Connect with us

Lifestyle

Cepat Tidur Cepat Bangun Tanda Gangguan Tidur?

Tentu Anda pernah mendengar nasehat yang bilang bahwa rajin bangun pagi itu baik. Namun kalau Anda termasuk orang yang bisa tidur cepat dan bangunnya juga cepat, ini mungkin menandakan Anda adalah advanced sleepersDilansir dari laman Psychology Today, penelitian terbaru (Curtis et al., 2019) dari University of California, San Francisco mengungkapkan, sebagian populasi di dunia merupakan advanced sleepers, yang artinya mereka terbiasa tidur terlalu cepat dan bangun juga terlalu cepat. Dalam dunia medis, kondisi seperti ini disebut advanced sleep phase (ASP). Lantas, apakah ASP termasuk gangguan tidur? Berbahayakah jika Anda termasuk ASP? Simak artikel ini untuk lebih lengkapnya, yuk!

Apa itu ASP?

ASP adalah kondisi yang dimiliki oleh orang-orang yang jadwal mulai tidurnya lebih cepat daripada jam tidur normal.

Orang-orang ASP cenderung biasa sudah tidur antara pukul 6 sore dan 9 malam. Jika dibandingkan, Tempo melansir rata-rata orang dewasa di Indonesia baru mulai tidur sekitar pukul 11-12 malam.

Advertisement

Oleh karena mereka terbiasa tidur lebih cepat, jadwal bangun pagi mereka pun juga terlalu cepat; kebanyakan sudah bangun di antara pukul 2 pagi dan 5 pagi.

Apakah ASP termasuk gangguan tidur secara medis?

ASP adalah gangguan tidur yang masuk dalam grup Circadian Rhythm Sleep Disorders atau gangguan pola tidur.

Circadian Rhythm Sleep Disorders atau gangguan pola tidur itu sendiri dibagi lagi menjadi tiga gejala utama, yang meliputi sulit memulai tidur, sulit mempertahankan tidur, dan tidak merasa segar setelah tidur.

Namun, riset terbaru dari University of California, San Francisco justru menghindari penyebutan ASP (atau sinonim lainnya seperti advanced sleepers atau extreme morning chronotypes) sebagai gangguan tidur.

Advertisement

Professor neurologi dari UCSF Weill Institute for Neurosciences, Louis Ptacek, MD menjelaskan ASP baru menjadi gangguan tidur (disorder) apabila orang tersebut merasa kebiasaannya cepat tidur dan cepat bangun adalah sesuatu yang tidak diinginkan atau disengaja, dan sampai mengganggu kesehatan serta aktivitasnya sehari-hari.

Siapa yang biasanya terkena ASP?

Biasanya orang yang terkena ASP adalah orang yang sudah tua.

Genetika juga termasuk dalam faktornya. Gangguan tidur lebih umum terjadi dalam satu keluarga. ASP diasosiasikan dengan mutasi gen, khususnya gen casein kinase (CKI- delta dan CKI- epsilon) dan juga hPer1 dan hPer2.

Anak-anak dengan gangguan perkembangan juga rentan terhadap ASP, termasuk anak pengidap autisme dan Down syndrome.

Advertisement

Tanda-tanda Anda memiliki ASP

Anda mungkin tergolong salah satu orang ASP jika mengalami satu atau lebih dari satu tanda berikut ini:

1. Sudah mengantuk dan ingin langsung tidur meski masih “siang”

Keinginan untuk tidur cepat biasanya sudah mulai terasa sekitar pukul 6 sore hingga 9 malam.

Seseorang yang memiliki gangguan ASP melepaskan melatonin (hormon penyebab tidur) lebih cepat dari orang kebanyakan. Ini membuat temperatur tubuh orang tersebut menurun dan memicu ngantuk lebih awal dari normalnya.

Ini menyebabkan jam biologis orang ASP terganggu. Ia akan cenderung tidur tidak nyenyak dan gelisah, sehingga membuatnya justru kelelahan saat bangun pagi.

Advertisement

2. Bangun terlalu pagi dan tidak bisa tidur kembali

Bagi orang yang memiliki ASP, mereka cenderung terbiasa bangun pagi terlalu cepat; di antara pukul 2 pagi dan 5 pagi, padahal baru tidur sekitar pukul 7-9 malam.

Kebiasaan bangun “kepagian” ini juga cenderung membuat mereka tidak bisa lagi kembali tidur, sehingga orang dengan ASP memilih untuk langsung memulai aktivitasnya pada waktu tersebut.

3. Suka ketiduran waktu beraktivitas

Louis Ptacek mengatakan, orang yang cepat bangun sebenarnya cukup mampu berfungsi dengan baik selama siang hari tetapi mungkin agak merasa sulit untuk tetap terjaga.

Seseorang yang memiliki ASP dapat tiba-tiba tertidur di siang hari di tengah melakukan aktivitas atau mengerjakan sesuatu, misalnya ketiduran saat menonton TV, saat menyetir, atau saat makan. Ini adalah salah satu akibat dari kelelahan yang disebabkan oleh kebiasaan tidur dan bangun terlalu cepat.

Advertisement

Tanda-tanda ini jugalah yang kadang membuat dokter salah mendiagnosis ASP dengan narkolepsi. Maka Anda tetap harus berkonsultasi ke dokter atau spesialis tidur untuk menyingkirkan penyebab lain, seperti:

  • Kondisi medis lainnya
  • Gangguan tidur lainnya
  • Gangguan jiwa
  • Efek samping obat-obatan

Bagaimana cara menyembuhkan ASP?

ASP disorder bisa disembuhkan dengan mengembalikan jam tidur kembali ke jam normal. Ada dua cara penyembuhan yakni suplemen melatonin dan terapi cahaya.

Orang dengan ASP dapat mencatat jadwal tidur setiap harinya disertai keterangan kapan merasa paling mengantuk dan paling segar, agar dokter dapat menentukan terapi yang sesuai.

Dokter dapat meresepkan suplemen melatonin tergantung usia dan kondisi kesehatan pasien. Sementara terapi cahaya menggunakan cahaya sebagai stimulan yang dipasang sebelum tidur. Spesialis akan menentukan seberapa terang cahaya dan durasi terapinya.

Pasien juga dapat mencoba untuk menunda waktu tidur 20 menit setiap harinya hingga jadwal tidur kembali normal.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Pemerintahan4 jam ago

Pilar Saga Ichsan Tinjau Pembangunan Turap di Vila Pamulang, Grand Serpong dan Bukit Nusa Indah

Pemerintahan4 jam ago

Komisi Informasi Banten Nilai Inovasi Pemkot Tangsel Semakin Meningkat

Jabodetabek13 jam ago

IPW Desak Polri Bongkar Aktor Intelektual di Balik Kerusuhan Demo DPR

Kabupaten Tangerang15 jam ago

Persita Tangerang Datangkan Dion Wilhelmus Eddy Markx dari Persib Bandung untuk BRI Super League 2026/27

Sport15 jam ago

BRI Super League 2026/27 Siap Bergulir, I.League Tegaskan Target Tembus 10 Besar Asia

Sport15 jam ago

Ferry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?

Pemerintahan1 hari ago

DLH Kota Tangsel Gelar Uji Emisi Selama 3 Hari, Targetkan 1.500 Kendaraan

Pemerintahan2 hari ago

Benyamin Davnie: Hingga Akhir Agustus 2026, Cek Kesehatan Gratis di Tangsel Capai 53 Persen

Tangerang Selatan2 hari ago

Gilang Muhammad Iqbal Juara Sayembara Desain Batik Khas Tangsel 2026, Bawa Karya “Ming Galih Gaya”

Pemerintahan2 hari ago

Pilar Saga Ichsan Dorong Desainer Lokal Tembus Tingkat Global

Sport3 hari ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia U-20: Jadwal, Jam Kick Off, dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Sport3 hari ago

Jadwal Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 AFC 2027

Sport3 hari ago

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Banten3 hari ago

Dewa United Datangkan Bek Muda Alfharezzi Buffon dari Garudayaksa

Nasional3 hari ago

Hasil Muktamar ke-35 NU: KH Miftachul Akhyar Rais Aam, Gus Kikin Ketua Umum PBNU 2026-2031

Hukum3 hari ago

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Mutasi 424 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda Berganti

Sport3 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026

Nasional3 hari ago

KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PBNU Periode 2026-2031

Nasional3 hari ago

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Cicit Pendiri NU Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari

Nasional3 hari ago

Rais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU

Pemerintahan2 minggu ago

Parade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan

Pemerintahan2 minggu ago

Pemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu

Pemerintahan2 minggu ago

Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen

Pemerintahan2 minggu ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel

Banten6 hari ago

Hasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub

Pemerintahan3 minggu ago

Jelang HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Terus Matangkan Persiapan Upacara Kemerdekaan

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT

Pemerintahan2 minggu ago

Tb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel

Pemerintahan2 minggu ago

Benyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi

Pemerintahan3 minggu ago

Jelang Porprov VII Banten 2026, Tangsel Percepat Finalisasi Venue dan Akomodasi

Pemerintahan2 minggu ago

Tingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangsel Belajar Content Creator dan Coding di Masjid

Nasional3 hari ago

Profil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Nasional3 hari ago

Rais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU

Pemerintahan2 minggu ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Perkuat Persatuan dan Kontribusi untuk Pembangunan

Pemerintahan2 minggu ago

Tasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Masyarakat Tangsel Perkuat Kebersamaan

Nasional3 hari ago

5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Nasional2 minggu ago

Kunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf

Pemerintahan2 minggu ago

TARA C-MORE, Daycare Ramah Anak di Pemkot Tangsel

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Langsung Kondisi Warga Kampung Waso dengan Sepeda Motor

Techno2 minggu ago

3 Cara Kerja eSIM XL untuk Koneksi Tanpa Kartu Fisik

Populer