Connect with us

Lifestyle

Berbagai Pengobatan dan Obat untuk Mengatasi Penyakit Leukemia

Leukemia merupakan jenis kanker darah yang bermula di sumsum tulang dan kemudian menyerang darah. Bila tidak diobati, penyakit ini bisa menyebar ke bagian lain dari tubuh, seperti kelenjar getah bening, hati, limpa, otak, sumsum tulang belakang, atau testis. Lantas, bagaimana cara mengatasi dan mengobati leukemia? Apa saja jenis pengobatan dan obat yang umumnya diberikan dokter untuk mengatasi leukemia?

Berbagai jenis pengobatan dan obat untuk mengatasi leukemia

Sel kanker leukemia bisa berkembang dengan sangat cepat dan lambat. Jenis leukemia yang berkembang secara lambat, atau disebut leukemia kronis, pengobatan umumnya belum diperlukan, terutama bila pasien tidak merasakan gejala leukemia apapun.

Namun, pemeriksaan rutin tetap harus dilakukan untuk meninjau perkembangan penyakit. Pengobatan baru akan diberikan ketika penyakit sudah berkembang dan menimbulkan gejala pada penderitanya.

Namun, bagi pasien leukemia akut yang berkembang dengan cepat dan mengalami gejala, penanganan secara medis sangat dibutuhkan. Adapun jenis pengobatan yang akan diberikan tergantung pada tipe leukemia yang dimiliki, stadium atau penyebaran sel kanker, usia, kondisi kesehatan secara menyeluruh, serta efek pengobatan yang mungkin timbul.

Advertisement

Secara umum, terdapat lima cara atau jenis pengobatan untuk mengatasi leukemia, termasuk berbagai terapi hingga bentuk penanganan medis lainnya. Berikut adalah jenis-jenis pengobatan tersebut:

1. Kemoterapi

Kemoterapi obat batuk berdarah

Kemoterapi adalah cara utama untuk mengatasi dan mengobati leukemia. Terapi leukemia ini menggunakan obat-obatan yang diberikan dalam bentuk pil, melalui infus ke dalam vena atau kateter, atau suntikan di bawah kulit, untuk menghentikan pertumbuhan atau membunuh sel kanker.

Obat kemoterapi untuk leukemia umumnya diberikan dalam bentuk kombinasi. Pemberian obatnya pun bisa dilakukan dalam beberapa siklus dan bisa berlangsung selama enam bulan atau lebih, tergantung variasi obat dan proses pemulihan dari kemoterapi.

Advertisement

Pengobatan ini umumnya diberikan bagi pasien dengan jenis leukemia limfoblastik akut (ALL) dan leukemia mieloid akut (AML). Bagi pasien jenis leukemia lain, seperti leukemia limfositik kronis (CLL), leukemia mieloid kronis (CML), dan hairy cell leukemia, kemoterapi juga bisa diberikan, terutama bagi yang sudah berkembang atau mengalami gejala.

Dilansir dari Leukemia & Lymphoma Society, pemberian kemoterapi untuk leukemia ALL dan AML dilaksanakan dalam dua fase, yaitu induksi dan pascaremisi. Induksi adalah fase awal pasien dalam menjalani kemoterapi.

Terapi dalam fase ini bertujuan membunuh sel kanker sebanyak mungkin untuk mencapai remisi, yaitu ketika tidak ada sel kanker yang tersisa di darah dan sumsum tulang serta pasien sudah merasa lebih baik.

Setelah mencapai remisi, pasien jenis leukemia tersebut pun tetap perlu menjalani kemoterapi untuk mencegah kembalinya sel kanker. Fase ini disebut juga dengan pascaremisi. Di fase pascaremisi, selain kemoterapi, pasien juga terkadang melakukan transplantasi sel induk atau stem cell. 

Advertisement

2. Terapi radiasi atau radioterapi

Radioterapi atau terapi radiasi menggunakan sinar-X atau sinar berenergi tinggi untuk merusak sel-sel leukemia dan menghentikan pertumbuhannya. Terapi radiasi ini biasanya dilakukan untuk mempersiapkan transplantasi sel induk atau stem cell. 

Saat prosedur dijalankan, Anda diminta untuk berbaring di atas meja. Kemudian, sebuah mesin bergerak di sekitar Anda, mengarahkan radiasi ke titik di mana sel kanker berada atau ke seluruh tubuh Anda.

Pengobatan terapi radiasi biasanya diberikan untuk hampir seluruh jenis leukemia. Berikut penjelasannya:

  • Jenis leukemia ALL, radioterapi bisa diberikan untuk mencegah atau mengobati penyebaran sel kanker ke sistem saraf pusat, persiapan untuk transplantasi sel induk, dan menghilangkan rasa sakit akibat penyebaran sel leukemia ke tulang, terutama jika kemoterapi belum membantu.
  • Jenis leukemia AML, radioterapi biasanya diberikan untuk persiapan transplantasi sel induk dan bila leukemia telah menyebar ke luar sumsum tulang, termasuk ke tulang atau sistem saraf pusat.
  • Jenis leukemia CLL, radioterapi biasanya diberikan bila sel leukemia telah berkembang di sumsum tulang dan menimbulkan gejala seperti rasa nyeri, menyusutkan limpa yang membesar jika kemoterapi tidak berhasil, atau menyusutkan pembesaran kelenjar getah bening di satu area tubuh.
  • Jenis leukemia CML, radioterapi biasanya diberikan bila sel leukemia telah berkembang di sumsum tulang dan menimbulkan gejala seperti rasa nyeri, sel kanker telah menyebar ke luar sumsum tulang, menyusutkan limpa yang membesar jika kemoterapi tidak berhasil, serta persiapan sebelum transplantasi sel induk.

3. Imunoterapi

Imunoterapi atau terapi biologis adalah jenis pengobatan yang menggunakan obat-obatan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar dapat melawan leukemia. Jenis terapi biologis yang biasa digunakan untuk leukemia, yaitu interferon, interleukin, dan terapi sel CAR-T.

Beberapa jenis leukemia yang biasanya menggunakan jenis penanganan ini, yaitu CML dan hairy cell leukemia. Pada pasien CML, terapi biologis dengan interferon alfa umumnya diberikan sebagai terapi lini pertama, terutama bagi pasien yang tidak dapat mengatasi efek samping dari terapi target atau resisten terhadap obat-obatan terapi target.

Advertisement

Interferon juga diberikan bagi pasien hairy cell leukemia, terutama bila Anda tidak dapat menjalani kemoterapi atau kemoterapi tidak lagi berpengaruh. Wanita hamil atau yang memiliki tingkat sel darah neutrofil sangat rendah pun tidak direkomendasikan untuk menjalani terapi biologis ini.

Selain jenis leukemia tersebut, pasien ALL pun mungkin bisa mendapat jenis pengobatan ini. Konsultasikan dengan dokter mengenai jenis pengobatan dan obat yang tepat untuk Anda.

4. Terapi target

obat arv retroviral untuk hiv aids

obat arv retroviral untuk hiv aids

Terapi target merupakan cara mengatasi leukemia dengan menggunakan obat-obatan yang fokus dan spesifik menyerang sel kanker. Terapi target ini bekerja dengan menghalangi kemampuan sel leukemia untuk berkembang biak dan membelah diri, memotong pasokan darah yang dibutuhkan sel kanker untuk hidup, atau membunuh sel kanker secara langsung.

Meski tampak sama dengan kemoterapi, terapi target lebih kecil kemungkinannya memengaruhi dan membahayakan sel-sel yang sehat. Beberapa obat yang umumnya dipakai dalam terapi target untuk leukemia, yaitu:

Advertisement
  • Antibodi monoklonal, seperti inotuzumab, gemtuzumab, rituximab, ofatumumab, obinatuzumab, atau alemtuzumab.
  • Tyrosin kinase inhibitors, seperti imatinib, dasatinib, nilotinib, ponatinib, ruxolitinib, fedratinib, gilteritinib, midostaurin, ivositinib, ibrutinib, atau venetoclax.

Pengobatan terapi target umumnya diberikan bagi pasien dengan jenis leukemia ALL, CLL, CML, dan hairy cell leukemia. Pada pasien ALL, obat terapi target tyrosin kinase inhibitors biasanya diberikan bersamaan dengan kemoterapi, sedangkan pasien CML bisa sebagai pengobatan lini pertama.

Sementara pada pasien CLL, terapi target biasanya diberikan pada pasien dengan leukemia yang sudah berkembang dan bila sel kanker kembali datang (rekurensi), dan bisa diberikan bersamaan dengan kemoterapi. Namun, jenis pengobatan ini pun bisa diberikan ketika pasien tidak lagi merespon pengobatan kemoterapi.

Adapun pada pasien hairy cell leukemia, obat terapi target yang umumnya diberikan, yaitu rituximab. Obat ini bisa diberikan ketika kemoterapi tidak dapat mengendalikan leukemia atau leukemia kembali lagi setelah kemoterapi dilakukan.

5. Transplantasi stem cell atau sumsum tulang

Cara mengatasi dan mengobati leukemia lainnya, yaitu transplantasi stem cell atau sel induk atau sumsum tulang. Jenis pengobatan ini umumnya dilakukan setelah kemoterapi atau radioterapi.

Prosedur transplantasi dilakukan dengan mengganti sel induk pembentuk kanker darah (yang telah dibunuh dengan kemoterapi/radioterapi) dengan sel baru yang sehat. Sel-sel sehat ini bisa diambil dari tubuh Anda sebelum kemoterapi dan radiasi dilakukan atau dari darah atau sumsum tulang donor.

Advertisement

Sel yang sehat ini kemudian bisa berkembang menjadi sumsum tulang dan sel darah baru yang dibutuhkan tubuh.

Transplantasi sel induk sumsum tulang mungkin dilakukan pada pasien leukemia ALL dan AML pada fase pascaremisi. Adapun untuk pasien leukemia CML, pengobatan ini jarang diberikan.

6. Pengobatan lainnya

Selain jenis pengobatan yang umum di atas, penanganan medis lainnya mungkin dilakukan untuk pasien leukemia. Salah satunya yang sering dilakukan, yaitu operasi pengangkatan limpa.

Hal ini umumnya dilakukan bila limpa membesar akibat sel kanker leukemia dan menimbulkan rasa nyeri, serta kemoterapi atau radioterapi tidak bisa menyusutkannya. Meski demikian, tidak semua pasien akan menjalani hal ini. Konsultasikan selalu dengan dokter untuk jenis pengobatan yang tepat untuk Anda.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum1 hari ago

Dorong Generasi Muda Bijak dan Aman di Era Digital, Polres Tangsel Bekali Pelajar dengan Pemahaman AI

Nasional1 hari ago

Wapres Gibran Minta Nakes RSUD Arosuka Solok Tangani Korban Bencana hingga Pulih dan Antisipasi Penyakit Pascabencana

Techno2 hari ago

Google Chrome Tidak Bisa Dibuka? Ini Cara Mengatasinya

Sport3 hari ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Pemerintahan4 hari ago

Kadiskominfo Tangsel Tubagus Asep Nurdin Raih Radar Banten Awards 2026 lewat Inovasi Tangsel One

Bisnis5 hari ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Banten6 hari ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport1 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Sport1 minggu ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Banten1 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Tangerang Selatan1 minggu ago

PMI Tangsel Salurkan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kelurahan Keranggan

Nasional1 minggu ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport1 minggu ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Hasil Pertandingan PSM Makassar vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Unggul 1-0 di Babak Pertama

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Pemerintahan1 minggu ago

58 Daerah Tertarik Replikasi, Tangsel Siapkan Penandatanganan Kerja Sama Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport1 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Banten2 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport1 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Politik2 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Nasional2 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Tangerang Selatan2 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Populer