Hukum
Dipicu Perusakan CCTV, 5 Pelaku Bentrokan di Jaksel Diciduk Polisi

Dua kelompok massa terlibat bentrok di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Polisi menduga keributan tersebut disebabkan perusakan kamera CCTV di dalam sebuah proyek pembangunan.
Atas peristiwa ini, polisi kemudian mengamankan lima pelaku dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka masing-masing berinisial HD (44), RS (23), NW (25), MA (22), dan DKA (45).
“Ada beberapa peristiwa dugaan tindak pidana sebelum peristiwa hari Minggu (12/5) siang, salah satunya perusakan CCTV pada Sabtu malam atau Minggu dini hari,” jelas Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Henrikus Yossi kepada wartawan, Rabu (15/5/2024).
Perusakan CCTV tersebut, lanjut Yossi, membuat pelaku DKA (45) dan kelompoknya tersulut emosi. Kemudian pelaku pun meluapkan emosinya dengan melukai korban AR (36) menggunakan sebilah golok.
“Setelah adanya perusakan yang diduga dilakukan korban penganiayaan dan teman-temannya, hal ini memancing emosi,” ujarnya.
“Malam itu tidak bertemu, namun sudah diketahui siapa orangnya, maka siang hari ketika si korban melintas di TKP tersangka tersulut emosi dan melakukan penyerangan terhadap korban,” imbuhnya.
Banten5 hari agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Nasional2 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 minggu agoTb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Nasional2 hari agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional2 hari agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Pemerintahan2 minggu agoTasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Masyarakat Tangsel Perkuat Kebersamaan
Nasional2 minggu agoKunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf



































