Akupunktur untuk Mengatasi Depresi, Benarkah Efektif?

By on Minggu, 13 Oktober 2019

Depresi merupakan gangguan mental yang memberikan dampak cukup besar bagi kualitas hidup penderitanya sehingga mereka cenderung tidak menikmati hidupnya. Ada banyak terapi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini, salah satunya adalah akupunktur. Apakah pengobatan akupunktur untuk depresi benar-benar efektif?

Simak jawabannya melalui ulasan di bawah ini. 

Cara kerja pengobatan akupunktur

efek samping akupuntur

Sebagai salah satu pengobatan tradisional dari Tiongkok yang sudah mendunia, akupunktur dipercaya dapat mengurangi beberapa gejala yang mengganggu, seperti gatal dan nyeri. 

Cara kerja akupunktur ternyata tidak semudah yang terlihat, yaitu menusukkan beberapa jarum ke titik tertentu pada tubuh Anda. Normalnya, ahli akupunktur akan memasukkan jarum-jarum tersebut pada titik akupunktur tertentu. 

Titik akupunktur dilihat berdasarkan ‘meridian’ yang mengalir di seluruh tubuh dan berhubungan dengan organ tubuh tertentu. Meridian ini merupakan saluran energi atau biasa disebut sebagai qi dalam dunia akupunktur. 

Setelah itu, jarum-jarum tersebut akan menyingkirkan hambatan yang menyumbat saluran qi ini. Hasilnya, orang yang melakukan akupunktur merasakan perbedaan yang cukup berarti dibandingkan sebelum mencoba metode tradisional ini. 

Pengobatan akupunktur yang dapat membantu mengatasi depresi

Setiap titik akupunktur memiliki khasiat yang berbeda-beda karena tiap titik akan beruhubungan dengan organ yang berbeda pula. Titik-titik tersebut berada di seluruh tubuh Anda, mulai dari kepala, leher, hingga telapak kaki. 

Sayangnya, akupunktur tidak dapat mengobati depresi secara keseluruhan. Akan tetapi, metode ini dapat membantu mengurangi gejala yang ditimbulkan dari depresi. 

Hal ini dibuktikan melalui studi yang diterbitkan dalam Journal of Alternative and Complementary Medicine. Studi tersebut mendalami tentang elektro akupunktur atau akupunktur yang menggunakan listrik.

Pada penelitian tersebut cara ini ternyata sama efektifnya dengan fluoxetine (antidepresan) untuk mengurangi gejala depresi. 

Para peneliti tersebut mengatakan akupunktur elektronik dapat menghambat peningkatan kadar kortisol atau hormon stres. Mereka juga menyimpulkan bahwa akupunktur memberikan efek perlindungan terhadap respon stres seseorang. 

Akupunktur memang bisa membantu mengatasi depresi, tetapi….

akupunktur untuk diabetes

akupunktur untuk diabetes

Pada tahun 2018 terdapat sebuah penelitian yang dimuat dalam Cochrane Library tentang pengobatan akupunktur untuk membantu mengobati depresi. Penelitian tersebut membagi beberapa kategori pengobatan depresi untuk mengetahui mana yang paling efektif. 

Hasilnya, memang terdapat penurunan gejala depresi pada terapi akupunktur. Selain itu, hasil ini juga terlihat pada pengobatan akupunktur untuk depresi dengan membandingkan terapi akupunktur tanpa bantuan obat-obatan medis. 

Walaupun demikian, efek akupunktur yang disamakan dengan psikoterapi tidak menunjukkan efek yang begitu berarti.  Oleh karena itu, masih dibutuhkan penelitian yang lebih dalam lagi untuk memeriksa pengaruh akupunktur terhadap depresi. 

Selain itu, perlu diingat bahwa metode ini lebih efektif jika dilakukan bersamaan dengan pengobatan medis lainnya, seperti psikoterapi dan konsumsi obat anti-depresan.

Efek samping dari akupunktur

badan gatal setelah minum alkohol

badan gatal setelah minum alkohol

Biasanya, akupunktur aman bagi semua orang jika dilakukan oleh orang yang memang sudah memiliki sertifikat dan profesional. Bahkan, kini ada pula dokter spesialis akupunktur.

Akan tetapi, bagi beberapa orang, terdapat efek samping yang muncul dari pengobatan akupunktur untuk mengatasi depresi, seperti:

  • Merasa gatal pada area yang ditusuk jarum
  • Reaksi alergi terhadap jarum
  • Perdarahan pada daerah tusukan
  • Lelah
  • Memar di sekitar area tusukan

Apabila Anda berminat untuk menggunakan akupunktur untuk membantu mengatasi depresi, sebaiknya cari tahu dahulu apa saja manfaat dan risiko dari metode ini. Anda juga bisa melakukan konsultasi pada psikiater, dokter spesialis akupunktur atau terapis Anda untuk mendapatkan pendapat lain.

Kabartangsel.com

Source