Connect with us

Opini

Demokrasi Ritualistik

Oleh: Dedi Kurnia Syah*

Ranah politik Indonesia selalu ramai dengan dinamika, perbincangan demokrasi sebagai sistem politik Indonesia turut serta menyemarak. Belum usai polemik otoritasi daerah Istimewa Aceh mengibarkan Bendera, kini muncul keriuhan baru yakni diresmikannya kantor perwakilan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Oxford, Inggris. Persoalan mendasar dari berbagai kejangggalan historitas politik negeri ini tidak luput dari serangkaian sistem yang menaunginya. Salah satunya pedoman demokrasi yang hanya dipahami secara simbolistik.

Ranah Kedaulatan Negara

Doc. thepeacenow.wordpress.com

Advertisement

Berbagai kalangan, baik kelompok sipil, pemerintah, pengamat bahkan akademisi sekalipun, berbondong lantang menyuarakan kedaulatan Republik Indonesia atas isu dibukanya kantor OPM di Inggris. Hujatan terhadap Ingggris yang mencoba mengusik kedaulatan Indonesia, hingga permintaan ketegasan pemerintah Indonesia terhadap Inggris yang mengizinkan dibukanya kantor perwakilan organisasi sparatis tersebut.

Hemat penulis, keriuhan tanggapan yang diberikan sebagian kalangan kepada pemerintah Inggris merupakan bukti devisit nasionalisme. Apa pasal? Sebagian mereka hanya melihat sisi luarnya polemik, tidak melihat secara mendalam bagaimana persoalan itu terjadi. Faktanya, sejauh ini tidak ada argumentasi yang merujuk pada persoalan di dalam negeri. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati?

Manuver politik yang dilancarkan oleh gerakan sparatis OPM bukan kali pertama ini dilakukan, tetapi telah melalui jalan panjang diplomasi Internasional dalam rangka menggalang dukungan, dimulai seperempat abad yang lalu. Hal mendasar yang menjadi pertanyaan logis, adalah kemana pemerintah Republik Indonesia selama ini, dalam hal ini tentu Presiden, kemudian Gubernur yang memiliki tanggung jawab penuh di Papua Barat.

Sederhananya, banyak klaim atas tindakan sparatis, mulai dari perebutan kekuasaan, kekecewaan mendalam terhadap pemerintahan pusat, hingga terabaikannya hak rakyat, yakni kesejahteraan di segala bidang. Meskipun tidak dapat dibenarkan segala bentuk pemberontakan, namun perlu dilakukan evaluasi atas tindakan tersebut. Kegemaran kita, selalu ramai ketika sesuatu telah terjadi.

Advertisement

Proklamasi telah dibaca lantang 68 tahun silam oleh Soekarno, bapak bangsa, ia juga sebagai penanda Indonesia keluar dari penjajahan, bebas, merdeka secara harfiah, dan memangku janji para founding father untuk terus bahu membahu, gotong royong demi kemajuan bangsa, salah satu hal utama adalah mempertahankan kedaulatan Negara, terhitung dari ujung barat di Sabang, hingga ujung timur di tanah Papua.

Indonesia setelah presiden Soekarno, tidak mengindahkan mimpi besar Soekarno, yakni perjuangan yang terus menerus tanpa akhir, yakni perjuangan uantuk kebebasan hakiki, bukan saja bebas definitive kolonialisme, tetapi bebas hidup, sejahtera dan terpenuhi segala hak hingga mampu menjalankan kewahiban.

Seyogyanya, pemerintah Indonesia meredam kebangkitan nasionalisme Papua Barat, atau juga sering disebut dengan “Melanesia Barat”, dengan jalur diplomasi berbasis kinerja. Papua Barat sejauh ini menjadi bagian Indonesia yang paling ironi. Dengan kekayaanalam melimpah namun kesejahteraan, pendidikan dan taraf hidup sangat kritis, belum lagi persoalan keamanan yang seringkali menuai ketakutan masyarakat.

Sudah saatnya pemerintah lebih memperhatikan dinamika politik di daerah, sehingga tidak memunculkan penyesalan-penyesalan sebagimana yang terjadi saat ini. Tidak menutup kemungkinan ketika pemerintah bersikap tak acuh dengan problematika sparatis. Akan muncul kantor perwakilan OPM di negara-negara Eropa selain Inggris. Pemerataan kesejahteraan sangat penting, sehingga mengikis kecemburuan sosial, dan itu hal utama.

Advertisement

Demokrasi Ritualistik

Selama ini, demokrasi dipahami hanya sebatas kajian ritualistik, di mana aksentuasi bermuara pada kebebasan berpendapat, memilih pemimpin secara bersama (pemilihan umum), kebebasan-kebebasan abstrak itu kemudian direpresentasikan secara berbeda oleh kelompok yang berbeda pula. Hak Azasi Manusia (HAM), juga menjadi pertimbangan utama sebagai produk dari demokrasi. Hasilnya, segala dalih kesewenangan termasuk sparatisme menyebut diri sebagai aktualisasi demokrasi. Jelas hal tersebut kesalahan tafsir yang tidak terkonsentrasikan.

Merujuk pada filosofi, alam telah menempatkan manusia di bawah pemeritahan dua kekuasaan yang berdaulat: Penderitaan dan Kesenangan. Alam telah menunjukan apa yang seharusnya kita lakukan, dan menentukan apa yang akan kita lakukan kemudian (Bentham, Introduction to the Principles of Morals and Legislation). Dua kekuasaan yang berdaulat antara kesenangan dan penderitaan, perpaduan yang khas menunjukkan iklim pemerintahan Indonesia saat ini. Kelompok elit yang diwakili oleh pemerintah sebagai pelaku kesenangan dan rakyat secara otomatis menerima peran penderitaan. Inilah kenyataan dari cara pandang kaum romantisme.

Pandangan kaum romantisme tersebut kemudian menciptakan imajinasi kemerdekaan sebagaimana telah diupayakan oleh OPM. Demokrasi, adalah legitimasi ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan asumsi terciptanya keadilan, kesetaraan dan rasa aman sebagai warga Negara adalah hal penting yang melatarbelakangi sebuah Negara. Sejauh ini, Indonesia dengan sistem politik demokrasi cukup bersinergi dengan kehidupan masyarakat yang egaliter.

Advertisement

Dengan tujuan itu pula-lah, Soekarno dengan teriakan semangatnya mengatakan jika ia bukan seorang Presiden, bukan Perdana Menteri, bukan Sekretaris Jenderal akan tetapi sebagai penyambung lidah rakyat. Kalimat itu yang telah menghunus semangat kemerdekaan pada masa itu, tak terbayang betapa dahsyatnya effect letupan suara Soekarno saat mengucapkan kalimat tersebut. Demikianlah Soekarno ingin menjelaskan sebuah Demokrasi, aturan moral dan etika yang berlaku berpusat pada rakyat, kesimpulan-kesimpulan yang berada di tangan rakyatlah yang digunakan untuk mendirikan sebuah demokrasi (Rousseau, Romantic of Politics, 1943).

Bagaimana dengan Indonesia kini, masihkah ada aliran Demokrasi sebagaimana yang dibesut Soekarno? Menjawab pertanyaan tersebut memerlukan waktu singkat, masihkah rakyat berkuasa? Jika tidak maka hanguslah Demokrasi. Masihkah peka pemimpin bangsa ini terhadap aspirasi rakyat? Jika tidak maka lenyaplah demokrasi. Dan tentu banyak lagi pertanyaan yang memiliki kesamaan makna untuk menggali demokrasi Indonesia kini.

*Penulis adalah Analis Demokrasi, Media dan Politik. Dosen Ilmu Komunikasi dan Studi Media, Telkom Economy and Business School, Telkom University – Bandung. Pernah mengajar di UIN Jakarta, Univ. Satya Negara Indonesia dan Bina Sarana Informatika Jakarta. (http://www.kompasiana.com/azrast_syah)

Advertisement
Advertisement

Pemerintahan16 menit ago

Ular Sanca Masuk Permukiman Warga di Rempoa, Damkar Tangsel Lakukan Evakuasi

Pemberitahuan2 jam ago

Perizinan Tangsel Makin Mudah, SIMPONIE V3 Hadir dengan Fitur Ramah Difabel dan Real-Time

Tangsel ONE: Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel
Pemerintahan2 jam ago

Tangsel One Tambah Fitur Baru, Warga Tangsel Bisa Cari Loker hingga Cek Harga Pasar

Sport2 jam ago

FAM Tuntut Penjelasan FIFA soal Perubahan Waktu Tambahan Indonesia vs Bangladesh

Sport3 jam ago

Tamatlah Sudah Alkisah Kami: Malaysia Cetak 6 Gol ke Gawang Singapura, tapi Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Sport3 jam ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Sport3 jam ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Otomotif4 jam ago

iCAR V27, SUV Listrik Bergaya Offroad untuk Perjalanan Kota dan Luar Kota

Opini18 jam ago

Anak Remaja Makin Jarang Bercerita? Jangan-Jangan yang Dibutuhkan Bukan Nasihat, tetapi Kehadiran

Nasional23 jam ago

Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo

Otomotif23 jam ago

Motor Suzuki Access 125, Matic Klasik dengan Gaya Elegan dan Nyaman

Suzuki XL7, Mobil SUV Keluarga dengan Interior Nyaman, Fitur Lengkap, dan Desain Gagah
Otomotif23 jam ago

Suzuki XL7, Mobil SUV Keluarga dengan Desain Gagah dan Fitur Lengkap

Nasional24 jam ago

Listyo Sigit Prabowo Bakal Dilantik jadi KSP?

Nasional1 hari ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Nasional1 hari ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Nasional1 hari ago

Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Hari Ini Gantikan Listyo Sigit Prabowo

Nasional1 hari ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Nasional1 hari ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Pemerintahan2 hari ago

DSDABMBK Tangsel Bangun Median dan Dua U-Turn di Jalan Rawa Buntu

Nasional2 hari ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport2 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional3 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Politik3 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Tangerang Selatan3 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Banten2 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Nasional3 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Nasional3 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Sport2 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Populer