Lifestyle
Dewi “Dee” Lestari Berharap Film Supernova Bisa Menjadi Warna Bagi Film Indonesia

Penulis novel Dewi “Dee” Lestari memuji Film Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh yang diadaptasi dari novel laris karyanya dengan judul yang sama usai penayangan perdana yang digelar di Jakarta, Sabtu (6/12) malam.
“Secara visual, film ini salah satu film Indonesia yang paling keren. Sangat memanjakan mata penonton,” kata Dewi usai menonton film, Minggu dinihari.
Menurut Dewi, belum ada film seperti Supernova dengan topik dan penyajian yang disuguhkan.
“Ini akan jadi petualangan baru bagi penonton Indonesia,” ujar Dewi yang juga dikenal sebagai penyanyi itu.
Tak lupa, Dewi mengingatkan agar penonton tidak hanya sekali menonton film yang diangkat dari buku roman dan science yang tidak mudah dicerna.
“Seperti bukunya, memang penonton jangan hanya sekali menontonnya kalau bisa berkali-kali agar paham. Tapi kalau sekali nonton sudah mengerti ya syukur,” katanya.
Terkait beberapa adegan yang tidak ada dalam bukunya, Dewi mengaku tidak mempersoalkan hal tersebut. Menurutnya, buku dan film adalah dua media yang berbeda.
“Sebagai penulis saya melepas hak adaptasi ini, saya yakin mereka akan melakukan yang terbaik. Dan hasilnya tadi terbayang kerja keras dari mereka. Kalau pun ada twist, itu dilakukan dengan cukup cerdas,” tutur Dewi.
“Misalnya, soal Pseudo jakarta menurut saya memang harus dilakukan. Karena kalau lokasinya disebut di Jakarta terlalu identik dengan Jakarta secara fisik, dalam film tersebut kan settingnya ada rumah di tebing, laut, dan sebagainya. Ini langkah strategis, untungnya saya suka,” jelas Dewi.
Sementara itu, untuk animasi yang diselipkan dalam film, Dewi pun menganggap itu pilihan yang masuk akal.
“Banyak penggambaran dalam buku Supernova dengan menggunakan alam berpikir ketimbang apa yang kita lihat secara harfiah. Kalau dari tim pilihannya ke animasi, itu menurut saya pilihan yang masuk akal,” katanya.
Film Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh yang diproduksi oleh PT Soraya Intercine Films akan mulai meramaikan bioskop pada 11 Desember nanti. Film yang berdurasi sekitar dua jam 17 menit itu dibintangi oleh Raline Shah (Rana), Herjunot Ali (Ferre), Paula Verhoeven (Diva), Fedi Nuril (Arwin), Arifin Putra (Reuben), dan Hamish Daud (Dimas).
“Saya puas sekali setelah nonton filmnya. Harapannya, Supernova bisa menjadi warna bagi film Indonesia,” kata sang pemeran utama Junot. (ant)
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Pemerintahan4 minggu agoSekda Bambang Noertjahjo Ingatkan ASN Tangsel Jaga Integritas dan Profesionalisme
Bisnis3 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Belgia vs Iran, Uruguay vs Cape Verde, Selandia Baru vs Mesir, Argentina vs Austria
Bisnis4 minggu agoDorong Operasional Logistik yang Ramah Lingkungan, Modena Group Beralih ke Kendaraan EV
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Bisnis4 minggu agoEvolusi Mie Sedaap: Dari Brand Mi Instan Menjadi Platform Kreativitas dan Pengalaman Generasi Muda
Pemerintahan4 minggu agoCegah Kekerasan Sejak Dini, Pemkot Tangsel Edukasi Masyarakat soal Kesehatan Mental























