Banten
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Pengedar Uang Palsu di Bogor, Jawa Barat dan Tangsel

Bareskrim Mabes Polri membongkar sindikat peredaran uang palsu di Bogor, Jawa Barat dan Tangerang Selatan (tangsel), Banten. Empat tersangka pun berhasil dalam kasus tersebut.
Keempat anggota sindikat yang dibekuk itu adalah Asep Abdul Fathi alias Ebeh yang berperan sebagai pencetak uang, Tohir selaku pemodal, Musa Suhi dan Mad Mahdi bertugas mengedarkan uang palsu tersebut.
Tak tanggung-tanggung barang bukti yang berhasil disita mencapai Rp 16 triliun lebih uang palsu.
“Uang palsu ini berhasil diungkap dari Jawa barat. Mata uang berbagai negara dan dicetak dengan peralatan yang ada di sini,” kata Kabag Penum Polri Kombes Rikwanto, Kamis (9/4).
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Kombes Victor Simanjuntak menjelaskan, pengungkapan ini dilakukan bertahap mulai 25 Februari 2015 sampai dengan akhir Maret 2015.
“Total nilai uang palsu setara Rp 16.205.621.987.685,” tegas Victor di Mabes Polri, Kamis (9/4).
Adapun barang bukti yang disita itu antara lain 800 lembar benda yang menyerupai uang kertas USD pecahan 1.000 setara Rp 1.030.240.00.
Kemudian, 100 lembar benda yang mirip uang kertas pecahan SGD 10 ribu (dollar Singapura) setara Rp 9.735.000.000. Ada pula 91 lembar uang pecahan 1000 Malaya and British Borneo, 100 lembar menyerupai uang kertas pecahan 10 ribu Malaya and British Borneo, 96 lembar uang kertas pecahan 20 Canada atau setara Rp 19.889.280
Berikutnya, ada sembilan lembar benda yang menyerupai uang kertas pecahan 1 juta Canada atau setara Rp 93.231.000.000, dua lembar uang kertas pecahan 100 dollar Brunei Darussalam, enam lembar uang 1000 mirip mata uang Dejavasche Bank Duized Gulden, 1.117 pecahan Euro 1.000.000 setara Rp 15.967.515.000.000.
Ada lagi selembar uang pecahan 1.000.000 mirip dollar Hongkong yang setara Rp 1.710.100.000, selembar pecahan 1000 Duetsche Bundes Bank palsu setara dengan Rp 7.172.270, selembar uang kertas palsu pecahan 500 Duetsche Bundes Bank yang nilainya setara Rp 3.586.135 dan 10 lembar uang palsu pecahan USD 1.000.000 setara Rp 132.370.000.000.
Dalam pengungkapan ini, Bareskrim juga menyita sejumlah alat pencetak uang palsu. Antara lain, satu unit komputer serta monitornya, tiga printer, masing-masing satu pisau cutter, penggaris besi, kaca alas potong kertas, dus kertas warna krem, tas berwarna merah berisi kertas warna krem, lampu senter, rumah pisau cutter warna merah serta dua alat sablon.
Victor menegaskan, modus yang dilakukan tersangka adalah membuat dan menjual serta menawarkan atau mempunyai uang yang diduga palsu. “Dijual per lak seharga Rp 7 juta hingga Rp 10 juta,” ungkap Victor.
Akibat perbuatannya ini, para tersangka dijerat pasal 244 dan 245. KUHP juncto pasal 55 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. (jpnn)
Banten1 minggu agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Nasional2 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Nasional4 hari ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Sport4 hari agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026
Nasional4 hari agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional4 hari agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional2 minggu agoKunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf





































