubuhnya sudah kering itu di tempat praktiknya, di Jalan Suryakencana, Pamulang, Tanggerang Selatan.
“Saya tidak tahu kenapa, tiba-tiba saja muncul hasrat,” ujarnya.
Ikrar mengaku praktiknya itu bukan bohongan, bahkan ia pernah sekali menyembuhkan seorang penderita kanker darah dengan cara dimandikan air es dan dipijat. Namun ia mengaku sulit untuk menyembuhkan korban MK yang oleh orangtuanya sudah dibawa ke berbagai rumah sakit namun tak kunjung sembuh.
Ia belajar pengobatan alternatif dari seorang tabib keturunan Tionghua sejak lulus sekolah dasar. Sejak saat itu ia sudah mengobati sejumlah orang dengan hanya promosi dari mulut ke mulut, sampai akhirnya korban menangani MK.
Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Aswin dalam kesempatan yang sama mengatakan korban sudah dibawa ke berbagai rumah sakit oleh orangtuanya. Karena tidak kunjung sembuh dan terkendala masalah biaya akhirnya MK dibawa orangtuanya untuk menjalani pengobatan alternatif oleh Ikrar pada Januari 2013.
“Korban awalnya dipijit, dimandikan air es dalam keadaan bugil. Setelah beberakali pertemuan pelaku lalu mencabuli korban,” ujarnya.
Setelah belasan kali menjalani pengobatan oleh Ikrar, kondisi kesehatan korban juga tidak kunjung membaik. Orangtua korban akhirnya membawa MK ke ahli pengobatan alternatif lainnya. Saat menjalani pengobatan oleh ahli alternatif lain itu korban akhirnya menceritakan kejadian pencabulan itu kepada orangtuanya.
Kata Aswin orangtua korban pada 30 Oktober lalu melaporkan kasus itu ke Polisi. Kepada Polisi korban mengaku sudah sekitar sepuluh kali dicabuli pelaku. Petugas kemudian melakukan penyamaran dan mengumuplkan bukti-bukti kejahatan Ikrar, sampai akhirnya pelaku bisa diamankan.
“Kita masih melakukan pengembangan, apa ada korban lain,” ujarnya.
Pelaku dijerat pasal 287 KUHP dan pasal 81 undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Trbn/kt)
Tangerang6 hari agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien
Sport5 hari agoVeda Ega Pratama Kena Hukuman Long Lap Penalty, Misi Berat Menanti di Moto3 Hungaria 2026
Nasional5 hari agoKementerian UMKM Terus Dorong Penguatan Kemitraan Global bagi Pelaku UMKM Indonesia
Sport6 hari agoHasil Kualifikasi, Veda Ega Pratama Start dari Posisi 9 di Moto3 Hungaria 2026
Nasional5 hari agoWamen UMKM Helvi Moraza Dorong Bali Jadi Pusat Wellness Dunia
Bisnis5 hari agoIKPP Tangerang 50 Tahun Berkarya, Perkuat Kontribusi Lingkungan dan Sosial melalui Rekam Jejak Penghargaan Berkelanjutan
Komunitas5 hari agoKONGRES 2026 Tandai Era Baru Kebangkitan Musik Reggae Lokal di Tangsel
Nasional4 hari agoPresiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, serta Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden























