Connect with us

Lifestyle

Bawang Dayak Asal Kalimantan yang Ternyata Bermanfaat Buat Wanita

Sejak dulu sampai sekarang, masyarakat Indonesia, khususnya orang-orang Kalimantan, kerap memanfaatkan bawang Dayak sebagai obat herbal yang katanya ampuh mengobati berbagai penyakit. Mulai dari penyakit infeksi hingga tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, sembelit, batu ginjal, sampai stroke. Apakah semua manfaat bawang Dayak ini sudah benar terbukti oleh ilmu kesehatan modern atau hanya sebatas sugesti saja?

Asal-usul bawang Dayak

Bawang Dayak atau Bawang Sabrang (sumber: feminim.id)

Nama bawang Dayak diambil dari Suku Dayak asli Pulau Kalimantan yang sudah sejak lama membudidayakan umbi-umbian ini untuk obat alami berbagai penyakit. Bawang ini punya nama lain bawang berlian, bawang sabrang, dan bawang tiwai.

Nama latin bawang Dayak adalah Eleutherine palmifolia (L.) Merr atau Eleutherine bulbosa Mill. Penampilannya tidak berbeda jauh dari bawang merah biasa, hanya saja ukuran umbi bawang sabrang lebih kecil, warnanya lebih merah terang menyala, dan permukaan kulitnya lebih licin.

Tanaman bawang sabrang itu sendiri setinggi sekitar 30-40 cm dengan daun panjang berwarna hijau halus tapi berujung runcing. Satu ciri lain yang membedakan bawang Dayak dengan bawang merah biasa adalah kehadiran bunga kecil berwarna putih pada batangnya yang biasa mekar di malam hari.

Advertisement

Menariknya selain di Kalimantan, bawang Dayak juga tumbuh di beberapa daerah Brazil, di bagian selatan Meksiko dan di hutan hujan Amazon, serta di perbatasan antara Peru, Bolivia, Ekuador, Guyana, Suriname, dan Guyana Prancis. Orang-orang Amerika Latin sama-sama sudah sejak dulu membudidayakan bawang ini karena potensi sifat obatnya.

Bawang sabrang bisa dikonsumsi dengan banyak cara. Entah itu dimakan utuh saat masih segar, dijadikan acar atau manisan, sebagai bumbu masak, hingga dikeringkan dan dihaluskan sampai menjadi bubuk yang dicampur ke makanan atau diseduh sebagai minuman hangat.

Manfaat bawang Dayak yang sudah terbukti oleh ilmu medis

Bawang Dayak atau Bawang Sabrang
Bawang Dayak atau Bawang Sabrang

Penelitian medis yang secara spesifik membuktikan manfaat bawang Dayak sebagai obat penyakit kronis sebetulnya masih sangat sedikit. Namun sejauh ini bawang sabrang diyakini paling berpotensi kuat untuk:

1. Mengatasi infeksi

Sebuah penelitian terbitan tahun 2018 dari kolaborasi antara tim peneliti dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dan Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur melaporkan bahwa bawang Dayak kaya akan sejumlah antioksidan seperti flavonoid, alkaloid, saponin, triterpenoid, steroid, dan tannin.

Deretan antioksidan di atas bekerja efektif untuk menghambat dan mematikan pertumbuhan virus, bakteri, serta jamur penyebab penyakit. Penelitian di atas secara spesifik menemukan bahwa bawang sabrang paling efektif melawan bakteri Staphylococcus aureus (MRSA), B. cereus, Shigella sp., and P. aeruginosa.

Advertisement

Bakteri Staph, MRSA, dan P. aeruginosa adalah beberapa contoh bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Staph dan MRSA dapat menyebabkan banyak penyakit mulai dari infeksi kulit, sepsis, pneumonia, hingga infeksi darah. Pseudomonas aeruginosa (P. aeruginosa) adalah penyebab ISK, pneumonia, dan infeksi ginjal, sementara Shigella sp adalah bakteri penyebab infeksi shigellosis dan disentri. 

Penelitian tersebut juga memperkuat temuan terdahulu dari Universitas Jenderal Achmad Yani yang melaporkan hal serupa. Tim peneliti Universitas Jenderal Achmad Yani menemukan bahwa sifat antimikroba dari ekstrak umbi bawang Dayak yang dioles pada kulit mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staph dan Trichophyton rubrum yang sering terlibat dalam pembentukan luka serta bisul.

2. Meningkatkan kepadatan tulang wanita menopause

Perempuan usia menopause berisiko mengalami osteoporosis alias masalah pengeroposan tulang. Menopause terjadi ketika tubuh tidak lagi mampu memproduksi hormon estrogen sebanyak di usia muda. Mengutip NHS UK, wanita bisa kehilangan hingga 20% kepadatan tulang mereka dalam lima hingga tujuh tahun setelah menopause.

Selain berfungsi mengatur kesuburan, hormon estrogen juga membantu melindungi kekuatan tulang. Itu kenapa ketika kadar estrogen menurun drastis selama menopause dapat menyebabkan hilangnya kepadatan tulang seiring waktu. Kejadian menopause dini bahkan dapat semakin meningkatkan risiko seorang perempuan terhadap pengeroposan tulang.

Advertisement

Nah, sebuah penelitian terbitan tahun 2018 dari Departemen Farmakologi & Terapeutik FKUI menemukan bahwa pemberian ekstrak bawang Dayak dalam dosis tinggi (18 mg/200 g) selama 21 hari berturut-turut berpotensi sangat meningkatkan kadar kalsium tulang, berat tulang (massa tulang), dan panjang tulang.

Meski begitu, hasil penelitian ini masih terbatas diamati pada tikus lab yang secara sengaja diangkat indung telurnya lewat prosedur ovariektomi untuk menghentikan produksi hormon estrogen dalam tubuh (hipoestrogen).

Peneliti berargumen bahwa hasil temuan tersebut dapat menjadi dasar untuk mengembangkan ekstrak umbi bawang Dayak sebagai alternatif obat terapi hormon untuk wanita menopause di masa depan. Masih butuh lebih banyak lagi riset sains mendalam terkait manfaat bawang Dayak yang satu ini.

3. Menurunkan risiko kanker rahim dan penyakit jantung setelah menopause

Manfaat bawang Dayak lagi-lagi nampaknya ditemukan paling berpotensi terhadap berbagai masalah terkait menopause.

Advertisement

Penyusutan kadar estrogen dalam tubuh selama dan setelah menopause tidak dapat disangkal akan memengaruhi kesehatan wanita secara umum. Itu kenapa beberapa wanita memilih untuk menggunakan terapi hormon guna mengatasi gejala menopause mereka.

Sayangnya, obat terapi hormon seperti tamoxifen dilaporkan dapat meningkatkan risiko kanker rahim pada wanita menopause. Risiko ini muncul karena tambahan hormon estrogen dapat menimbulkan penebalan dinding rahim yang dapat berkembang menjadi kanker rahim. Di sisi lain, terapi hormon estrogen juga dapat meningkatkan kadar lipid dalam darah yang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung pascamenopause.

Nah, sebuah penelitian berbeda tapi masih dari Universitas Indonesia melaporkan bahwa bawang Dayak kaya akan senyawa aktif bernama eleutherinol yang dapat berikatan kuat dengan reseptor estrogen alfa (ERα). Peneliti menemukan, eleuterinol bisa memicu efek peningkatan hormon estrogen yang mirip dengan obat tamoxifen tapi tanpa diikuti oleh risiko penebalan dinding rahim.

Penelitian ini mengamati efek ekstrak bawang sabrang pada tikus yang sudah sengaja dibuat menopause dengan pengangkatan indung telur (ovariektomi). Hasilnya, tikus-tikus menopause ini tidak mengalami penebalan dinding rahim. Ini berarti bawang Dayak tidak meningkatkan risiko kanker rahim layaknya terapi hormon estrogen secara medis.

Advertisement

Selain itu, tikus-tikus menopause tersebut juga tidak mengalami peningkatan kadar lipid dalam darah. Ekstrak bawang Dayak justru terlihat menurunkan kadar lipid darah sehingga risiko penyakit jantung pun menurun. Ini menunjukkan bahwa bawang Dayak berpotensi untuk menjadi pengganti terapi hormon estrogen yang lebih aman. 

Jangan konsumsi bawang Dayak jika Anda punya alergi

manfaat bawang bombay

Tidak semua orang bisa dengan bebas menggunakan bawang Dayak dalam keseharian mereka. Menurut artikel dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology, ada beberapa orang yang memiliki intolereansi atau alergi bawang putih. Maka jika Anda salah satunya, kemungkinan besar Anda juga tidak disarankan untuk menggunakan atau mengonsumsi jenis bawang lainnya, termasuk bawang Dayak.

Orang yang punya alergi bawang dapat mengalami mata merah dan gatal hingga kulit ruam gatal-gatal jika menyentuh bawang. Sedangkan orang dengan intoleransi terhadap bawang dapat mengalami perut kembung, mulas, bergas, hingga mual dan muntah-muntah setelah makan bawang. Bawang apa pun jenisnya juga dapat memperparah penyakit GERD (refluks asam lambung kronis) apabila dikonsumsi berlebihan.

Bawang Dayak bukan pengganti obat medis

obat herbal untuk kanker

Potensi manfaat bawang Dayak untuk kesehatan tidak bisa dipandang sebelah mata. Namun, penting untuk Anda ketahui bahwa tanaman obat tidak boleh dijadikan prioritas dan pilihan satu-satunya untuk mengobati penyakit. Obat herbal juga bukan untuk digunakan sebagai pengganti obat medis.

Advertisement

Pengobatan alternatif dengan memanfaatkan tanaman obat bersifat komplementer alias melengkapi. Obat herbal juga sebaiknya hanya dikonsumsi untuk menjaga kesehatan, pemulihan penyakit, atau menurunkan risiko dari penyakit — bukan untuk menyembuhkan. Untuk menyembuhkan penyakit tetap dibutuhkan obat resep dokter.

Sebaiknya tetap konsultasi dulu ke dokter sebelum menggunakan obat herbal apa pun. Tanaman herbal mungkin tidak akan memunculkan efek yang seragam pada masing-masing orang yang mengonsumsinya. Reaksi tiap orang terhadap cara kerja senyawa biologis dalam tanaman bisa berbeda antara satu sama lain. Meski punya keluhan sama, belum tentu satu obat herbal yang ternyata cocok untuk Anda akan memberikan khasiat yang sama pada pasangan atau tetangga Anda.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Pemerintahan18 jam ago

Tasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Masyarakat Tangsel Perkuat Kebersamaan

Pemerintahan1 hari ago

Tingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangsel Belajar Content Creator dan Coding di Masjid

Pemerintahan2 hari ago

Penurunan Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Generasi Muda Harapan Bangsa

Pemerintahan2 hari ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel

Pemerintahan2 hari ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Perkuat Persatuan dan Kontribusi untuk Pembangunan

Pemerintahan2 hari ago

Parade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan

Pemerintahan2 hari ago

Pemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu

Pemerintahan2 hari ago

Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen

Pemerintahan4 hari ago

Jelang Porprov VII Banten 2026, Tangsel Percepat Finalisasi Venue dan Akomodasi

Pemerintahan4 hari ago

Jelang HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Terus Matangkan Persiapan Upacara Kemerdekaan

Pemerintahan5 hari ago

Pemkot Tangsel Tertibkan Kabel Fiber Optik Ilegal, Pilar Saga Ichsan: Jangan Lagi Pasang Diam-diam

Sport6 hari ago

Jadwal Dewata Challenge Series 2026: Bali United, Persib Bandung, dan Sabah FC

Pemerintahan6 hari ago

Kemarau Panjang, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Salurkan 339.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Serba-Serbi6 hari ago

Apa Itu DESIL?

Serba-Serbi6 hari ago

Cara Cek Desil DTSEN BPS dengan NIK

Sport7 hari ago

Jadwal Brisbane Roar vs Dewa United dan Persija Jakarta

Sport7 hari ago

Brisbane Roar Gelar Tur Pramusim ke Indonesia, Siap Jajal Kekuatan Dewa United dan Persija Jakarta

Banten7 hari ago

Dewa United Siapkan Kekuatan Baru di Super League 2026/2027

Sport7 hari ago

Persita Tangerang Datangkan Tyronne del Pino di BRI Super League 2026/2027

Banten7 hari ago

Dewa United Basketball Academy Jadi Wadah Pembinaan Talenta Muda Banten

Sport1 minggu ago

Daftar 18 Klub Peserta Super League 2026/2027, Lengkap dengan Kode Tim

Sport1 minggu ago

18 Tim Peserta BRI Super League 2026/2027

Pemerintahan2 minggu ago

Transformasi Posyandu di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Kini Tak Sekadar Layanan Ibu dan Anak

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4-6 September 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Persebaya Surabaya vs Arema Malang

Otomotif2 minggu ago

Suzuki Access 125, Rekomendasi Motor Matic 125cc yang Nyaman, Awet, dan Bergaya Retro

Sport2 minggu ago

Jadwal Persib vs Persija Semifinal Piala Presiden 2026

Sport2 minggu ago

Hasil Persib Vs Persija 2-1, Maung Bandung Melaju ke Final Piala Presiden 2026

Serba-Serbi2 minggu ago

Pemkot Bersama Dekranasda Gelar Sayembara Desain Batik Khas Tangsel 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Persib Bandung vs Persija Jakarta

Sport2 minggu ago

Prediksi Pertandingan Persib Bandung vs Persija Jakarta Semifinal Piala Presiden 2026

Bisnis1 minggu ago

Kolaborasi Tokio Marine Life dan BAZNAS Jakarta Ciptakan Peluang Inklusif

Sport2 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persib vs Persija, Persebaya vs Arema

Lifestyle3 minggu ago

Korea Kaja by.U: Gabungkan Kuota, uCoin, dan Dance untuk Trip Impian

Nasional3 minggu ago

KH Zulfa Mustofa Pimpin Doa di Hadapan Prabowo saat Akad Massal 62.000 Rumah Subsidi

Bisnis1 minggu ago

Puluhan Praktisi Sustainability Studi Banding ke Bogasari Flour Mills Jakarta

SHR Miner
Internasional3 minggu ago

Editor’s Note: Outstanding Guest Post Payment from SHR Miner Representative

Pemerintahan3 minggu ago

Diskominfo Tangsel Bersama Karang Taruna Bambu Apus Hadirkan Pelatihan Literasi dan Konten Digital

Serba-Serbi6 hari ago

Cara Cek Desil DTSEN BPS dengan NIK

Pemerintahan2 minggu ago

Cegah Banjir, Pemkot Tangsel Keruk Sungai Ciputat di Kawasan Pondok Hijau

Populer