Lifestyle
Anak Tidak Mau Makan, Bolehkah Diganti Dengan Minum Susu Terus?

Anak tidak mau makan pasti membuat kepala Anda keliyengan. Apalagi jika maunya hanya minum susu terus-terusan. Padahal, anak tetap butuh makan supaya tetap sehat. Apakah susu saja sudah cukup memenuhi kebutuhan gizi anak yang susah makan?
Bolehkah mengganti makanan dengan susu?
Susu sapi disebut sebagai makanan alami yang hampir sempurna karena mengandung nutrisi lengkap. Dari kalori, protein, gula, karbohidrat, asam folat, lemak, sampai vitamin dan mineral seperti kalsium dan fosfor, semua ada dalam segelas susu sapi.
Namun meski padat gizi, susu tidak bisa dijadikan pengganti makanan sebab seiring bertambahnya usia anak kebutuhan gizinya pun akan semakin banyak dan beragam. Segelas susu saja tetap tidak mampu memenuhi kebutuhan variasi gizinya dalam satu hari.
Begini contoh kasusnya: segelas susu sapi biasanya hanya mengandung 8 gram protein, sementara rata-rata anak kecil butuh sekitar 18-30 gram protein setiap hari. Nah dari sini sudah bisa terlihat bahwa minum tiga gelas susu sapi dalam sehari belum mampu memenuhi kebutuhan protein anak.
Terlebih susu termasuk rendah vitamin C dan serat. Kandungan variasi yang tidak seimbang ini tentu tidak baik untuk tubuh anak. Jika anak hanya mau minum susu saja, bukan mustahil ia akan kekurangan gizi. Banyak penyakit yang bisa menyerang anak karena kekurangan vitamin atau mineral tertentu. Badannya jadi tidak bertenaga dan kurang aktif seperti biasa.
Selain itu, susu sapi sangat tinggi gula. Kebanyakan minum susu lama-lama bisa membuat berat badannya makin bertambah dan pertumbuhannya jadi terganggu.
Lantas, bagaimana caranya mengatasi anak tidak mau makan?
Menyuguhkan susu saat anak tidak mau makan sebenarnya tidak apa-apa asal Anda dapat memastikan ia tetap mendapat makan di waktu makan berikutnya, bukan justru minum susu lagi.
Ingat porsi susu per hari untuk anak adalah dua gelas ukuran 250 ml. Tidak boleh lebih dari takaran yang dianjurkan.
Supaya anak mau makan, ada beberapa langkah yang bisa Anda ikuti, antara lain:
- Tawarkan beberapa makanan lain dan biarkan anak memilih sendiri makanan yang ingin dia nikmati. Namun, pastikan makanan yang Anda tawarkan itu sehat dan bernutrisi.
- Jangan memaksanya untuk makan. Memaksa dia makan akan membuat suasana hatinya semakin memburuk dan semakin sulit untik dikendalikan. Jangan iming-imingi anak dengan permen atau makanan manis lainnya supaya ia mau makan karena ini akan menambah asupan kalori.
- Ajak teman atau saudaranya untuk makan bersama. Biasanya anak-anak suka mengikuti apa yang dilakukan orang lain dan akan makan lebih lahap.
- Pada situasi seperti ini, jangan berikan menu makanan yang tidak disukai anak sementara waktu. Anda bisa memberinya menu ini di lain waktu.
- Variasikan menu makanan jadi lebih menarik dan membuat anak tertarik untuk memakannya. Anda bisa mengajak anak untuk berbelanja dan memasak makanan bersama, supaya ia makin antusias untuk makan.
Kabartangsel.com
Jabodetabek5 hari agoProf Dede Rosyada Tegaskan Pengelolaan Yayasan Triguna dan Syarif Hidayatullah Telah Diserahkan ke Pemerintah Melalui UIN Jakarta
Pemerintahan7 hari agoPilar Saga Ichsan Buka Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna ke-14 Tingkat Kota Tangsel
Nasional6 hari agoOTT Senyap Kasus Imigrasi, KPK Beri Kado Hari Lahir Pancasila untuk Rakyat
Pemerintahan5 hari agoPemkot Tangsel Raih Penghargaan Terbaik III Regional Jawa-Bali untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Banten7 hari agoBenyamin Davnie Sambut Tim Penilai PKK Banten, Pondok Pucung Tampilkan Program Unggulan
Jabodetabek5 hari agoPenjelasan UIN Jakarta soal Insiden Kericuhan di Lingkungan Madrasah Pembangunan Pamulang Tangsel
Pemerintahan5 hari agoLomba Inovasi TTG ke-14 Tingkat Kota Tangsel 2026, Unpam dan SMAN 1 Tangsel Raih Juara Pertama
Pemerintahan6 hari agoSekda Tangsel Bambang Noertjahjo Lepas 357 Atlet untuk POPDA XII dan PEPARPEDA IX Banten 2026

























