Apakah Diet Keto Juga Manjur untuk Anak Dengan Epilepsi?

By on Rabu, 12 Juni 2019

Sekarang ini banyak yang melakukan diet keto demi menurunkan berat badan. Padahal, sebenarnya diet ini khusus dirancang untuk pasien dengan epilepsi yang memang dianjurkan untuk membatasi asupan karbohidrat. Diet keto juga dianjurkan bagi anak yang mengalami epilepsi. Namun, apakah ada perbedaan diet keto pada anak epilepsi dengan orang dewasa? Apakah diet keto ini akan memengaruhi tumbuh kembang si kecil?

Diet keto, salah satu cara kendalikan kejang

Seperti yang sudah diketahui banyak orang, prinsip utama diet keto adalah mengurangi asupan karbohidrat di dalam tubuh dan meningkatkan asupan lemak dan protein. Diet keto bisa jadi salah satu cara mengendalikan kejang, .

Pada kondisi normal, tubuh akan menggunakan glukosa yang berasal dari asupan kabrohidrat sebagai energi utama. Nah, ketika pasien epilepsi menerapkan diet keto, maka tubuh akan otomatis kekurangan glukosa hingga akhirnya mengandalkan cadangan lemak sebagai pengganti energi. 

Ketika tubuh menggunakan lemak sebagai energi, maka zat keton juga akan terbentuk secara alami. Semakin banyak lemak yang digunakan, semakin banyak pula zat keton yang diproduksi tubuh.

Pada pengidap epilepsi, zat keton ini justru menguntungkan karena dapat memengaruhi aktivitas listrik di otak dan akhirnya menurunkan risiko kambuhnya epilepsi. Maka itu, pasien epilepsi dianjurkan untuk menerapkan diet ini.

Namun, bagaimana dengan pasien anak-anak? Apakah diet ini sama manjurnya dengan pasien dewasa? Apakah akan memengaruhi tumbuh kembangnya, mengingat asupan karbohidratnya sangat rendah.

Diet keto terbukti bisa mengendalikan epilepsi anak

Sama halnya dengan terapi diet keto untuk penderita epilepsi dewasa, diet keto untuk anak penderita epilepsi juga memiliki manfaat yang baik, khususnya untuk mengontrol kejang.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 telah menyatakan bahwa diet keto untuk anak penderita epilepsi terbukti efektif mengurangi gejala kejang. Bahkan, 38% anak epilepsi yang menerapkan terapi diet keto untuk epilepsi berhasil mengurangi kejang hingga lebih dari 50% dari jumlah gejala kejang yang biasanya mereka alami setiap hari.

Selain itu, 80% anak penderita epilepsi yang berhasil tidak merasakan gejala kejang sejak menerapkan diet keto, akan terus merasakan bebas dari kejang meski sudah berhenti melakukan terapi diet keto ini.

Menerapkan diet keto pada anak epilepsi

Oleh karena diet keto termasuk diet yang cukup ekstrem, maka si kecil harus dalam pengawasan tim medis, yaitu dokter dan ahli gizi, jika ingin menerapkannya. Bahkan, saat akan memulai mencoba diet keto ini, anak yang mengalami epilepsi mungkin dianjurkan untuk rawat inap di rumah sakit.

Hal ini untuk memudahkan tim medis mengevaluasi kondisi si kecil dan melihat apakah diet keto yang dijalankan memang efektif mengendalikan kejangnya.

Sebelum memulai diet keto ini, si kecil mungkin harus melakukan puasa untuk tidak makan makanan apapun selama 36 hingga 48 jam. Setelah itu, anak baru boleh makan sedikit demi sedikit.

Apakah diet keto pengaruhi pertumbuhan anak?

Waktu pelaksanaan terapi diet keto untuk anak epilepsi biasanya satu hingga dua tahun. Jika melebihi waktu tersebut, si kecil mungkin akan berisiko mengalami masalah kesehatan seperti, dislipedemia, batu ginjal, hingga terhambatnya pertumbuhan sang anak.

Dalam beberapa penelitian ditemukan bahwa diet ketogenik ini memengaruhi massa dan kepadatan tulang anak. Hal ini disebabkan karena zat keton yang dihasilkan dapat berdampak pada pH tulang.

Semakin banyak zat keton yang dihasilkan, semakin berpeluang mengurangi massa tulang anak. Maka itu, menerapkan diet keto pada anak epilepsi harus didampingi dengan tim medis dan tidak bisa sembarangan.

Dokter dan ahli gizi akan merancang menu khusus yang akan disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak.

Kekurangan terapi diet keto yang patut dipertimbangkan

Memang, diet keto bisa jadi salah satu alternatif yang dapat membantu mengurangi kejang pada anak epilepsi. Namun hal yang perlu diingat bahwa diet ini juga memiliki risiko pada kesehatan si kecil. Apalagi jika dilakukan dalam jangka panjang. 

Ada beberapa kekurangan dari pelaksaan terapi diet keto untuk anak penderita epilepsi, yang mesti Anda pertimbangkan, seperti:

  • Anda harus ekstra hati-hati dalam pengukuran karbohidrat pada makanan anak Anda. Bahkan, karbohidrat yang ada di dalam pasta gigi juga harus Anda ukur, karena jika ada kesalahan pengukuran sedikit saja, dapat memicu timbulnya kejang pada anak.
  • Diet keto untuk anak penderita  epilepsi tidak mencukupi asupan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh, sehingga Anda mungkin ingin menambahkan asupan vitamin untuk anak Anda menggunakan suplemen vitamin yang tidak mengandung gula.  

Oleh karena cukup ekstrem dan memiliki risiko tertentu, Anda sebaiknya konsultasi dengan dokter sebelum menerapkan hal ini pada si kecil.

Kabartangsel.com

Source