Pemerintahan
DKPP Kota Tangerang Selatan Targetkan Setiap RW Miliki Bank Sampah
Tantangan yang dihadapi oleh hampir semua kota adalah penanganan masalah sampah, demikian halnya dengan Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Berbagai program terus digulirkan Pemkot Tangsel untuk mengurai permasalahan sampah, salah satunya dengan memfasilitasi warganya untuk membuat bank sampah yang sudah berjalan sejak tahun 2012.

Tantangan yang dihadapi oleh hampir semua kota adalah penanganan masalah sampah, demikian halnya dengan Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Berbagai program terus digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel untuk mengurai permasalahan sampah, salah satunya dengan memfasilitasi warganya untuk membuat bank sampah yang sudah berjalan sejak tahun 2012.
Saat ini, jumlah bank sampah di kota hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang itu telah mencapai 200 unit bank sampah yang tersebar di hampir semua kecamatan. Jumlah bank sampah di Kota Tangsel terus mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Targetnya setiap RW harus memiliki bank sampah,” terang Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangsel Taher Rachmadi.
Taher Rachmadi mengatakan, tempat pembuangan sampah yang tersedia tidak akan bisa menampung sampah yang terus menerus dihasilkan warga. Warga juga harus memiliki kepedulian dan kesadaran serta mulai mengambil tindakan untuk mengurangi sampah yang dihasilkan. Oleh karena itu, Pemkot Tangsel terus mendorong masyarakat turut berpartisipasi aktif menangani permasalahan sampah di Tangsel. Keberadaan bank sampah ini mengurangi sampah langsung dari sumbernya, sehingga volume sampah yang masuk ke TPA Cipeucang akan berkurang.
“Persoalan sampah bukan hanya masalah pemerintah, masyarakat juga harus terlibat dalam penanganan sampah. Pemilahan sampah dari rumah akan meringankan sistem pengangkutan sampah dari hulu hingga ke hilir,” katanya.
Sementara itu, Kabid Kebersihan DKPP Tangsel Yepi Suherman mengatakan, pemerintah setempat telah membentuk forum komunikasi bank sampah (Forkas) yang bertujuan untuk mengkomunikasikan agar kegiatan ini bisa berjalan dengan baik.
“Kami tak pernah sungkan mengajak masyarakat manfaatkan sampah. Setiap manusia memiliki tangung jawab terhadap sampah yang dihasilkan setiap hari. Kami menghimbau terus kembangkan bank sampah agar produktif,” ujarnya.
Yepi menambahkan, kalau cuma pemkot yang bekerja, masalah sampah tidak akan selesai. Sekarang tugas seluruh elemen untuk bisa mengurangi volume sampah.
Selain dengan bank sampah dalam upayanya untuk mengurangi sampah, pemkot Tangsel juga menggalakkan program TPS 3 R (Reduce, Reuse dan Recycle) kepada warganya. Jumlah TPS 3 R yang tersebar di Kota Tangsel saat ini berjumlah 44 Unit dan ditargetkan merata di seluruh 54 kelurahan. (ADV)
Bisnis6 hari agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan6 hari agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Hadirkan 5.000 Titik Internet Gratis, Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala
Pemerintahan6 hari agoInternet Gratis Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala, Pemkot Kini Hadirkan Aplikasi Tangsel Mengaji Berbasis AI
Cek Fakta6 hari agoAwas Hoaks! Pemkot Tangsel Siap Melegalkan Miras demi Meningkatkan PAD
Sport7 hari agoPersib Bandung dan Borneo FC Samarinda Wakili Indonesia di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/27
Sport6 hari agoMoto3 Italia 2026: Veda Ega Pratama Finish ke-8, Hakim Danish Amankan Podium ke-3
Sport7 hari agoVeda Ega Pratama Start Posisi 13 di Moto3 Italia 2026




















