Lifestyle
Cuci Darah, Apa Manfaatnya dan Siapa Saja yang Harus Menjalaninya?

Anda atau anggota keluarga Anda pernah disarankan oleh dokter untuk menjalani prosedur cuci darah? Mendengar namanya saja bisa bikin bulu kuduk merinding. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan cuci darah atau yang dalam bahasa medis dikenal dengan hemodialisis? Apakah prosedur ini aman?
Untuk apa cuci darah dilakukan?
Ginjal merupakan sepasang organ yang kira-kira berukuran sebesar kepalan tangan, dan terletak pada kedua bagian belakang pinggang Anda. Ginjal yang bekerja dengan baik berfungsi untuk mencegah timbulnya kelebihan cairan, produk sisa, dan racun-racun dalam tubuh. Ginjal juga membantu mengatur tekanan darah dan kadar kimia serta elektrolit dalam darah, seperti garam dan kalium. Selain itu, ginjal menjadi tempat untuk mengaktifkan vitamin D guna meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh.
Saat ginjal Anda tidak dapat bekerja dengan baik (akibat penyakit atau trauma), maka dokter yang menangani Anda dapat merekomendasikan suatu prosedur yang dinamakan hemodialisis, alias cuci darah. Cuci darah membantu menggantikan fungsi ginjal agar tubuh dapat tetap memiliki keseimbangan fungsi. Akan tetapi, perlu diingat bahwa dialisis tidak dapat menyembuhkan penyakit ginjal atau kondisi lain yang mempengaruhi kerja ginjal, oleh karena itu, pengobatan lain tetap diperlukan.
Seperti apa prosedur cuci darah?
Cuci darah merupakan suatu prosedur menyaring darah dengan bantuan mesin yang disebut dialisis. Tanpa dialisis, maka produk-produk sisa dan garamdalam tubuh akan menumpuk dalam darah dan mengendap menjadi racun.
Untuk mengalirkan darah Anda ke mesin, maka dokter akan membuat sebuah akses dari pembuluh darah Anda melalui operasi. Akses pembuluh darah ini akan mengalirkan darah yang cukup banyak dari tubuh sehingga darah yang tersaring akan cukup banyak dan dengan mudah keluar dari tubuh. Akses pembuluh darah ini dapat bersifat jangka panjang maupun jangka pendek, bergantung dari kondisi medis yang Anda miliki.
Prosedur cuci darah biasanya dilakukan di rumah sakit dan berlangsung selama tiga hingga lima jam. Anda mungkin perlu datang untuk menjalani prosedur selama beberapa kali dalam satu minggu, tergantung dari kondisi dan kebutuhan medis Anda. Sebelum dilakukan cuci darah, berat badan Anda akan ditimbang, demikian pula setelahnya, hal ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar kelebihan cairan yang dapat diambil dari darah Anda.
Adakah risiko dari menjalani cuci darah?
Hemodialisis bertujuan untuk menyelamatkan nyawa Anda, namun bukan berarti prosedur ini tidak memiliki risiko. Anda mungkin saja mengalami hal-hal berikut:
- Tekanan darah rendah
- Anemia
- Kram otot
- Kesulitan tidur
- Gatal-gatal
- Kadar kalium tinggi dalam darah
- Depresi
- Pericarditis (inflamasi membran di sekitar jantung)
Segera beri tahukan petugas kesehatan jika Anda mengalami gejala di atas atau merasa tidak nyaman selama prosedur berlangsung.
Penderita gagal ginjal yang menjalani dialisis dalam jangka waktu sangat lama juga memiliki risiko mengalami kondisi medis yang disebut dengan amyloidosis. Penyakit ini dapat terjadi ketika kadar protein amyloid yang diproduksi oleh sumsum tulang menumpuk pada organ-organ seperti jantung, ginjal, dan hati. Kondisi ini biasanya menyebabkan seseorang mengalami kaku dan nyeri sendi, serta pembengkakan pada sendi.
Persiapan yang harus dilakukan sebelum cuci darah
Sebelum dialisis pertama Anda, dokter akan melakukan operasi kecil untuk membuat akses ke pembuluh darah Anda. Akses ini dapat berupak tabung kecil atau sebuah mesin kecil yang ditanam ke dalam pembuluh darah. Setelah Anda memiliki akses pembuluh darah, maka Anda siap untuk menjalani cuci darah.
Pakailah pakaian yang longgar atau nyaman saat datang ke rumah sakit untuk menjalani hemodialisis. Dokter juga mungkin akan meminta Anda untuk berpuasa sebelum prosedur jika memang diperlukan.
Hasil yang diharapkan setelah cuci darah
Tidak semua kelainan ginjal bersifat permanen. Hemodialisis dapat bersifat sementara dan bertujuan untuk menggantikan fungsi ginjal hingga ginjal Anda dapat kembali berfungsi normal. Akan tetapi gagal ginjal kronis biasanya akan sulit untuk membaik.
Pada kebanyakan kasus, penderita penyakit ginjal tertentu harus menjalani cuci darah seumur hidup atau menunggu hingga transplantasi ginjal dapat dilakukan. Konsultasikan kepada dokter Anda mengenai hal ini.
Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.
Kabartangsel.com
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Bisnis3 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Belgia vs Iran, Uruguay vs Cape Verde, Selandia Baru vs Mesir, Argentina vs Austria
Bisnis4 minggu agoDorong Operasional Logistik yang Ramah Lingkungan, Modena Group Beralih ke Kendaraan EV
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Bisnis4 minggu agoEvolusi Mie Sedaap: Dari Brand Mi Instan Menjadi Platform Kreativitas dan Pengalaman Generasi Muda
Pemerintahan4 minggu agoCegah Kekerasan Sejak Dini, Pemkot Tangsel Edukasi Masyarakat soal Kesehatan Mental
Tangsel2 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
























