Sport3 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Nasional4 minggu agoProf Asep Saepudin Jahar: Tahun Baru Islam 1448 H Momentum Hijrah Bangsa Menuju Integritas, Keadilan, dan SDM Unggul
Pemerintahan4 minggu agoSekda Bambang Noertjahjo Ingatkan ASN Tangsel Jaga Integritas dan Profesionalisme
Bisnis3 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Pemerintahan4 minggu agoPagar Alam Studi Tiru ke Tangsel, Pilar Saga Ichsan Paparkan Inovasi Digital dan Optimalisasi Pendapatan Daerah
Sport3 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Belgia vs Iran, Uruguay vs Cape Verde, Selandia Baru vs Mesir, Argentina vs Austria
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Bisnis3 minggu agoDorong Operasional Logistik yang Ramah Lingkungan, Modena Group Beralih ke Kendaraan EV
BPJS Ketenagakerjaan melalui Kantor Wilayah (Kanwil) Banten menyalurkan bantuan untuk korban bencana banjir yang tersebar di dua wilayah di Provinsi Banten.Dua wilayah tersebut antara lain, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. Jenis bantuan yang disalurkan paket sembako dan bantuan sandang seperti selimut dan sarung senilai 100 juta rupiah.
BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banten yang diwakili oleh Kepala Pemasaran Wilayah, Didin Haryono mengungkapkan, bantuan tersebut disalurkan untuk membantu korban bencana banjir di Banten yang terkena bencana banjir sejak beberapa hari kemarin.
“Kami BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banten memberikan bantuan untuk korban yang terkena bencana banjir di Banten. Meskipun nilainya tak seberapa, semoga ini bisa membantu meringankan beban mereka,” kata Didin pada Kamis (16/2) di Serang.
Didin menambahkan, kegiatan tersebut juga bagian dari upaya menghadirkan BPJS ketenagakerjaan ditengah masyarakat.
Ia berharap dapat merangkul lebih banyak lagi masyarakat yang berprofesi sebagai pekerja informal seperti petani dan nelayan, terutama yang berdomisili di wilayah rawan bencana agar mendaftarkan dirinya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Langkah ini sebagai upaya preventif untuk melindungi masyarakat dari resiko sosial seperti kemiskinan yang dapat menimpa keluarga korban bila terjadi musibah yang tidak diinginkan”, pungkasnya.
Seperti diketahui, Sungai di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten meluap sejak Kamis (5/2) pekan lalu. Akibatnya, sebanyak 5.232 rumah terendam banjir.
Selain itu, ribuan hektar lahan pertanian sehingga menyebabkan aktivitas warga yang sehari-hari bertani lumpuh. Para korban saat ini diketahui mengungsi di masjid maupun dan kantor desa. (pr/fid)














