Banten
Bara dan Jara, Maskot Pilkada Banten 2024

KPU Provinsi Banten meluncurkan Maskot Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Banten Tahun 2024 pada Sabtu, Juni 2024.
Bara dan Jara

Maskot Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Banten adalah Bara dan Jara yang merupakan akronim dari “Banten Bersuara” dan “Jaga Suara”, kemudian Jingle Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten dengan Judul “Sayangi Bantenmu, Coblos Pilihanmu”.
Mengapa Badak Jawa?
Badak Jawa, hewan langka yang kini hanya bisa dijumpai di Taman Nasional Ujung Kulon. Tidak hanya langka, mamalia ini terancam punah. Data per Agustus 2021, jumlah Badak Jawa di Ujung Kulon hanya 75 ekor.
Berpondasi nilai Persatuan (sila ke-3) dengan asas kebaranian mendengar dan berpendapat, kejujuran, kebebasan, keadilan, dan kesetaraan kita memilih 1 pemimpin Banten yang kuat dan kokoh untuk mencapai era keemasan Banten, masyarakat yang Modern, Makmur & Sejahtera, matang berilmu, dan bijaksana dalam bertindak.
Warna yang Dipakai
Abu-Abu & Hitam
Melambangkan netralitas. Dalam menyelenggarakan kepemiluan daerah, KPUD Banten akan bertindak dan bersikap netral. Tidak memihak salah satu calon atau kelompok tertentu.
Putih
Melambangkan bersih. Bahwa KPUD Banten dalam melaksanakan Pilkada terbebas dari intervensi maupun hal-hal lain yang dapat mencoreng nama & kredibelitas institusi.
Kuning
Melambangkan keceriaan. Pilkada merupakan pesta. Karena itu, harus disambut dengan kegembiraan.
Merah
Melambangkan keberanian. Warna merah dalam logo KPU dan surat suara juga mewakili ke-Indonesia-an.
Emas
Melambangkan kesejahteraan. Hasil pemilu diharapkan dapat membawa Masyarakat lebih sejahtera.
Ungu
Merepresentasi warna tinta. Dalam konteks Maskot ini, warna ungu tidak bermakna apa pun, kecuali hanya untuk mewakili warna tinta.
Warna Khusus
Merah Pada Mulut
Warna merah pada mulut bermakna bahwa pemilih (masyarakat) kita saat ini sangat kritis. Di era demokrasi, mereka berani menyampaikan sesuatu tanpa rasa takut. Warna merah pada mulut juga bermakna bahwa pemilih tidak takut dan tidak ragu untuk memberikan suaranya pada momen pesta pemilihan kepala daerah (Pilkada).
Jumlah
3 Jari Kaki
Melambangkan sila ke-3 (persatuan). Sebagai Pondasi penyelenggaraan Pilkada adalah Persatuan.
Sepasang Badak Jantan dan Betina
Menunjukkan kesetaraan gender dalam proses Pilkada, dengan mewakili baik laki-laki maupun perempuan.
1 cula
Melambangkan 1 pemimpin yang kuat. Hasil pemilu diharapkan dapat menghasilkan 1 pemimpin yang kuat.
Posisi Badak
Badan saling belawanan dan menghadap ke depan dengan membawa peraga pemilu. Rasa riang, gembira, sumringah, senang setelah memilih.
Mata saling melirik, Jari kelingking saling berdekatan bermakna akur, walau berbeda pilihan kita tetap akur.
Merah Pada Telinga
Warna merah pada telinga bermakna semangat dan gairah. Pemilih (masyarakat) kita saat ini memiliki semangat untuk mencari dan menyerap berbagai informasi kepemiluan, khususnya terkait profil dan track record calon kepala daerah yang akan berkontestasi. Berbekal informasi itulah mereka akan menentukan dan memantapkan pilihan.
Bisnis5 hari agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan5 hari agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Hadirkan 5.000 Titik Internet Gratis, Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala
Pemerintahan6 hari agoInternet Gratis Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala, Pemkot Kini Hadirkan Aplikasi Tangsel Mengaji Berbasis AI
Cek Fakta6 hari agoAwas Hoaks! Pemkot Tangsel Siap Melegalkan Miras demi Meningkatkan PAD
Sport6 hari agoPersib Bandung dan Borneo FC Samarinda Wakili Indonesia di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/27
Sport6 hari agoMoto3 Italia 2026: Veda Ega Pratama Finish ke-8, Hakim Danish Amankan Podium ke-3
Sport6 hari agoVeda Ega Pratama Start Posisi 13 di Moto3 Italia 2026























