Lifestyle
Anak Ingin Makan Sushi, Baiknya di Usia Berapa?

Selain daging, ikan dan makanan laut lainnya bisa jadi sumber protein untuk anak. Anda bisa menyajikan berbagai ikan menjadi beragam menu, seperti ikan goreng, sup ikan, atau sushi. Namun, kapan anak dibolehkan makan sushi? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.
Kapan anak boleh makan sushi?
Anak-anak membutuhkan makanan bernutrisi untuk mendukung tumbuh kembangnya. Selain itu, makanan juga menjadi sumber energi yang bagi anak untuk menjalani berbagai aktivitas.
Nah, ikan menjadi salah satu makanan yang tinggi nutrisi. Mulai dari protein, vitamin, hingga asam lemak omega 3 yang membantu menjaga kesehatan mata dan otak anak terdapat dalam ikan.
Ikan juga sering kali diolah menjadi sushi. Sushi merupakan makanan khas Jepang, tapi populer di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Lantas, bolehkan anak makan sushi?
Jawabannya, tentu saja boleh. Namun, makanan ini harus diberikan pada usia yang tepat. Pasalnya, ikan mentah memungkinkan bakteri masih hidup di dalamnya. Selain itu, beberapa ikan tertentu juga mengandung merkuri cukup tinggi.
Anak-anak umumnya memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah dari orang dewasa. Hal ini tentu menyebabkan mereka lebih besar berisiko kena infeksi.
Menurut laman Healthy Children, banyak orangtua di Jepang mulai mengenalkan sushi pada anak saat mereka berusia 3 tahun. Namun, Janet Helm, MS RD, seorang ahli gizi berpendapat bahwa orangtua setidaknya perlu menunggu si kecil berusia 5 tahun atau lebih jika ingin anak makan sushi ikan mentah.
Tips aman dan sehat mengenalkan sushi pada anak

Selain mempertimbangkan usia anak, orangtua juga perlu memperhatikan cara tepat untuk mengenalkan sushi pada si kecil. Supaya tidak salah langkah, perhatikan beberapa hal berikut ini.
1. Pastikan anak telah menerima vaksin hepatitis A dan typhoid
Makan sushi dari ikan mentah meningkatkan risiko anak terkena infeksi, seperti hepatitis A, typhoid, dan parasit. Meskipun kasus ini jarang terjadi, Anda tidak boleh menyepelekan hal ini.
Pastikan anak telah menerima vaksin hepatitis A dan typhoid sebelum Anda mengenalkan sushi pada anak. Kedua vaksin tersebut dapat diberikan mulai usia 2 tahun.
2. Pastikan anak bebas alergi seafood
Selain sudah mendapatkan vaksin, pastikan juga anak bebas dari alergi seafood. Anak dengan kondisi ini perlu menghindari sushi maupun makanan olahan dari seafood agar gejalanya tidak kambuh.
Meski umumnya diketahui saat masih kecil, anak-anak usia berapa pun bisa memiliki alergi ini. Jika anak menunjukkan tanda-tanda alergi setelah makan sushi, segera periksa ke dokter.
3. Pilih ikan yang rendah merkuri
Walaupun bernutrisi tinggi, beberapa jenis ikan cenderung mengandung tinggi merkuri. Contohnya, ikan todak, marlin, king mackerel, tilefish, tuna. Sebagai gantinya, Anda bisa memilih ikan atau makanan laut yang rendah merkuri seperti cakalang, salmon, ikan patin, ikan nila, ikan cod, atau udang.
4. Sesuaikan porsinya
Sushi disajikan dengan tambahan telur, telur ikan, sayur, rumput laut kering, dan nasi. Inilah kenapa sushi menyajikan berbagai nutrisi bagi anak. Namun, jangan lupa adanya nasi menyumbangkan kalori cukup banyak, seperti halnya anak makan ikan dengan nasi.
Jadi, pastikan anak makan sushi sesuai dengan porsi makan biasanya. Jika anak terlalu banyak makan sushi, ia bisa saja terlalu banyak makan.
Sushi juga biasanya disantap bersamaan dengan soyu (kecap asin) yang tinggi garam. Terlalu banyak makan makanan tinggi garam tidak baik untuk kesehatan anak.
Kabartangsel.com
Tangerang4 minggu agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien
Sport3 minggu agoFIFA World Cup 2026 Schedule: Complete Fixtures, Groups, Format, and Tournament Dates
Sport3 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Lengkap
Nasional4 minggu agoKementerian UMKM Terus Dorong Penguatan Kemitraan Global bagi Pelaku UMKM Indonesia
Nasional4 minggu agoWamen UMKM Helvi Moraza Dorong Bali Jadi Pusat Wellness Dunia
Nasional4 minggu agoPresiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, serta Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden
Sport4 minggu agoVeda Ega Pratama Kena Hukuman Long Lap Penalty, Misi Berat Menanti di Moto3 Hungaria 2026
Bisnis4 minggu agoIKPP Tangerang 50 Tahun Berkarya, Perkuat Kontribusi Lingkungan dan Sosial melalui Rekam Jejak Penghargaan Berkelanjutan


























