Cek Fakta: Pernyataan Anies Baswedan Soal 283 Jenazah yang Dimakamkan di Jakarta Menggunakan Protap COVID-19

By on Selasa, 31 Maret 2020
[SALAH] Efek Kejut Ciri Khas Gubernur, Angka Mayat Di Mark-Up

Jumlah 283 jenazah yang disebutkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bukan jumlah jenazah positif COVID-19, melainkan jenazah yang dimakamkan dengan menggunakan Protap COVID-19 dari tanggal 6-29 Maret 2020.

Kategori: Misleading Content/Konten yang Menyesatkan

=====

Sumber: Facebook

Archive: https://archive.fo/YYMeB

=====

Narasi:

“APAKAH INI “EFEK KEJUT” YG TERBARU ???

INI CIRI KHAS GUBERNUR GUE…..!!

NTAR YG DIPECAT……PARA PENGGALI KUBUR YG SALAH KASI INFORMASI……..

ANGKA “MAYAT” AZA BERANI DI MARK-UP…

GAK ADA KAPOK2-NYA.

KURANG APA….COBA ???!!!”

=====

Penjelasan:

Beredar postingan yang menampilkan tangkapan berita dari portal cnnindonesia.com dengan judul “Anies: 283 Jenazah di Jakarta Ditangani Protap Pasien Corona.” Dalam gambar, jumlah angka 283 pada tangkapan layar berita dibandingkan dengan jumlah pasien virus Corona atau wabah COVID-19 yang meninggal dari data BNPB, yakni 122.

Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa berita pada portal cnnindonesia.com tidak membahas pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenai jumlah pasien COVID-19 yang meninggal di DKI Jakarta.

Pada berita yang tayang pada 30 Maret 2020 itu, diberitakan mengenai pernyataan Anies perihal penerapan prosedur tetap (protap) atau SOP COVID-19 terhadap jenazah yang meninggal dari tanggal 6-29 Maret 2020, termasuk terduga COVID-19 belum dites dan sudah dites namun belum keluar hasilnya. Berikut kutipan beritanya:

[…]
Jakarta, CNN Indonesia — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya telah mengurus 283 jenazah sepanjang 6 sampai 29 Maret 2019 dengan menggunakan protap penanganan pasien virus corona (Covid-19).

Anies menjelaskan protap Covid-19 yang diterapkan yakni jenazah dibungkus dengan plastik, menggunakan peti, lalu harus dimakamkan kurang dari 4 jam oleh petugas yang menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

“Karena itu saya benar-benar meminta kepada seluruh, masyarakat Jakarta jangan pandang angka ini sebagai angka statistik. 283 itu bukan angka statistik, itu adalah warga yang bulan lalu sehat, yang bulan lalu bisa berkegiatan, mereka punya istri, punya saudara,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (30/3).

Anies mengatakan jumlah jenazah yang ditangani dengan protap Covid-19 lebih besar dari angka resmi kematian akibat virus corona.

Menurutnya, perbedaan jumlah bisa terjadi karena pasien yang meninggal belum sempat dilakukan tes atau sudah dites tetapi meninggal sebelum keluar hasilnya.

Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu pun meminta masyarakat untuk disiplin untuk menekan penyebaran virus corona. Anies mengatakan situasi Jakarta sangat mengkhawatirkan dalam penyebaran virus corona.

“Ini semua harus kita cegah pertambahannya dengan secara serius, bukan pembatasan. Tinggal lah di rumah, disiplin untuk menjaga jarak, lindungi diri, lindungi keluarga, lindungi tetangga, lindungi semua,” ujarnya.

Sampai hari ini, jumlah pasien positif corona di Indonesia mencapai 1.414 jiwa. Dari jumlah itu, 122 orang meninggal dunia dan 75 lainnya dinyatakan sembuh dari infeksi corona.

Sementara Jakarta menjadi daerah dengan jumlah pasien positif corona terbanyak. Merujuk data di laman corona.jakarta.go.id, jumlah pasien positif di Jakarta mencapai 727 jiwa, dengan 78 di antaranya meninggal dunia. […]

Dari kutipan itu dapat dipahami bahwa berita di cnnindonesia.com tidak mengutip pernyataan Anies Baswedan terkait jumlah pasien COVID-19 yang meninggal di DKI Jakarta. Diketahui pula, berita tersebut terkait dengan konferensi pers yang diadakan Anies di Balai Kota pada Senin 30 Maret 2020.

Berikut pernyataan Anies Baswedan ketika konferensi pers:

[…]
Kalau kita perhatikan lonjakan angka kasus cukup besar, karena itu pada
seluruh masyarakat untuk serius dalam melakukan pembatasan jaga jarak atau
physical distancing untuk mencegah penularan. Jadi ini harus dengan cara amat
serius. Kemudian Pemprov DKI Jakarta juga secara khusus memberikan instruksi
kepada ketua RT RW dan PKK untuk melakukan identifikasi atas kelompok
masyarakat yang rentan bila tertular COVID-19, mereka adalah warga lanjut usia
di atas 60 tahun, kemudian penyandang penyakit bawaan misalnya ada diabetes,
penyakit jantung atau penyakit paru, tekanan darah tinggi, itu di antaranya,
ada lagi bagian, jadi mereka bertugas untuk mengidentifikasi di lingkungannya.

Lalu secara khusus dilakukan sosialisasi cara-cara mencegah penularan, dan ada
sebagian dari lansia yang tinggal sendiri tanpa didampingi keluarganya, di situ
harus ada pendampingan khusus. Kita sudah sampaikan pada ketua RT RW untuk bisa
memberi dukungan agar mereka bisa tetap bertahan di rumah tanpa harus keluar.

Kenapa ini tegas saya sampaikan, karena selain data jumlah kasus yang disampaikan
resmi oleh kementerian kesehatan, Pemprov DKI Jakarta juga memantau data dari
Dinas Pertamanan dan Hutan Kota. Di bulan Maret ini terjadi pemulasaran dan
pemakaman dengan menggunakan protap COVID19, antaranya jenazah dibungkus dengan
plastik menggunakan peti, lalu harus dimakamkan kurang dari 4 jam, petugasnya
menggunakan APD. Sejak tanggal 6 itu mulai ada kejadian pertama, sampai kemarin
tanggal 29 ada 283 kasus.

Artinya ini adalah mungkin mereka yang belum sempat dites, karena itu tidak bisa
disebut sebagai positif, atau sudah dites tapi belum ada hasilnya kemudian
wafat, ini menggambarkan situasi bahwa Jakarta terkait dengan COVID19 amat
mengkhawatirkan.

Karena itu saya benar-benar meminta kepada seluruh masyarakat Jakarta jangan pandang
angka ini sebagai angka statistik, 283 itu bukan angka statistik. Itu adalah
warga yang bulan lalu sehat, yang bulan lalu bisa berkegiatan. Mereka punya
istri, punya saudara, ini semua harus kita cegah pertambahannya dengan secara
serius, bukan pembatasan. Tinggallah di rumah, disiplin untuk menjaga jarak,
lindungi diri, lindungi keluarga, lindungi tetangga, lindungi semua. Jangan
sampai Dinas Pertamanan dan Hutan Kota yang mengurusi makam ini punya angka
yang lebih tinggi lagi. Mari kita ambil tanggungjawab semuanya, itu kenapa kami
merasa perlu untuk menyampaikan pesan yang amat kuat pada seluruh masyarakat
soal ini.
[…]

Berdasarkan penjelasan tersebut, konten yang terunggah di Facebook tersebut memelintir
konteks pemberitaan dari cnnindonesia.com. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk
ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.

=====

Referensi:

https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1148796258786241/

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200330193809-20-488429/anies-283-jenazah-di-jakarta-ditangani-protap-pasien-corona

https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/ybJG6d8k-gubernur-anies-nyolong-161-jenazah-covid-19-ini-faktanya

https://news.detik.com/berita/d-4958852/pernyataan-lengkap-anies-soal-283-orang-dimakamkan-dengan-protap-corona?single=1

Copyright ©