Connect with us

Lifestyle

Akhir Wabah Novel Coronavirus Menurut Prediksi Para Ilmuwan

Novel coronavirus yang berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok, hingga Selasa (11/2) telah menginfeksi lebih dari 40.000 orang dan mengakibatkan 1.018 orang meninggal dunia. Kendati angka infeksi dan kematian terus meningkat, sejumlah peneliti ternyata telah memprediksi skenario yang mungkin menjadi akhir dari wabah novel coronavirus.

Menurut Amesh Adalja, salah seorang peneliti sekaligus ahli penyakit infeksi di Johns Hopkins’ Center for Health Security, Amerika Serikat, wabah novel coronavirus yang saat ini merebak memiliki berbagai kemungkinan. Berikut teori yang dikemukakan oleh Adalja dan sejumlah peneliti lainnya terkait akhir dari wabah novel coronavirus.

Teori 1: Wabah novel coronavirus tidak berakhir

mudah tertular flu

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Worldometer, laju penularan novel coronavirus termasuk yang paling cepat di antara virus-virus sejenisnya. Sebagai gambaran, satu orang yang terinfeksi novel coronavirus bisa menulari 3 hingga 4 orang yang sehat. 

Advertisement

Bahkan, seorang pasien di rumah sakit di Wuhan dilaporkan telah menyebarkan infeksi ke lebih dari 57 orang. Laju penularan tersebut jauh lebih cepat dibandingkan wabah Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang merebak tahun 2003 serta Middle East Respiratory Syndrome (MERS) tahun 2013.

Menurut Amesh Adalja, wabah novel coronavirus mungkin saja tidak memiliki akhir. Hal ini didasarkan pada sebuah model penyebaran infeksi yang diterbitkan di jurnal Annals of Internal Medicine tahun ini.

Mengacu pada model tersebut, novel coronavirus diperkirakan akan menginfeksi lebih dari 300.000 orang pada 24 Februari 2020. Virus berkode 2019-nCoV ini kemungkinan besar menjadi pandemi, yakni penyakit yang menyerang seluruh belahan dunia.

Namun, Anda tidak perlu panik. Meski wabah novel coronavirus mungkin tidak memiliki akhir, Adalja juga mengemukakan ‘anak-anak’ dari teori pertamanya ini. Berikut gambarannya:

Advertisement

1. Novel coronavirus tidak pernah hilang, tapi menjadi penyakit musiman

2019-nCoV adalah bagian dari kelompok virus yang disebut coronavirus. Para ilmuwan sejauh ini telah menemukan tujuh tipe coronavirus pada manusia. Beberapa tipe hanya menyebabkan pilek dan flu, tapi ada pula yang memicu masalah pernapasan parah.

Wabah novel coronavirus mungkin tidak memiliki akhir, tapi infeksi ini bisa saja menjadi penyakit musiman seperti halnya pilek dan flu. Virus flu bertahan lebih lama pada suhu dingin. Begitu memasuki musim panas atau kemarau, angka infeksi mungkin menurun karena virus menjadi lebih lemah.

2. Novel coronavirus menjadi penyakit yang ringan

Coronavirus adalah virus yang sangat mudah mengalami mutasi. Selain membuat virus menjadi lebih kuat, mutasi juga bisa melemahkan virus. Mutasi mungkin akan membuat novel coronavirus menjadi lebih lemah sehingga pasien hanya akan mengalami gejala mirip flu.

Walau demikian, kemungkinan ini diragukan oleh Stephen Morse, ahli epidemiologi dari Columbia University, AS. Menurutnya, novel coronavirus bisa saja menjadi virus yang mirip dengan virus penyebab pilek, tapi ini bukan akhir dari wabah dan prosesnya akan memakan waktu lama.

Advertisement

Teori 2: Infeksi menurun dengan sendirinya

desinfektan-coronavirus

desinfektan-coronavirus

Wabah 2019-nCoV sangat mirip dengan wabah SARS. Selain sama-sama berasal dari kelelawar, kedua virus juga memiliki 80% kemiripan pada DNA. Para ilmuwan menduga bahwa akhir wabah novel coronavirus juga akan sama dengan wabah SARS.

Selama wabah SARS merebak, otoritas kesehatan di tiap negara menggalakkan upaya untuk mendeteksi, memeriksa, serta mengisolasi pasien yang terinfeksi SARS-CoV. Upaya tersebut bertujuan untuk mencegah virus memperbanyak diri sehingga hilang dengan sendirinya.

Penyebaran SARS kian menurun setelah adanya karantina, pembatasan perjalanan, dan pemeriksaan di bandara-bandara. Otoritas kesehatan juga menggiatkan kampanye kesehatan untuk semakin memperkecil ruang penyebaran virus.

Pemerintah beberapa negara kini tengah melakukan cara yang sama untuk mencapai akhir dari wabah novel coronavirus. Jika langkah ini terus dilakukan, jumlah orang yang rentan terinfeksi akan terus menurun sehingga virus tidak dapat menyebar lebih luas.

Advertisement

Novel coronavirus akhirnya akan bernasib sama seperti H1N1, Zika, dan SARS. Virus penyebab penyakit masih ada di sekitar Anda, tapi jumlahnya sangat sedikit dan tidak banyak yang akan tertular olehnya.

Teori 3: Tersedia vaksin untuk menghentikan penularan

Hingga saat ini, belum tersedia vaksin yang dapat membawa wabah novel coronavirus menuju akhir. Pengembangan vaksin masih terus dilakukan dan para peneliti terkendala oleh waktu, biaya, serta risiko efek samping pada pasien.

Kendati demikian, upaya pengembangan vaksin SARS belasan tahun lalu kini menjadi bekal bagi para peneliti dalam membuat vaksin novel coronavirus. Dengan demikian, proses pengembangan vaksin mungkin akan memakan waktu yang lebih singkat.

Beberapa perusahaan obat-obatan internasional kini bahkan berlomba-lomba dalam mengembangkan vaksin novel coronavirus. Ada yang mengembangkannya dari kode genetik virus, dan ada pula yang menguji obat yang sudah tersedia untuk melihat pengaruhnya terhadap novel coronavirus.

Advertisement

Menurut Anthony Fauci, pimpinan pusat penyakit infeksi di National Institutes of Health, pengembangan vaksin novel coronavirus akan berjalan dengan cepat sehingga dapat membawa akhir dari wabah ini.

Selama menanti munculnya vaksin, masyarakat dapat melindungi diri dari wabah novel coronavirus melalui upaya pencegahan. Langkah paling sederhana yang bisa dilakukan saat ini adalah mencuci tangan secara rutin menggunakan air bersih dan sabun.

Selain itu, setiap orang juga perlu membatasi kontak dekat dengan orang-orang yang mengalami gejala gangguan pernapasan. Jangan lupa mengenakan masker saat Anda berada di luar rumah. Pilihlah masker yang dapat menyaring udara dengan baik.

Akhir wabah novel coronavirus mungkin masih belum terlihat. Akan tetapi, setiap pihak kini tengah berusaha keras dalam mendeteksi pasien dan mencegah penularan. Anda pun bisa berperan aktif dengan menjaga diri sendiri dan orang-orang terdekat.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Pemerintahan2 hari ago

Tasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Masyarakat Tangsel Perkuat Kebersamaan

Pemerintahan2 hari ago

Tingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangsel Belajar Content Creator dan Coding di Masjid

Pemerintahan2 hari ago

Penurunan Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Generasi Muda Harapan Bangsa

Pemerintahan3 hari ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel

Pemerintahan3 hari ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Perkuat Persatuan dan Kontribusi untuk Pembangunan

Pemerintahan3 hari ago

Parade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan

Pemerintahan3 hari ago

Pemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu

Pemerintahan3 hari ago

Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen

Pemerintahan5 hari ago

Jelang Porprov VII Banten 2026, Tangsel Percepat Finalisasi Venue dan Akomodasi

Pemerintahan5 hari ago

Jelang HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Terus Matangkan Persiapan Upacara Kemerdekaan

Pemerintahan6 hari ago

Pemkot Tangsel Tertibkan Kabel Fiber Optik Ilegal, Pilar Saga Ichsan: Jangan Lagi Pasang Diam-diam

Sport6 hari ago

Jadwal Dewata Challenge Series 2026: Bali United, Persib Bandung, dan Sabah FC

Pemerintahan7 hari ago

Kemarau Panjang, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Salurkan 339.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Serba-Serbi7 hari ago

Apa Itu DESIL?

Serba-Serbi1 minggu ago

Cara Cek Desil DTSEN BPS dengan NIK

Sport1 minggu ago

Jadwal Brisbane Roar vs Dewa United dan Persija Jakarta

Sport1 minggu ago

Brisbane Roar Gelar Tur Pramusim ke Indonesia, Siap Jajal Kekuatan Dewa United dan Persija Jakarta

Banten1 minggu ago

Dewa United Siapkan Kekuatan Baru di Super League 2026/2027

Sport1 minggu ago

Persita Tangerang Datangkan Tyronne del Pino di BRI Super League 2026/2027

Banten1 minggu ago

Dewa United Basketball Academy Jadi Wadah Pembinaan Talenta Muda Banten

Sport1 minggu ago

Daftar 18 Klub Peserta Super League 2026/2027, Lengkap dengan Kode Tim

Sport1 minggu ago

18 Tim Peserta BRI Super League 2026/2027

Pemerintahan2 minggu ago

Transformasi Posyandu di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Kini Tak Sekadar Layanan Ibu dan Anak

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4-6 September 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Persebaya Surabaya vs Arema Malang

Otomotif3 minggu ago

Suzuki Access 125, Rekomendasi Motor Matic 125cc yang Nyaman, Awet, dan Bergaya Retro

Sport2 minggu ago

Jadwal Persib vs Persija Semifinal Piala Presiden 2026

Sport2 minggu ago

Hasil Persib Vs Persija 2-1, Maung Bandung Melaju ke Final Piala Presiden 2026

Serba-Serbi2 minggu ago

Pemkot Bersama Dekranasda Gelar Sayembara Desain Batik Khas Tangsel 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Persib Bandung vs Persija Jakarta

Sport2 minggu ago

Prediksi Pertandingan Persib Bandung vs Persija Jakarta Semifinal Piala Presiden 2026

Bisnis1 minggu ago

Kolaborasi Tokio Marine Life dan BAZNAS Jakarta Ciptakan Peluang Inklusif

Sport2 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persib vs Persija, Persebaya vs Arema

Bisnis1 minggu ago

Puluhan Praktisi Sustainability Studi Banding ke Bogasari Flour Mills Jakarta

SHR Miner
Internasional3 minggu ago

Editor’s Note: Outstanding Guest Post Payment from SHR Miner Representative

Pemerintahan3 minggu ago

Diskominfo Tangsel Bersama Karang Taruna Bambu Apus Hadirkan Pelatihan Literasi dan Konten Digital

Pemerintahan2 minggu ago

Cegah Banjir, Pemkot Tangsel Keruk Sungai Ciputat di Kawasan Pondok Hijau

Serba-Serbi1 minggu ago

Cara Cek Desil DTSEN BPS dengan NIK

Nasional2 minggu ago

DeepTalk Indonesia: Akademisi, Praktisi Hukum dan Eks Pimpinan KPK Dorong Reformasi Kejaksaan, Kawal Tuntas Proses Hukum Febrie Adriansyah

Pemerintahan3 minggu ago

Tangsel Digital Academy Hadir di Pesantren, Benyamin Davnie Dorong Santri Kuasai AI dan Literasi Digital

Populer