Lifestyle
Aturan Makan Saat Lebaran untuk Mencegah Kolesterol Naik

Lebaran adalah hari kemenangan setelah Anda berpuasa satu bulan lamanya. Kemenangan ini sering diwujudkan dan dibalas dengan makan makanan enak. Beberapa makanan khas yang ada saat Lebaran adalah rendang, semur daging, gulai, dan opor ayam. Siapa yang bisa menolak sajian lezat dari makanan khas Lebaran tersebut?
Namun, jangan sampai kalap makan makanan enak tersebut secara berlebihan, ya. Pasalnya, makanan di hari Lebaran kebanyakan mengandung minyak dan santan yang bisa bikin kadar kolesterol dalam darah melonjak. Supaya sehat dan kadar kolesterol tetap normal, ikuti aturan makan sehat saat Lebaran berikut ini.
Tips dan aturan makan saat Lebaran
Untuk Anda yang punya masalah kesehatan dengan kadar kolesterol, bukan berarti Anda tidak boleh makan enak saat Lebaran. Asal Anda tahu bagaimana cara menjaga pola makan, penyakit yang Anda alami tidak akan jadi semakin buruk kondisinya. Berikut aturan makan yang wajib diikuti:
1. Pilih satu saja jenis makanan tinggi kolesterol di hari raya


Aturan pertama makan sehat saat Lebaran adalah cukup dengan memilih salah satu menu hidangan saat Lebaran. Contoh, di Lebaran pertama Anda bisa memilih hanya makan opor ayam saja.
Tidak disarankan makan opor ayam, semur daging, dan rendang di satu hari bersamaan. Ini karena ketiganya mengandung banyak lemak yang akan memengaruhi naiknya kadar kolesterol dalam darah Anda.
Lalu di hari raya kedua, baru Anda boleh mencoba jenis makanan Lebaran lain, misalnya rendang daging. Tetap hanya salah satu menu makanan saja dalam sehari, tidak semua dicicipi.
2. Ganjal perut dengan minuman mengandung susu yang diperkaya beta-glucan dan inulin


Anda juga bisa menyiasati naiknya kolesterol saat Lebaran dengan minuman mengandung susu sebelum makan besar.
Sebuah penelitian yang dimuat dalam Nutrition Journal tahun 2011 menunjukkan bahwa konsumsi 20 gram protein kasein yang terdapat pada susu dapat membuat Anda kenyang lebih lama ketika diminum 30 menit sebelum makan besar. Alhasil, porsi makan yang dikonsumsi pun menjadi lebih sedikit karena efek kenyang masih terasa.
Yang tak kalah penting, pilih minuman mengandung susu yang diperkaya serat beta-glucan dan inulin. Penelitian dalam International Journal of Molecular Medicine tahun 2018 menguak bahwa serat beta-glucan dapat berinteraksi dengan lipid (lemak) sehingga reaksinya bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Studi lain dalam jurnal European Journal of Clinical Nutrition tahun 2016 juga membuktikan bahwa inulin dapat mengurangi kadar kolesterol jahat alias LDL. Inulin sendiri yaitu fruktan yang dapat ditemukan dalam berbagai jenis tumbuhan.
Karena itu, minuman mengandung susu yang telah diperkaya serat beta-glucan dan inulin bisa jadi teman yang tepat di hari raya. Khususnya buat Anda yang punya masalah kadar kolesterol tinggi.
3. Makan dengan piring kecil


Makan di piring kecil dengan porsi yang lebih sedikit juga bisa mencegah kolesterol Anda naik. Aturan makan saat Lebaran ini bisa dilakukan untuk mencegah kekenyangan karena makanan menumpuk berlebihan di satu piring besar.
Menggunakan piring kecil akan menciptakan suatu ilusi seolah piring Anda penuh dan Anda sudah makan banyak. Anda pun terdorong untuk berhenti makan ketika piring sudah kosong karena pikiran bawah sadar Anda mengganggap Anda sudah menghabiskan seporsi makanan.
4. Imbangi dengan olahraga setelah makan-makan Lebaran


Menghabiskan sisa libur Lebaran baiknya jangan dilakukan dengan berdiam diri atau tidur-tiduran saja di rumah. Untuk menurunkan kolesterol dan memaksimalkan hasil dari aturan makan saat Lebaran yang Anda lakukan, Anda wajib melakukan aktivitas fisik.
Tubuh yang kurang beraktivitas fisik merupakan salah satu pemicu utama penyakit jantung. Aktivitas fisik seperti olahraga bisa membakar kalori dan lemak tubuh menjadi energi, sehingga disarankan dilakukan untuk orang dengan masalah kolesterol.
Tidak perlu aktivitas fisik ekstrem untuk menghilangkan lemak dan kolesterol dalam tubuh. Anda bisa berenang, jogging, atau bersepeda.
Alternatif lainnya bisa dilakukan dengan berjalan-jalan santai sekitar area rumah selama 30 sampai 45 menit lamanya. Manfaatkan juga jalan kaki berkeliling perumahan sebagai ajang silaturahmi Lebaran dengan tetangga sekitar.
Kabartangsel.com
Jabodetabek7 hari agoProf Dede Rosyada Tegaskan Pengelolaan Yayasan Triguna dan Syarif Hidayatullah Telah Diserahkan ke Pemerintah Melalui UIN Jakarta
Jabodetabek7 hari agoPenjelasan UIN Jakarta soal Insiden Kericuhan di Lingkungan Madrasah Pembangunan Pamulang Tangsel
Pemerintahan7 hari agoPemkot Tangsel Raih Penghargaan Terbaik III Regional Jawa-Bali untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Pemerintahan7 hari agoPRA SPMB 2026 Dibuka, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota SMP Negeri
Nasional7 hari agoPerkuat Ketahanan Nasional, Wapres Gibran Rakabuming Raka Dorong Diversifikasi Pangan dan Digitalisasi Ekonomi
Nasional7 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Pengembangan Museum Asmat dan Sekolah Lapang Sagu
Kabupaten Tangerang7 hari agoIntan Nurul Hikmah Ajak Masyarakat Kabupaten Tangerang Ciptakan Lingkungan Ramah Lansia
Tangerang6 hari agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien


























