Connect with us

Pemerintahan

Benyamin Davnie Genjot Penurunan Stunting di Tangsel, Targetkan Prevalensi Turun Jadi 7,05 Persen pada 2027

Pemkot Tangsel berhasil meraih penghargaan Terbaik III Regional Jawa-Bali pada kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri pada Kamis (4/6/2026).

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat berbagai upaya percepatan penurunan stunting melalui program yang terintegrasi dan melibatkan berbagai sektor. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Benyamin Davnie, angka prevalensi stunting di Tangsel berhasil ditekan secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya, prevalensi stunting di Kota Tangsel sempat berada di angka 19,9 persen. Berkat berbagai intervensi yang dilakukan secara berkelanjutan, angka tersebut berhasil turun hingga sempat mencapai 9 persen. Pemerintah Kota Tangsel kini menargetkan prevalensi stunting kembali menurun menjadi 7,05 persen pada 2027.

Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah dengan fokus pada peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, edukasi kepada masyarakat, serta penguatan intervensi hingga tingkat kelurahan.

Selain fokus pada penurunan stunting, Pemkot Tangsel juga terus menjalankan program pengentasan kemiskinan. Saat ini, tingkat kemiskinan di Kota Tangsel tercatat sebesar 2,36 persen, menjadi yang terendah di Provinsi Banten.

Advertisement

Komitmen Pemerintah Kota Tangsel dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Tangsel berhasil meraih penghargaan Terbaik III Regional Jawa-Bali pada kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri pada Kamis (4/6/2026).

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, keberhasilan menekan angka stunting merupakan hasil kerja sama seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader di lapangan, serta partisipasi aktif masyarakat.

Menurut Benyamin, tantangan penurunan stunting masih harus terus dihadapi. Karena itu, Pemkot Tangsel akan mengoptimalkan program yang menyasar kelompok rentan, memperluas akses layanan kesehatan dan pendidikan, serta memastikan setiap intervensi dilakukan secara tepat sasaran.

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer