UIN Jakarta menggelar Dies Natalis Milad ke-62. Acara yang mengusung tema Strategi Mainstreaming Moderasi Beragama di PTKIN tersebut, dibuka oleh Ketua Senat Universitas Abudinnata, dan dilaksanakan di Auditorium Harun Nasution, Kampus I UIN Jakarta, Senin (17/06).
Acara yang digelar sebagai ucapan syukur atas pencapaian UIN Jakarta tersebut, dihadiri oleh para Wakil Rektor, para Kepala Bagian, para Dekan, para Kepala Sub Bagian, para Dosen, para Duta Besar, perwakilan dari mitra bisnis, serta segenap jajaran sivitas akademika UIN Jakarta, serta seniman sekaligus pujangga ternama Taufik Ismail.
Dalam prakata sekaligus membuka acara tersebut, Ketua Senat Universitas mengajak seluruh sivitas akademika untuk senantiasa bersyukur atas apa yang telah dicapai oleh UIN Jakarta saat ini. Dirinya berharap, ke depan UIN Jakarta mampu lebih maju dan berkembang dalam segala hal, terutama keilmuan.
Tidak lupa, dirinya mewakili segenap anggota senat mengucapkan selamat milad ke-62 UIN Jakarta, serta mengapresiasi capaian-capaian UIN Jakarta selama ini.
“Jangan sampai kita melupakan jasa-jasa para pendiri UIN Jakarta, meneruskan perjuangan dan cita-cita mereka dengan berusaha mengembangkan UIN Jakarta sehingga kontribusinya bagi agama, nusa, dan bangsa lebih besar,” ujar Abudin.
Di tempat yang sama, dalam sambutannya, Rektor UIN Jakarta Amany Lubis menjelaskan, bahwa UIN Jakarta saat ini telah peroleh banyak capaian, terutama dalam upaya mewujudkan World Class University (WCU).
Namun demikian, masih terdapat beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan guna memantapkan capaian-capaian yang ada.
“Kita patut bersyukur dengan apa yang telah dicapai UIN Jakarta. Oleh karena itu, selayaknya pula untuk kita terus berusaha mempertahankan prestasi yang telah dicapai sekaligus lebih mengembangkan capaian-capaian tersebut, agar UIN Jakarta lebih mampu berkontribusi positif bagi masyarakat,” jelas rektor.
Masih menurut rektor, saat ini UIN Jakarta dihadapkan pada tantangan baru yang semakin kompleks, yaitu bagaimana menerapkan prinsip tata kelola universitas yang baik, Good Governance University.
“Good Governance University yaitu konsep tata kelola universitas yang baik, akuntabel, transparan, efektif, dan efisien. Dengan kerjasama yang baik dari seluruh elemen yang ada di kampus ini, kami yakin cita-cita tersebut akan tercapai,” tandas guru Besar Sejarah Politik Islam tersebut.
Sekadar informasi, dalam kesempatan tersebut, Taufik Ismail pun turut menarik perhatian seluruh peserta yang hadir dengan membacakan bait-bait puisi karyanya. Lebih menarik lagi, Rektor UIN Jakarta pun ikut tampil membacakan puisi karya Taufik Ismail yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.(lrf)
Banten6 hari agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Nasional2 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 minggu agoTb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Nasional3 hari agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional3 hari agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional2 minggu agoKunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf
Nasional3 hari ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin













