Perusahaan produksi kertas APP Sinar Mas berkomitmen untuk mendukung program Indonesia Bebas Sampah 2020 yang juga sejalan dengan visi perusahaan tersebut mengurangi limbah sampah, baik di dalam maupun luar wilayah operasionalnya.
“Berbagai macam dukungan, gerakan, dan aktivitas yang dijalankan oleh APP Sinar Mas wujud komitmen jangka panjang kami untuk terus mendorong penanganan dan pengelolaan sampah,” kata Direktur Unit Industri PT Indah Kiat Pulp & Paper Serang-APP Sinar Mas, Heppy Moiras, Senin, (6/2/2017).
APP Sinar Mas pada 4 Februari juga telah bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Serang serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang sejalan dengan “APP Sustainability Roadmap: Vision 2020”.
Perusahaan tersebut juga mendukung penyelenggaraan lokakarya bagi masyarakat setempat, guna memberikan pemahaman dasar mengenai sampah plastik, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta edukasi mengenai pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.
“Kami berharap agar ke depannya semakin banyak lagi kerjasama dan kolaborasi terkait pengelolaan sampah dari berbagai pihak untuk mendukung pemberdayaan masyarakat serta pemeliharaan lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Heppy.
Dia mengucapkan penanggulangan dan pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak saja, namun perlu adanya kolaborasi dari seluruh pihak mulai dari jajaran pemerintah, pelaku bisnis dan dukungan masyarakat luas.
Sebelumnya, koalisi sejumlah lembaga swadaya masyarakat mengingatkan pengelolaan sampah nasional harus holistik dan menyesalkan sikap Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang tetap mendorong teknologi termal dalam pengelolaan sampah.
“Pengelolaan sampah harus dilihat secara holistik dari hulu ke hilir, jangan hanya berfokus teknologi di belakang saja,” kata Pengkampanye Urban dan Energi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Dwi Sawung dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (28/1).
Koalisi terdiri antara lain oleh Walhi, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), meminta KLHK untuk menggalakkan replikasi kisah-kisah sukses pengelolaan sampah dengan pendekatan 3R dan nirsampah (Zero Waste).
Kota Bandung memberikan contoh yang baik bagaimana menekan produsen untuk menggunakan kemasan yang dapat diolah kembali ketika memberlakukan pelarangan penggunaan styrofoam.
Selain itu, Surabaya telah sukses menggalakkan pemilahan dan merintis pengomposan skala rumah tangga hingga 26 rumah kompos sejak tahun 2004, dengan reduksi sampah mencapai 37 persen.
Salah satu perwakilan pemohon, Wawan Some dari Komunitas Nol Sampah mengingatkan bahwa Surabaya pernah mengalami kegagalan dengan insinerator, yang telah menghabiskan biaya Rp33 Milyar namun tidak dapat digunakan dan dalam penerapannya tidak sesuai standar.
“Justru non-termal yang berhasil. Inisiatif-inisiatif seperti ini harus dipelihara dan dikembangkan,” ucapnya.
Dalam kaitannya dengan pengelolaan sampah secara holistik, para pemohon mengingatkan KLHK untuk mengkonsultasikan Rancangan Perpres Kebijakan Strategi Nasional Sampah Rumah Tangga (Jakstranas) 2015-2025 kepada masyarakat luas. (pr/fid)
Bisnis3 hari agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan3 hari agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Pemerintahan4 hari agoPemkot Tangsel Hadirkan 5.000 Titik Internet Gratis, Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala
Pemerintahan4 hari agoInternet Gratis Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala, Pemkot Kini Hadirkan Aplikasi Tangsel Mengaji Berbasis AI
Cek Fakta4 hari agoAwas Hoaks! Pemkot Tangsel Siap Melegalkan Miras demi Meningkatkan PAD
Sport4 hari agoPersib Bandung dan Borneo FC Samarinda Wakili Indonesia di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/27
Sport4 hari agoMoto3 Italia 2026: Veda Ega Pratama Finish ke-8, Hakim Danish Amankan Podium ke-3
Sport4 hari agoKapten Persita Tangerang Minta Maaf Gagal Penuhi Target BRI Super League 2025/26














