Connect with us

Nasional

Cek Fakta: [SALAH] Potongan Langsung Alfamart Untuk Bayar Sembako Pilpres

[SALAH] Potongan Langsung Alfamart Untuk Bayar Sembako Pilpres

Kabar yang menyebutkan
Alfamart telah melakukan potongan sebesar Rp10ribu untuk sembako Pilpres
merupakan kabar yang tidak benar. Corporate Communication GM PT Sumber Alfaria
Trijaya Tbk, Nur Rachman menegaskan, kabar yang beredar di media sosial itu
merupakan hoaks. Nur menjelaskan, pihaknya memiliki standar operasional
prosedur (SOP) jika menawarkan donasi kepada konsumen. “Jadi tidak ada sistem
potong langsung. Kasir wajib menawarkan dahulu kepada konsumen apakah bersedia
untuk berdonasi? Jika tidak, uang akan dikembalikan,” kata Nur.

=====

Kategori: False Context

=====

Advertisement

Sumber: Media Sosial Instagram
dan Facebook

=====

Narasi:

1) Hati hati belanja di
Alfamart Ternyata ada tambahan potongan langsung 10rb utk bayar sembako
pilpres….

Advertisement

2) RAKYAT DIPERAS.. YANG DAPET
NAMA SI NGACHIRO.. CULAS..

Hati hati belanja di Alfamart
Ternyata ada tambahan potongan langsung 10rb utk bayar sembako pilpres….

=====

Penjelasan
Lengkap:

Advertisement

Beredar di media
sosial postingan tentang potongan langsung dari Alfamart untuk sumbangan
sembako Pilpres. Dalam postingan yang beredar, terdapat foto struk belanja dari
Alfamart di daerah Cimalati. Pada bagian bawah struk tersebut tertera tulisan “DONASIKU
SEMBAKO GRATIS” disertai jumlah uang Rp10ribu.

Dari hasil
penelusuran, diketahui bahwa postingan itu tidak benar. Dilansir dari liputan6.com
dan antaranews.com, Corporate Communication GM PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk,
Nur Rachman menegaskan, kabar yang beredar di media sosial itu merupakan hoaks.

Nur menjelaskan,
pihaknya memiliki standar operasional prosedur (SOP) jika menawarkan donasi
kepada konsumen. Petugas kasir diwajibkan menanyakan ke konsumen apakah
berkenan memberikan donasi.

“Jadi tidak ada
sistem potong langsung. Kasir wajib menawarkan dahulu kepada konsumen apakah
bersedia untuk berdonasi? Jika tidak, uang akan dikembalikan,” jelas Nur.

Advertisement

Adapun, Nur
Rachman juga menjelaskan terkait foto dalam postingan yang telah beredar. Ia menjelaskan,
kejadian tersebut merupakan salah input kasir kepada konsumen bernama Ibu Rahmi
saat berbelanja di toko SAT Cimalati (X070), Jawa Barat, pada 27 Maret 2019.

“Saat itu, Ibu
Rahmi dilayani oleh kasir atas nama Heryan Aslam (18122000) dengan total
belanjaan sebesar Rp23.900 dan melakukan pembayaran dengan uang tunai sebesar
Rp100.000 dengan kembalian tertera di layar sebesar Rp76.100,” terangnya.

Setelah itu, kasir
melakukan penawaran donasi kepada konsumen tersebut sebesar Rp100 dengan
ungkapan “Seratus rupiahnya boleh buat donasi bu?” dan konsumen
tersebut menjawab bahwa ia bersedia untuk melakukan donasi Rp100.

“Jadi, kembalian
konsumen seharusnya Rp76.000, tetapi kasir salah input donasi menjadi Rp10.000
dan langsung cash end. Saat itu juga kasir mengonfirmasi kepada kosumen
tersebut bahwa ia salah input donasi dan menggantinya dengan uang tunai,
sehingga konsumen tetap mendapatkan kembalian utuh sebesar Rp76.000,” papar
Nur.

Advertisement

Nur mengatakan,
atas kejadian itu, pihaknya sudah menyampaikan permohonan maaf kepada konsumen
bernama Ibu Rahmi. “Kami telah menyampaikan permohonan maaf kepada Ibu Rahmi.
Kami pun telah menjelaskan bahwa saat transaksi telah terjadi human error atau
kesalahan dalam memasukkan nilai donasi oleh kasir, namun sudah diganti dengan
uang tunai. Kami juga telah menghubungi kembali ke konsumen dan tidak
mempermasalahkan lagi setelah menerima penjelasan,” ungkap Nur.

=====

Referensi:

https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/868504770148726/

Advertisement

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/3934693/cek-fakta-hoaks-donasi-sembako-pilpres-di-alfamart

https://www.antaranews.com/berita/818488/alfamart-bantah-potong-langsung-donasi-rp10000-di-cimalati

https://www.brito.id/post/soal-donasi-terpoting-rp10.000-di-cimalati-begini-kata-alfamart

https://connect.facebook.net/vi_VN/sdk.js#xfbml=1&version=v3.2

Copyright ©

Advertisement

Populer