Klarifikasi Ienas Tsuroiya, salah satu puteri Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus): tulisan BUKAN karya beliau.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
KATEGORI: Konten yang Salah.
SUMBER

Pesan berantai WhatsApp.
======
NARASI
“BUBARNYA AGAMA
Makkah sepi
Madinah sunyi
Kakbah dipagari
Masjid tutup
Jamaah bubar
Jumat batal
Umrah di stop
Haji tak pasti
Lafadz adzan berubah
Salaman dihindari
Corona datang
Seolah-olah membawa pesan
Ritual itu rapuh!”
Selengkapnya di http://archive.md/0I6HR (arsip cadangan).
======
PENJELASAN
(1) First Draft News: “Konten yang Salah
Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.
Selengkapnya di http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S.
* SUMBER membagikan puisi “Bubarnya Agama” karya Said Muniruddin.
* SUMBER menyebutkan Gus Mus sebagai pencipta sehingga menimbulkan kesimpulan yang salah.
(2) Klarifikasi Ienas Tsuroiya, salah satu puteri Gus Mus:
* Di akun Facebook: “Sejak kemaren puisi ini sudah seliweran di TL.
Barusan, ada yang kirim pesan WA, mem-fwd puisi ini tapi nama penulisnya berubah, menjadi nama Abah Ahmad Mustofa Bisri. Entah siapa yang menggantinya.
Ya Allah, orang-orang ini kenapa sih ya? Sudah berkali-kali Abah menyatakan keberatan namanya dibawa-bawa untuk tulisan yang bukan karya beliau. Tetap saja banyak yang ndableg.
Jadi teman-teman, kalau mendapat fwd di WA, puisi di bawah ini dengan mencantumkan nama Abah, tolong hentikan di Anda. Jangan disebar lagi. Syukur-syukur kalau berkenan mengoreksi.
Sekali lagi saya ingatkan, Abah aktif di media sosial. Selain facebook, ada akun beliau di
Twitter : @gusmusgusmu
Instagram : @s.kakung
YouTube: Gus Mus channel (dihandle admin)
Jadi, kalau Anda mendapat kiriman di WAG atau sms, tolong cek dulu di akun resmi di atas. Kalau ngga ada, berarti hoax.
Terima kasih.”
Selengkapnya di http://archive.md/HYXYt (arsip cadangan).
–
* Di akun Twitter: “Gaes, kalau mendapat pesan WA berupa puisi berjudul “Bubarnya Agama” dan mencantumkan nama Abah @gusmusgusmu sebagai penulisnya, please STOP di Anda. Jangan disebarkan. Itu bukan karya beliau.”
Selengkapnya di http://archive.md/j6s23 (arsip cadangan).
======
REFERENSI
(1) Klarifikasi Ulil Abshar-Abdalla, menantu Gus Mus: “Ada puisi berjudul “Bubarnya Agama”, ditulis Said Muniruddin. Isinya bagus: mengajak kita merenungi wabah corona.
Sebagian orang mungkin menganggap nama Said Muniruddin kurang top, lalu menyebarkan puisi itu, dan penulisnya diganti: Gus Mus.
Biar viral.
Ini tindakan jahat.”
Selengkapnya di http://archive.md/YDMGt (arsip cadangan).
(2) Said Muniruddin: “BUBARNYA AGAMA
Makkah sepi
Madinah sunyi
Kakbah dipagari
Masjid tutup
Jamaah bubar
Jumat batal
Umrah di stop
Haji tak pasti
Lafadz adzan berubah
Salaman dihindari
Corona datang
Seolah-olah membawa pesan
Ritual itu rapuh!
Ketika Corona datang
Engkau dipaksa mencari Tuhan
Bukan di tembok Kakbah
Bukan di dalam masjid
Bukan di mimbar khutbah
Bukan dalam thawaf
Bukan pada panggilan azan
Bukan dalam shalat jamaah
Bukan dengan jabat tangan”
Selengkapnya di http://archive.md/0I6HR (arsip cadangan).
Tangsel4 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Terima Reses DPRD Provinsi Banten, Bahas SPMB, Usulan Penambahan SMA Negeri hingga Pengendalian Banjir
Pemerintahan4 minggu agoDiskominfo Tangsel Bawa Semangat Kolaborasi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Tangerang Selatan4 minggu agoDara Swandana dan Aiman Rasyapradipta Rangkuti Wakili Tangsel di Youth City Changers APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoPilar Saga Ichsan Tinjau Booth Paviliun Tangsel di APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoBenyamin Davnie: Pemkot Tangsel Dukung LANTIP Perkuat Program Kesehatan dan Pemberdayaan Lansia
Serba-Serbi2 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku














