Pemerintahan
Deteksi Banjir, Tangsel Akan Terapkan Early Warning System

Beberapa kecamatan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi wilayah yang rawan bencana banjir. Untuk itu, pemerintah Kota Tangsel berencana menerapkan early warning system dalam upaya penanganan banjir.
Kepala Seksi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel, Rokhman mengatakan, penerapan teknologi melalui perangkat keras dan lunak itu untuk mendeteksi dini bencana banjir. Saat ini, kata dia, pihaknya tengah melakukan pemetaan lokasi.
“Meski banjir hanya lintasan saja dari hulu ke hilir, namun intensitasnya cukup sering setiap hujan turun di hulu,” ungkap Rokhman kepada wartawan, Selasa (26/11).
Rokhman mengaku perangkat early warning system tersebut mirip level meter yang berada di sungai atau danau. Alat itu bakal ditempatkan di beberapa wilayah hulu, seperti Situ Pamulang, Kali Pesanggrahan dan Kali Angke. “Rencananya pada 2014 nanti sudah ada tiga sampai empat alat yang terpasang,” paparnya.
Pada perangkat yang dipasang itu, terdapat batas ketinggian air. Jika ketinggian air melebihi yang ditentukan, perangkat akan mengirim peringatan melalui server komputer di kantor BPBD Tangsel. “Tim langsung mengimbau warga kemungkinan terjadinya banjir. Cara ini dinilai efektif mengurangi kerugian akibat banjir,” tandasnya.
Kepala BPBD Kota Tangsel Uci Sanusi mengatakan, selain penerapan perangkat early warning system, pihaknya juga menggencarkan pembuatan biori atau resapan air, tandon air, menormalisasi sungai hingga melakukan kajian bersama Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangsel.
“Hasil dari kajian nantinya dianalisa bagaimana cara mencegah agar banjir tidak berulang,” ujarnya.
Tahun ini, pihaknya menganggarkan dana Rp750 juta untuk penanggulangan banjir. Anggaran tersebut digunakan untuk menyusun standar operasional prosuder (SOP) penanganan bencana, pemberdayaan masyarakat dalam menangani bencana dan lainnya. “Kerjasama antar instansi juga semakin terkoneksi,” katanya.
Diketahui, beberapa titik di Kota Tangsel rawan banjir. Berdasarkan data BPBD Kota Tangsel, sebanyak 31 blok dengan lebih dari 150 titik banjir tersebar di tujuh kecamatan. Banjir terparah kerap terjadi di Perumahan Bukit Pamulang Indah di Pamulang, Kayu Gede di Serpong Utara dan Graha Raya di Pondok Aren. (BP/kt)
Banten6 hari agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Nasional2 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 minggu agoTb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Nasional3 hari agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional3 hari agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional2 minggu agoKunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf
Nasional3 hari ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin



































