DPRD Tangsel
Dewan Tangsel Usulkan Bagian Aset Daerah Dipisahkan dari DPPKAD

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangsel mengusulkan Bagian Aset Daerah pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) dipisahkan menjadi SKPD.
“Harus segera dipisahkan agar aset-aset di Tangsel dapat dikelola maksimal dan menambah pendapatan daerah,” kata Ketua Komisi I DPRD Kota Tangsel Taufik M.A, Kamis (30/10/2014) lalu.
Menurutnya, saat ini aset-aset di Tangsel belum dikelola maksimal. Jika Bagian Aset berdiri sendiri menjadi SKPD, kata dia, aset-aset di Tangsel bisa dimaksimalkan untuk menambah pendapatan.
“Contoh di Bandung, di sana Bagian Aset berdiri sendiri menjadi SKPD. Aset-aset milik daerah, dikelola, misal disewakan. Contoh sewa lahan milik daerah untuk swasta, kan bisa menghasilkan pendapatan bagi daerah,” katanya.
Usulan dari Komisi I, kata dia, Bagian Aset di Tangsel berdiri menjadi Dinas. “Soal regulasinya, nanti akan dibuat dan segera disoundingkan ke Pemkot Tangsel,” kata dia.
Menanggapi soal pemisahan Bagian Aset dari DPPKAD, Kepala DPPKAD Uus Kusnadi menyambut baik. Uus mengaku setuju jika Bagian Aset di DPPKAD dipisahkan menjadi sebuah Dinas.
“Pada prinsipnya, kami siap saja. Karena saat ini aset juga ditangani oleh satu bidang dengan tiga kepala seksi. Beban pekerjaannya pun cukup berat,” katanya dihubungi melalui sambungan telepon.
Soal PAD dari aset-aset yang dikelola Pemkot, Uus mengaku bisa saja berpotensi menghasilkan pendapatan. Hanya saja, untuk ke arah sana butuh kajian, seperti berapa besar pendpaatan dari pengelolaan aset daerah itu tadi.
“Secara umum, ketika aset pasat diserahkan dan diklola BUMD baru bisa menambahkan PAD. Cuma berapa potensi realnya dibutuhkan kajian secara mendalam,” tandasnya.
Uus mengaku, DPPKAD terus berupaya maksimal untuk mengelola aset milik daerah. “Kalau maksimal, itu kan penilaian relatif, tapi kami berusaha optimal bekerja. Karena beban kami juga berat dengan mengurusi aset se Tangsel,” jelasnya. (plp/kt)
Bisnis5 hari ago75 Persen Kelas Menengah Indonesia Tertekan secara Finansial
Banten5 hari agoKomisi V DPRD Banten Siap Awasi Ketat Pelaksanaan SPMB 2026
Bisnis5 hari agoIndofood Sponsori Film Animasi Garuda di Dadaku
Nasional5 hari agoJelang Hari Kartini, Selvi Gibran Rakabuming Dorong Penguatan Peran Perempuan dan Kesetaraan Gender dengan Kolaborasi Lintas Sektoral
Bisnis5 hari agoFujifilm Indonesia Bawa Kebahagiaan ke Panti Asuhan Lewat Program ‘First Family Photo’
Bisnis5 hari agoIsoplus Run Series 2026 Targetkan 17.000 Pelari
Bisnis5 hari agoPINTU Perkuat Edukasi dan Literasi Crypto bagi Generasi Muda
Nasional4 hari agoJaringan Muslim Madani: Langkah Menteri IMIPAS Cegah Haji Non Prosedural Sejalan dengan Visi Prabowo Benahi Tatakelola Haji
















