Internasional
Amerika Serang Venezuela: Emas Naik, Minyak Relatif Stabil

Amerika Serikat melakukan langkah militer dramatis terhadap Venezuela. Pada Sabtu (3/1), pasukan AS dilaporkan menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dan membawanya ke New York untuk menjalani proses hukum di Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington akan “mengelola Venezuela untuk sementara waktu” seraya membuka peluang investasi besar bagi perusahaan minyak AS.
Pasar Merespons Tenang
Investment Analyst Lead Stockbit Edi Chandren (@EdiChand) mengatakan, kendati ketegangan geopolitik meningkat, reaksi pasar global terpantau relatif terkendali. Harga minyak mentah Brent pada perdagangan Senin (5/1) pagi hanya menguat tipis sekitar 0,5% ke kisaran US$61 per barel.
Secara fundamental, pasar menilai dampak jangka pendek terhadap pasokan minyak global terbatas. Meski Venezuela memiliki sekitar 17% cadangan minyak mentah terbukti dunia—terbesar secara global—produksi aktual negara tersebut kini menyumbang kurang dari 1% output minyak dunia. Kondisi ini dipicu sanksi berkepanjangan dan minimnya investasi selama bertahun-tahun.
Analis menilai peningkatan produksi membutuhkan waktu panjang dan belanja modal (capex) besar, sehingga perubahan kebijakan saat ini belum cukup kuat mengganggu keseimbangan pasokan global dalam waktu dekat.
OPEC+ Tahan Produksi
Sejalan dengan pandangan pasar, OPEC+ dalam pertemuan Minggu (4/1) memutuskan mempertahankan rencana produksi tanpa perubahan. Aliansi produsen minyak itu menyebut penyesuaian produksi untuk merespons situasi Venezuela masih “prematur”. Dengan demikian, sentimen positif bagi saham-saham emiten migas diperkirakan terbatas.
Emas Menguat di Tengah Ketidakpastian
Berbeda dengan minyak, aset lindung nilai justru menguat. Harga emas pada Senin (5/1) pagi melonjak sekitar 1,5% ke level US$4.397 per troy ounce, seiring meningkatnya ketidakpastian global. Kenaikan ini berpotensi memberi sentimen positif bagi saham-saham emiten emas di dalam negeri seperti BRMS, ARCI, dan HRTA.
Kesimpulan
Langkah geopolitik AS di Venezuela memicu kehati-hatian investor, namun belum mengguncang pasar energi secara signifikan. Minyak bertahan stabil karena faktor pasokan, sementara emas kembali menjadi tujuan utama pelarian modal di tengah risiko global yang meningkat.
Banten4 hari agoKomisi V DPRD Banten Siap Awasi Ketat Pelaksanaan SPMB 2026
Bisnis4 hari agoIndofood Sponsori Film Animasi Garuda di Dadaku
Bisnis4 hari ago75 Persen Kelas Menengah Indonesia Tertekan secara Finansial
Bisnis4 hari agoFujifilm Indonesia Bawa Kebahagiaan ke Panti Asuhan Lewat Program ‘First Family Photo’
Nasional4 hari agoJelang Hari Kartini, Selvi Gibran Rakabuming Dorong Penguatan Peran Perempuan dan Kesetaraan Gender dengan Kolaborasi Lintas Sektoral
Bisnis4 hari agoIsoplus Run Series 2026 Targetkan 17.000 Pelari
Bisnis4 hari agoPINTU Perkuat Edukasi dan Literasi Crypto bagi Generasi Muda
Nasional4 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Ajak Industri Kreatif Perkuat Kolaborasi Strategis

















