Bisnis
Bukan Ancaman, Telkom Ajak UMKM Lihat Teknologi AI sebagai Alat Praktis
Lewat AI Clinic, Program Indigo mengajak UMKM memahami peran data sebagai pijakan untuk keputusan usaha yang lebih tepat
Transformasi digital menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku UMKM di Indonesia. Keterbatasan pemahaman dan pemanfaatan teknologi akal imitasi (AI) membuat banyak UMKM kesulitan bersaing di pasar yang semakin dinamis dan kompetitif. Teknologi AI dapat mendorong efisiensi bisnis, mengurangi biaya operasional, dan memperkuat pengambilan keputusan berbasis data. Namun, tanpa pendampingan yang tepat, banyak pelaku usaha kecil kesulitan mengadopsi teknologi ini secara optimal untuk mendorong pertumbuhan usaha mereka.
Sebagai upaya mendorong transformasi digital yang lebih merata dan aplikatif, Telkom Indonesia melalui program Indigo, menghadirkan AI Clinic: AI Transformation in Business. Inisiatif ini menjadi ruang belajar sekaligus wadah pendampingan bagi pelaku UMKM, dan bisnis digital yang ingin memahami serta mulai menerapkan akal imitasi (AI) secara bertahap, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan serta kapasitas usaha mereka.
Diselenggarakan secara daring, AI Clinic berhasil menjangkau pelaku usaha dari berbagai wilayah, mulai dari Jakarta hingga Makassar. Sesi dibuka oleh Nenden Nuraeni Fadilah, Data Analytic Squad Leader Bigbox Telkom Indonesia, yang membahas pemanfaatan data media sosial menjadi strategi bisnis yang relevan dan berdampak. Usai pembekalan, sembilan peserta terpilih melanjutkan ke sesi konsultasi bersama mentor ahli untuk merumuskan langkah awal penerapan AI, mulai dari data penjualan hingga otomatisasi operasional.
Patricia Eugene Gasperz, Senior Manager Indigo, menegaskan bahwa pendampingan menjadi kunci dalam menjembatani kesenjangan antara kemajuan teknologi dan kesiapan pelaku usaha. “Bagi banyak UMKM, tantangan utamanya bukan lagi keterbatasan akses terhadap teknologi, melainkan bagaimana memahami dan mengaplikasikannya secara relevan dengan usaha mereka. Melalui AI Clinic, kami ingin memastikan bahwa transformasi digital dapat dimulai dari langkah kecil yang terukur, mudah dipahami, dan memberi dampak nyata bagi pertumbuhan bisnis para pelaku UMKM,” ujar Patricia.
Program ini tidak hanya memperluas wawasan peserta soal teknologi, tetapi juga mendorong mereka menyusun strategi awal penerapan AI sesuai dengan tantangan usaha masing-masing. Lewat pendampingan langsung bersama mentor, para pelaku usaha diajak mengenali potensi data yang mereka miliki, lalu mengubahnya menjadi solusi konkret, mulai dari efisiensi operasional hingga pengambilan keputusan berbasis data.
Ke depannya, Telkom Indonesia melalui program Indigo berkomitmen untuk terus menghadirkan inisiatif untuk mendorong transformasi digital yang lebih inklusif lintas sektor. Dengan menyediakan ruang belajar, kolaborasi, dan pendampingan berkelanjutan, Telkom Indonesia berharap semakin banyak pelaku UMKM dapat mengambil peran strategis dalam membangun ekosistem digital nasional yang kian tumbuh dan terintegrasi.
Pemerintahan6 hari agoWakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan Resmikan Rumah Pastori GPIB Jurang Mangu
Nasional6 hari agoMomen Wapres Gibran Rakabuming Raka Dampingi Presiden Prabowo pada Rapat Kerja Pemerintah
Hukum6 hari agoPolsek Pagedangan Polres Tangsel Dampingi Pemasangan Larangan Buang Sampah di TPS Ilegal Jatake
Pemerintahan6 hari agoSekda Bambang Noertjahjo Tegaskan Pentingnya Penguatan dan Inovasi Layanan BLUD Kesehatan di Tangsel
Banten6 hari agoPetani Muda Banten Diberangkatkan Magang ke Jepang, DPRD Banten Dukung Peningkatan Kompetensi SDM Pertanian
Nasional6 hari agoKemhan Siap Dukung SDM Program Prioritas Presiden
Nasional6 hari agoPenerimaan Zakat, Infak, dan Sedekah Rumah Zakat Tembus Rp468 Miliar di Tahun 2025
Bisnis6 hari ago96 Persen Masyarakat Jarang ke Dokter Gigi, Pepsodent Luncurkan Program Dentfluencer





















