Connect with us

Lifestyle

Cara Menghindari Hipoglikemia dan Hiperglikemia Pada Diabetesi yang Berpuasa

Berpuasa dapat memengaruhi kadar gula darah tubuh. Itu sebabnya orang-orang yang memiliki diabetes perlu lebih teliti memantau gula darahnya selama bulan puasa agar tidak mengalami komplikasi peningkatan gula darah (hiperglikemia) atau justru kekurangan gula dalam tubuh (hipoglikemia).

Apa penyebab dan tanda-tanda hipoglikemia pada pasien diabetes yang berpuasa?

Makanan merupakan sumber energi yang penting bagi tubuh. Setelah masuk ke dalam tubuh, makanan akan diproses oleh sistem pencernaan dengan bantuan hormon insulin untuk menjadi glukosa (gula darah). Nah, glukosa inilah yang akan menyediakan energi selama Anda beraktivitas seharian penuh.

Namun, puasa membatasi asupan makanan Anda dalam waktu yang cukup lama. Hal ini membuat tubuh tidak memiliki cukup cadangan glukosa untuk dipakai sebagai energi. Akibatnya, kadar gula darah lambat laun bisa menurun.

Advertisement

Terlebih bila Anda makan sahur dengan makanan yang terlalu manis atau tinggi karbohidrat (makanan yang nilai indeks glikemiknya tinggi). Kadar gula darah akan meningkat terlalu tinggi di pagi hari sementara ginjal tidak bisa memproduksi hormon insulin untuk mengimbanginya. Respon tubuh ini menyebabkan penurunan gula darah terjadi dalam waktu cepat dan penurunannya bisa cukup drastis. Walaupun bisa diatasi dengan suntik insulin untuk meningkatkan produksi hormon insulin, kadar glukosa tidak dapat dengan mudah kembali ke kisaran normal.

Bila kadar gula darah Anda lebih rendah dari seharusnya (< 70 mg/dl), dapat dikatakan Anda mengalami hipoglikemia. Gejala-gejala umum dari hipoglikemia saat puasa termasuk rasa kelaparan, berkeringat, lemas, gelisah dan kelelahan, jantung berdebar, dan wajah memucat.

Kondisi ini perlu Anda waspadai. Berdasarkan sebuah penelitian, kasus hipoglikemia pada bulan Ramadhan meningkat menjadi 4,7 kali lipat pada pasien diabetes tipe 1 dan 7,5 kali lebih sering pada pasien diabetes tipe 2.

Hipoglikemia dapat terjadi secara tiba-tiba. Apabila tidak ditangani dengan baik, penurunan gula darah secara drastis dapat menyebabkan pusing hingga hilang kesadaran, seperti pingsan, kejang, atau bahkan koma.

Advertisement

Risiko penurunan kekurangan gula hingga taraf yang sangat parah dapat disebabkan oleh banyak hal, misalnya penggunaan insulin atau obat diabetes yang tidak tepat, perubahan dosis obat, hingga perubahan gaya hidup atau aktivitas hidup yang terlalu drastis.

Lalu, apa penyebab dan tanda-tandanya jika Anda memiliki hiperglikemia saat puasa?

Sebaliknya, gula darah tinggi, juga dikenal sebagai hiperglikemia, terjadi ketika kadar glukosa mengalami peningkatan secara tidak wajar dalam waktu cepat. Pada pasien diabetes, tubuh yang kelaparan akan membakar simpanan lemak untuk mendapatkan cadangan glukosa. Akan tetapi, glukosa tidak akan bisa masuk ke dalam sel karena tubuh tidak memiliki cukup insulin. Ini mengakibatkan glukosa yang sudah terlanjur dibuat jadi menumpuk dalam darah sehingga kadar gula darah melambung tinggi.

Hiperglikemia adalah salah satu komplikasi diabetes paling umum yang bisa berakibat fatal. Gejala-gejala umum dari hiperglikemia adalah bolak-balik kencing sepanjang hari, merasa amat sangat haus, pandangan kabur, tubuh lemas dan lemah, hingga sakit kepala. Bila tidak diobati atau mendapatkan penanganan yang tepat, gejala bisa bertambah parah hingga menyebabkan mual-muntah, napas memendek, dehidrasi kronis, penurunan kesadaran seperti pingsan hingga koma, atau bahkan kematian.

Kasus hiperglikema sepanjang bulan Ramadan dilaporkan mengalami peningkatan hingga 5 kali lipat pada pasien diabetes tipe 2, dan tiga kali lipat pada pasien diabetes tipe 1. Pada orang-orang yang memiliki diabetes, risiko hiperglikemia meningkat ketika kondisi diabetes tersebut tidak dikelola dengan baik, bisa dengan melewatkan dosis obat atau ketika Anda tidak mengikuti pola makan dan rejime olahraga.

Advertisement

Siapa yang paling berisiko mengalami hipoglikemia/hiperglikemia?

Perubahan gaya hidup selama bulan puasa yang notabene membatasi/mengubah pola asupan makanan serta kegiatan fisik yang Anda lakukan sehari-hari — termasuk jadwal minum obat/suntik insulin yang ikut berubah — dapat meningkatkan risiko Anda mengalami komplikasi diabetes, jika Anda tidak mengelola kondisi Anda dengan baik. Perubahan kadar gula darah yang tidak menentu dan terlalu ekstrem dapat berakibat buruk bagi kesehatan Anda.

Risiko akan semakin meningkat bila Anda:

  • Pernah mengalami hipoglikemia berat, terutama dalam 3 bulan terakhir.
  • Memiliki riwayat hipoglikemia yang berulang.
  • Hamil.
  • Menjalani pekerjaan fisik yang berat.
  • Memiliki gangguan ginjal.
  • Kurang memerhatikan penggunaan obat-obat diabetes, terutama insulin dan insulin sulfonilurea.
  • Usia lanjut dengan kondisi kesehatan yang buruk.

Tips bagi diabetesi yang berpuasa untuk menghindari risiko komplikasi terkait gula darah

Apabila Anda berisiko mengalami komplikasi, penting untuk melakukan beberapa tips di bawah ini untuk mencegah terjadinya kadar gula darah naik-turun tidak stabil:

  • Cek gula darah anda secara teratur, beberapa kali sehari ini. Hal ini sangat penting terutama bila Anda menggunakan insulin.
  • Makan sahur dengan makanan tinggi karbohidrat kompleks dan berserat.
  • Perbanyak minum air putih saat buka puasa dan sahur.
  • Tetap olahraga saat puasa, namun hindari aktivitas fisik yang terlalu berat karena dapat menyebabkan terjadinya hipoglikemia.
  • Bila Anda mulai mengalami gejala hipoglikemia atau hiperglikemia, atau memilki kadar gula darah yang tidak terkontrol segera pergi ke dokter untuk periksakan diri.

Bagaimana harus minum obat diabetes saat puasa?

Karena puasa mengubah jadwal Anda untuk minum obat diabetes, perhatikan beberapa tips berikut untuk mencegah terjadinya hipo/hiperglikemia. Pasalnya, jadwal minum obat diabetes yang tidak teratur juga dapat meningkatkan risiko Anda terhadap salah satu komplikasi tersebut.

  • Bila Anda diresepkan obat metformin, konsumsi 2/3 dosis saat berbuka dan 1/3 saat sahur.
  • Jika Anda diresepkan obat golongan sulfonilurea, seperti Glibenclamide, Glipzide, Glimepiride). dokter biasanya akan mengurangi dosis dari 2 kali sehari menjadi 1 kali sehari saat sahur. Namun apabila Anda sedari awal sudah diresepkan hanya 1 kali sehari, dosis akan dipindahkan menjadi setelah berbuka puasa.
  • Untuk obat oral insulin secretagogue, Anda dapat mengonsumsi sebanyak 2 kali sehari: 1 kali saat sahur dan 1 kal isetelah berbuka.
  • Obat-obatan golongan DDP-4 inhibitor (seperti Vildagliptin, Sitagliptin, Saxagliptin dan Lingliptin), tidak perlu penyesuaian dosis. Kombinasi obat tersebut dengan metformin memiliki risiko hipoglikemia lebih rendah bila dibandingkan dengan kombinasi antara metformin dengan obat golongan sulfonilurea.

Namun ingat! Jangan mengubah jadwal atau takaran dosis obat Anda sendiri tanpa sepengetahuan dokter. Selalu diskusikan perubahan pola minum obat dengan dokter yang memahami kondisi Anda, sebaiknya dari jauh-jauh hari sebelum mulai berpuasa agar tubuh bisa beradaptasi dengan jadwal yang baru.

Artikel Berjudul ” Cara Menghindari Hipoglikemia dan Hiperglikemia Pada Diabetesi yang Berpuasa ” Bersumber dari Situs Hello Sehat.

Source

Advertisement
Sport54 menit ago

Hasil Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Menang 4-0 di Pekan Perdana BRI Super League 2026/2027

Sport5 jam ago

Bali United vs PSS Sleman: Prediksi Skor dan Duel Sengit Pekan Pertama Super League 2026/27

Sport5 jam ago

Laga Perdana BRI Super League 2026/27: Jadwal dan Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC

Sport5 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Jumat, 4 September: Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC, Bali United vs PSS Sleman

Nasional1 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Terima 3 Tim Mahasiswa UB Termasuk Pembuat Rompi Anti Tantrum

Sport1 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4–6 September 2026

Sport1 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan 1 Lengkap

Pemerintahan2 hari ago

Pilar Saga Ichsan Tinjau Pembangunan Turap di Vila Pamulang, Grand Serpong dan Bukit Nusa Indah

Pemerintahan2 hari ago

Komisi Informasi Banten Nilai Inovasi Pemkot Tangsel Semakin Meningkat

Jabodetabek2 hari ago

IPW Desak Polri Bongkar Aktor Intelektual di Balik Kerusuhan Demo DPR

Kabupaten Tangerang2 hari ago

Persita Tangerang Datangkan Dion Wilhelmus Eddy Markx dari Persib Bandung untuk BRI Super League 2026/27

Sport2 hari ago

BRI Super League 2026/27 Siap Bergulir, I.League Tegaskan Target Tembus 10 Besar Asia

Sport2 hari ago

Ferry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?

Pemerintahan3 hari ago

DLH Kota Tangsel Gelar Uji Emisi Selama 3 Hari, Targetkan 1.500 Kendaraan

Pemerintahan3 hari ago

Benyamin Davnie: Hingga Akhir Agustus 2026, Cek Kesehatan Gratis di Tangsel Capai 53 Persen

Tangerang Selatan3 hari ago

Gilang Muhammad Iqbal Juara Sayembara Desain Batik Khas Tangsel 2026, Bawa Karya “Ming Galih Gaya”

Pemerintahan3 hari ago

Pilar Saga Ichsan Dorong Desainer Lokal Tembus Tingkat Global

Sport4 hari ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia U-20: Jadwal, Jam Kick Off, dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Sport4 hari ago

Jadwal Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 AFC 2027

Sport4 hari ago

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Pemerintahan3 minggu ago

Parade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan

Pemerintahan3 minggu ago

Pemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu

Pemerintahan3 minggu ago

Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen

Pemerintahan3 minggu ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel

Banten1 minggu ago

Hasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT

Pemerintahan2 minggu ago

Benyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi

Pemerintahan2 minggu ago

Tb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel

Sport4 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026

Nasional4 hari ago

5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Nasional4 hari ago

Profil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Nasional4 hari ago

Rais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU

Pemerintahan2 minggu ago

Tingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangsel Belajar Content Creator dan Coding di Masjid

Pemerintahan3 minggu ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Perkuat Persatuan dan Kontribusi untuk Pembangunan

Pemerintahan2 minggu ago

TARA C-MORE, Daycare Ramah Anak di Pemkot Tangsel

Pemerintahan2 minggu ago

Tasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Masyarakat Tangsel Perkuat Kebersamaan

Nasional2 minggu ago

Kunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Langsung Kondisi Warga Kampung Waso dengan Sepeda Motor

Techno2 minggu ago

3 Cara Kerja eSIM XL untuk Koneksi Tanpa Kartu Fisik

Pemerintahan3 minggu ago

Penurunan Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Generasi Muda Harapan Bangsa

Populer