Pertahanan bukan hanya urusan Alat Utama Sistem Senjata (alutsista), tetapi juga ketahanan di bidang pangan menjadi salah satu bagian dari itu.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat bertemu dengan wartawan di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta, Senin (13/7).
Penegasan tersebut disampaikan Presiden dengan latar belakang bahwa food estate itu berangkat dari peringatan FAO (Food and Agriculture Organization) bahwa akan ada krisis pangan dunia, sehingga perlu diantisipasi cepat dengan membuat cadangan pangan strategis.
“Ini sudah disampaikan oleh Menhan dengan hitung-hitungan cost-nya berapa, anggaran berapa dalam membangun food estate yang ada di (Kabupaten) Kapuas maupun di (Kabupaten) Pulang Pisau,” jelas Presiden.
Pada kesempatan itu, Presiden menyampaikan bahwa tetap akan ada peran dan dukungan dari Menteri Pertanian (Mentan) serta Menteri PUPR juga dalam food estate tersebut.
Ditegaskan Presiden, untuk urusan pertanian dan pangan yang lain tetap dilakukan oleh Mentan.
Jadi, Presiden menyampaikan bahwa Menhan menjadi leading sector di food estate tersebut. “Karena memang kita ingin membangun cadangan strategis pangan untuk yang diberikan peringatan oleh FAO,” pungkas Presiden. (rls/fid)
Banten4 hari agoKomisi V DPRD Banten Siap Awasi Ketat Pelaksanaan SPMB 2026
Bisnis4 hari agoIndofood Sponsori Film Animasi Garuda di Dadaku
Bisnis4 hari ago75 Persen Kelas Menengah Indonesia Tertekan secara Finansial
Bisnis4 hari agoFujifilm Indonesia Bawa Kebahagiaan ke Panti Asuhan Lewat Program ‘First Family Photo’
Nasional4 hari agoJelang Hari Kartini, Selvi Gibran Rakabuming Dorong Penguatan Peran Perempuan dan Kesetaraan Gender dengan Kolaborasi Lintas Sektoral
Bisnis4 hari agoIsoplus Run Series 2026 Targetkan 17.000 Pelari
Bisnis4 hari agoPINTU Perkuat Edukasi dan Literasi Crypto bagi Generasi Muda
Nasional4 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Ajak Industri Kreatif Perkuat Kolaborasi Strategis











